Komentar Artis Terhadap Tuntutan 18 Tahun Penjara untuk Nadiem Makarim
Beberapa artis dan tokoh publik di Indonesia mulai menyampaikan pendapat mereka mengenai tuntutan hukuman 18 tahun penjara yang diberikan kepada Nadiem Makarim dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Mereka menilai bahwa tuntutan tersebut terasa tidak adil, terutama karena proses persidangan dinilai tidak sepenuhnya mempertimbangkan bukti-bukti yang telah disampaikan oleh pihak Nadiem.
Jerome Polin: Takut dan Sedih
Salah satu yang paling vokal adalah Jerome Polin. Ia menyampaikan kritik terhadap jaksa dan menyatakan bahwa tuntutan terhadap Nadiem bisa membuat orang-orang berkompeten enggan terlibat dalam pemerintahan. Jerome khawatir hal ini akan membuat pemerintahan diisi oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan korupsi.
“Liat Mas Nadiem dipenjara 18 tahun, ujung2nya semua orang berkualitas dan berintegritas takut masih ke/bekerja sama dengan pemerintah, akhirnya diisi oleh orang2 yang korup. We are doomed, aren’t we?” tulis Jerome Polin.
Ia juga menyebut bahwa dirinya pernah memiliki impian menjadi Menteri Pendidikan. Namun, melihat kasus Nadiem, ia merasa sedih dan takut. “Semua bukti di persidangan gak dianggep. Gak bisa nemuin kesalahan, tapi tetep di hukum. Bahkan hukumannya lebih berat dari banyak kriminal dan koruptor.”
Maudy Ayunda: Marah dan Hancur
Maudy Ayunda juga menyampaikan kekecewaannya. Ia mengaku akan berpikir seribu kali untuk bekerja di pemerintahan dalam kapasitas apapun. “Ini sangat memilukan dan membuat marah. Hatiku hancur untuk nadiemmakarim dan @izankamakazim. Aku tidak bisa membayangkan kemarahan dan kesedihan mereka.”
Ia juga menyebut bahwa orang-orang yang baik dan berintegritas akan takut dan tidak mau ambil resiko jika berakhir seperti Nadiem. “Hatiku hancur karena apa yang terasa seperti langkah mundur yang besar.”
Inul Daratista: Tidak Ingin Jadi Anggota DPR
Inul Daratista juga ikut bersuara. Ia mengatakan bahwa hal ini yang membuat dirinya tidak pernah mau ditawari jadi anggota DPR RI. Ia mengaku kerap dirayu masuk parlemen dan dijanjikan uang miliaran. Namun, ia menolak karena tak ingin menyakiti hati rakyat.
“Makanya dr dulu aku dirayu masuk parlemen… biar dijanjiin dikasih duit milyaran, sampe dimentorin klo ga bisa akan di back up dr belakang… aku ra sudi, haram hukume !!!! menyakiti hati rakyat. makan duit rakyat. nyikso hatine rakyat.”
Nadiem Makarim: Tuntutan yang Mengecewakan
Dalam wawancara usai sidang, Nadiem menyebut tuntutan jaksa terhadap dirinya sebagai hal yang sangat mengecewakan dan tidak masuk akal. “Ini adalah hari yang sangat, sangat, sangat mengecewakan. Mungkin tidak ada kata-kata yang bisa menjelaskan perasaan saya,” katanya.
Ia juga mempertanyakan alasan tuntutan terhadap dirinya disebut lebih berat dibanding pelaku kejahatan berat lainnya. “Jadi, saya bingung. Kenapa? Kenapa tuntutan saya lebih besar daripada pembunuh? Tuntutan saya lebih besar daripada teroris?”
Nadiem juga mengaku tersakiti dengan adanya tuntutan uang pengganti yang nilainya mencapai triliunan rupiah. “Dan yang lebih menyakiti hati saya, dan ini hal yang saya tidak mengerti karena saya sudah mengabdikan diri saya 9-10 tahun kepada negara ini, bahwa ada uang pengganti.”
Ia kemudian merinci besaran uang pengganti yang dituntut jaksa. “Jadi, tidak cukup saya dimasukkan ke penjara, mereka menggunakan uang pengganti sebesar Rp 4 triliun plus Rp 809 miliar, jadi totalnya itu Rp 5 triliun.” Nadiem menegaskan dirinya tidak memiliki uang sebesar yang dituntut tersebut.
Selain itu, Nadiem mengaku khawatir terhadap dampak kasus ini bagi generasi muda Indonesia. “Tapi, yang ini terus terang hari ini, dengan efektif pidana 18 tambah 9 berarti 27 ya. 27 tahun pidana, saya sudah tidak tahu lagi apa harapan bagi anak-anak muda di negara ini.”






