Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    30 Ucapan Selamat Paskah 2026 Penuh Kasih dalam Bahasa Inggris dan Artinya

    4 April 2026

    Harga TBS Sawit Sumut Tembus Rp4.059,20 per Kg di Awal 2026

    4 April 2026

    5 Tips Efektif Mengatasi Wajah Berminyak

    4 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 4 April 2026
    Trending
    • 30 Ucapan Selamat Paskah 2026 Penuh Kasih dalam Bahasa Inggris dan Artinya
    • Harga TBS Sawit Sumut Tembus Rp4.059,20 per Kg di Awal 2026
    • 5 Tips Efektif Mengatasi Wajah Berminyak
    • Kekalahan Praka Farizal di Lebanon, DPR Minta Evaluasi dan Pengundangan Pasukan Damai
    • Ipang Wahid: Ini Bukan Hanya Kasus Satu Orang
    • Siap-siap, Parkir Surabaya Wajib Pakai Voucher Segera Berlaku
    • KPK Ungkap Keterlibatan Hilman Latief dalam Korupsi Kuota Haji
    • Peta Politik PKB Malang Memanas, Gus Kholik Hadapi Tantangan Berat dari Internal Partai
    • 5 cara menghilangkan kerutan di sekitar mata
    • Promo Murah Indomaret dan Alfamart Senin 30 Maret 2026: Twistko Rp14.400, Roma Sandwich Rp22.000
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hukum»Kombes Arya Perdana Bantah Pistol Meledak Tak Sengaja saat Selidiki Bertrand Eka

    Kombes Arya Perdana Bantah Pistol Meledak Tak Sengaja saat Selidiki Bertrand Eka

    adm_imradm_imr9 Maret 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kronologi Penembakan yang Menewaskan Bertrand Eka Prasetyo

    Pada hari Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 07.00 WITA, terjadi insiden penembakan di Jl Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang mengakibatkan kematian berupa Bertrand Eka Prasetyo (18 tahun). Kejadian ini viral di media sosial dan menimbulkan reaksi dari masyarakat.

    Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berawal dari laporan adanya aksi tembak-tembakan antara kelompok pemuda di badan jalan. Iptu N, salah satu anggota polisi, datang ke lokasi untuk membubarkan aksi tersebut. Saat tiba di tempat kejadian, Iptu N melihat korban sedang melakukan tindakan keras terhadap pengendara motor.

    Setelah melakukan penangkapan dan melepaskan tembakan peringatan ke udara, Iptu N mengamankan korban sementara pemuda lainnya kabur. Namun, saat korban mencoba melarikan diri, pistol yang masih dipegang oleh Iptu N meletus secara tidak sengaja dan mengenai bagian tubuh belakang korban.

    Bertrand kemudian dibawa ke Rumah Sakit Grestelina untuk mendapatkan pertolongan medis, namun kondisinya memburuk dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Jenazah korban diotopsi malam itu dan Iptu N langsung diamankan beserta senjata yang digunakan.

    Keterangan Saksi dan Reaksi Masyarakat

    Seorang saksi bernama DN (21) memberikan informasi tentang kronologi kejadian. DN menyebutkan bahwa kejadian berlangsung di depan Cafe Ur Mine (UM), Jl Toddopuli Raya, dan terdapat beberapa rangkaian kejadian seperti tabrakan dan perkelahian antara kelompok pemuda. Saat perkelahian berlangsung, polisi disebut datang menggunakan mobil biasa dan melepaskan tembakan ke udara.

    DN mengaku langsung berlari dan menyelamatkan diri saat mendengar letusan tersebut. Dari tempat perlindungan, ia melihat korban sudah diangkat, meskipun tidak dapat melihat detail kondisi korban karena jarak yang jauh.

    Pengakuan Keluarga Korban

    Ibu korban, Desi Manuhutu, mengungkapkan bahwa ia menerima kabar kematian anaknya saat masih berada di Jakarta. Informasi diterima sekitar pukul 11.00 WITA, meskipun kejadian berlangsung pada pukul 07.00 WITA. Desi merasa bingung dengan penyebab anaknya tertembak, karena menurutnya polisi biasanya menembak ke atas.

    Polisi memberikan penjelasan bahwa kejadian bermula dari konvoi yang berujung tawuran. Desi meminta agar kasus ini ditangani secara transparan dan mempercayakan proses pemeriksaan kepada pihak berwajib.

    Proses Otopsi dan Kondisi Jenazah

    Desi mengungkapkan bahwa jenazah anaknya diotopsi di Rumah Sakit Bhayangkara. Meskipun ia ingin melihat kondisi jenazah secara langsung, ia memilih untuk mempercayakan urusan tersebut kepada ayah korban. Adik korban sempat ingin membuka bagian yang diduga bekas tembakan, tetapi urung dilakukan karena khawatir darah akan keluar.

    Meski demikian, keluarga sempat mendokumentasikan kondisi memar di wajah korban. Adik korban menyimpan foto tersebut, meskipun kini tidak terlalu terlihat karena pengaruh formalin.




    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    KPK Ungkap Keterlibatan Hilman Latief dalam Korupsi Kuota Haji

    By adm_imr4 April 20264 Views

    Mobil Hybrid Boleh Gunakan Plat Biru? Ini Aturannya

    By adm_imr4 April 20263 Views

    Editing Gratis Memicu Kekesalan Publik atas Kasus Videografer Amsal Sitepu

    By adm_imr3 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    30 Ucapan Selamat Paskah 2026 Penuh Kasih dalam Bahasa Inggris dan Artinya

    4 April 2026

    Harga TBS Sawit Sumut Tembus Rp4.059,20 per Kg di Awal 2026

    4 April 2026

    5 Tips Efektif Mengatasi Wajah Berminyak

    4 April 2026

    Kekalahan Praka Farizal di Lebanon, DPR Minta Evaluasi dan Pengundangan Pasukan Damai

    4 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?