Penutupan Sementara KKN di Tanbu Akibat Kecelakaan Maut
Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (Unukase) mengambil keputusan untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Tanahbumbu. Keputusan ini dilakukan sebagai langkah evaluasi dan masa penenangan setelah terjadi insiden kecelakaan yang menewaskan tiga mahasiswa Unukase dan dua mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.
Insiden tragis tersebut terjadi pada Sabtu, 1 Agustus 2026 sekitar pukul 11.45 WITA. Saat itu, rombongan mahasiswa KKN sedang dalam perjalanan menuju kawasan wisata Sungai Alut di Kecamatan Mantewe. Dalam perjalanan, kendaraan pikap yang mereka tumpangi bertabrakan dengan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) di jalan alternatif Batulicin–Banjarbaru. Tabrakan keras ini menyebabkan tujuh orang meninggal dunia, termasuk tiga mahasiswa Unukase dan satu korban luka berat.
Korban dan Tanggapan dari Pihak Terkait
Tiga mahasiswa Unukase yang menjadi korban adalah Nafa Izzatu Jannah, Nur’aini Salsabila, dan Veri Andi Saputra, yang merupakan pengemudi pikap. Sementara itu, dua mahasiswa ULM yang meninggal dunia adalah Abdi Cahya Girsang dan Muhammad Ramadhani. Selain itu, korban lainnya adalah Tegar Mangku Alamsyah, anggota Karang Taruna Desa Batulicin Irigasi, serta M Ilyas, sopir truk tangki BBM. Satu korban selamat, M. Fahrizal Hasbi, mengalami luka berat dan dievakuasi ke RS Marina sebelum dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin.
Pihak universitas telah memastikan bahwa seluruh jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Wakil Rektor III Unukase, Dr Ir Murjani, menjelaskan bahwa semua aktivitas KKN di desa-desa tempat mahasiswa bertugas ditiadakan sementara. Mahasiswa yang tersisa diminta kembali ke rumah masing-masing untuk menghindari rasa trauma dan membantu pemulihan kondisi psikologis mereka.
Selain itu, jika kegiatan KKN dilanjutkan, para mahasiswa yang sebelumnya tergabung dalam tim KKN Desa Batulicin Irigasi akan disebar ke kelompok lain.
Penjelasan dari PT Pertamina
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan juga memberikan pernyataan terkait kecelakaan tersebut. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan dukacita mendalam atas musibah yang terjadi. Menurutnya, kendaraan truk tangki yang terlibat dalam kecelakaan tidak terdaftar sebagai armada operasional Pertamina dan tidak melakukan aktivitas pelayanan di Terminal Pertamina.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan informasi mengenai kendaraan tersebut. Proses penanganan dan penyelidikan sepenuhnya kami serahkan kepada pihak berwenang,” ujarnya.
Kondisi Posko KKN
Di posko KKN Unukase Desa Batulicin Irigasi, spanduk penanda posko telah dicabut, dan seluruh mahasiswa yang tersisa telah meninggalkan lokasi. Mereka kembali ke rumah masing-masing setelah melalui proses evaluasi dan penenangan.
Langkah Evaluasi dan Penyelidikan
Sebagai bagian dari langkah evaluasi, pihak universitas dan instansi terkait akan terus memantau situasi serta memastikan keselamatan mahasiswa dalam kegiatan KKN di masa depan. Proses penyelidikan terhadap kecelakaan tersebut juga sedang berlangsung untuk mencari akar masalah dan mencegah terulangnya kejadian serupa.





