Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Harga TBS Sawit Sumut Tembus Rp4.059,20 per Kg di Awal 2026

    4 April 2026

    5 Tips Efektif Mengatasi Wajah Berminyak

    4 April 2026

    Kekalahan Praka Farizal di Lebanon, DPR Minta Evaluasi dan Pengundangan Pasukan Damai

    4 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 4 April 2026
    Trending
    • Harga TBS Sawit Sumut Tembus Rp4.059,20 per Kg di Awal 2026
    • 5 Tips Efektif Mengatasi Wajah Berminyak
    • Kekalahan Praka Farizal di Lebanon, DPR Minta Evaluasi dan Pengundangan Pasukan Damai
    • Ipang Wahid: Ini Bukan Hanya Kasus Satu Orang
    • Siap-siap, Parkir Surabaya Wajib Pakai Voucher Segera Berlaku
    • KPK Ungkap Keterlibatan Hilman Latief dalam Korupsi Kuota Haji
    • Peta Politik PKB Malang Memanas, Gus Kholik Hadapi Tantangan Berat dari Internal Partai
    • 5 cara menghilangkan kerutan di sekitar mata
    • Promo Murah Indomaret dan Alfamart Senin 30 Maret 2026: Twistko Rp14.400, Roma Sandwich Rp22.000
    • Live Streaming Kualifikasi MotoGP Amerika dan Masalah Garasi Ducati
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Teknologi»Konektivitas Pemicu Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

    Konektivitas Pemicu Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

    adm_imradm_imr21 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Konektivitas ASEAN yang Semakin Kuat

    Sudah memasuki tahun 2026, perkembangan zaman khususnya di kawasan ASEAN terus berkembang pesat. Salah satu aspek yang semakin menjadi fokus adalah konektivitas ASEAN, yang tidak lagi hanya menjadi wacana belaka. Berbagai langkah telah diambil agar transaksi lintas negara bisa berjalan lebih luas, rapi, dan terarah. Perbankan memiliki peran penting dalam menjalankan konsep ini. Kabar baiknya, hal ini membuka peluang besar bagi dunia usaha.

    Kerja Sama Ekonomi ASEAN yang Lebih Terarah

    Pada KTT ASEAN ke-46, ditetapkan ASEAN Economic Community (AEC) Strategic Plan 2026-2030 sebagai blueprint untuk transformasi ekonomi kawasan. Tujuan rencana strategis ini adalah memperkuat integrasi ekonomi kawasan serta keberlanjutan. Konektivitas ASEAN bertujuan mempercepat arus perdagangan, investasi, dan ekspansi bisnis intra-ASEAN. AEC juga mendorong integrasi ekonomi lintas negara dengan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan. Kerja sama ekonomi ASEAN ini menjadi lebih terarah dan berdampak positif pada ekonomi Indonesia ke depannya.

    Pemerintah Indonesia sejak 2023 telah menjadikan konektivitas sebagai fokus utama. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa konektivitas merupakan elemen kunci dalam pembangunan ekonomi terpadu di ASEAN. Ia menekankan pentingnya tidak hanya membuat kebijakan, tetapi juga melaksanakannya secara praktis agar infrastruktur dan konektivitas di ASEAN dapat segera terwujud.

    Peluang Bisnis Lintas Negara Makin Terbuka

    Integritas ekonomi lintas negara ASEAN meningkatkan peluang bisnis lintas negara menjadi semakin terbuka. Peran perbankan sangat penting dalam urusan transaksi yang berjalan tanpa kendala. Hal ini didukung oleh data UOB Business Outlook Study 2025, sebuah studi yang melibatkan lebih dari 525 responden pelaku UKM dan koperasi di Indonesia. Studi ini memberikan gambaran komprehensif mengenai sentimen dunia usaha di tengah situasi yang terus berubah.

    Dalam studi tersebut disebutkan bahwa perdagangan global saat ini menghadapi tantangan, namun mayoritas pelaku usaha memperkirakan perdagangan intra-ASEAN akan terus tumbuh sebagai dampak dari tarif baru AS. Lebih dari setengah perusahaan berencana mempercepat ekspansi internasional mereka untuk memanfaatkan peluang global. Perusahaan menengah serta pelaku di sektor kesehatan dan perdagangan wholesale menunjukkan niat ekspansi paling tinggi. Langkah ini juga didorong oleh keinginan untuk mengurangi risiko usaha melalui diversifikasi pasar.

    Studi ini juga menunjukkan bahwa separuh pelaku usaha di Indonesia tetap optimis meski menghadapi tekanan ekonomi global seperti inflasi yang meningkat dan dampak dari tarif impor baru dari AS. Fokus utama dunia usaha kini tertuju pada transformasi digital, keberlanjutan bisnis, dan ekspansi ke pasar internasional, terutama ASEAN. UOB hadir untuk memfasilitasi cross-border trade, investment, dan pembiayaan korporasi lintas pasar.

    Peran Perbankan dalam Memfasilitasi Transaksi Lintas Pasar

    Peran perbankan sangat penting dalam mendukung aktivitas ekonomi lintas pasar. Salah satunya adalah UOB yang aktif menjembatani proses masuknya investasi yang masuk ke Indonesia, mulai dari akuisisi, joint venture, hingga ekspansi perusahaan internasional yang ingin membangun pijakan di pasar domestik. UOB berperan sebagai penghubung bisnis lintas negara di ASEAN.

    Dengan kehadiran kuat di Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura, dan negara ASEAN lainnya, UOB membantu perusahaan yang ingin ekspor, impor, atau ekspansi regional tanpa harus membangun relasi perbankan dari nol di tiap negara. Nasabah cukup memanfaatkan satu ekosistem bank yang terintegrasi untuk masuk ke berbagai pasar, sehingga membuat transaksi lintas pasar lebih mudah.

    Harapman Kasan, Wholesale Banking Director, UOB Indonesia mengatakan, “Keunggulan UOB terletak pada jaringan regional kami di ASEAN yang kuat dan saling terhubung. Dengan satu ekosistem perbankan yang terintegrasi, kami membantu mendampingi nasabah berekspansi, mendukung pertumbuhan berkelanjutan bisnisnya, tanpa kompleksitas membangun hubungan perbankan terpisah di setiap negara.”

    UOB Infinity Jadi Pendukung Bisnis

    Untuk mendukung dan memfasilitasi transaksi lintas pasar menjadi lebih efisien, UOB meluncurkan UOB Infinity pada Januari 2023 lalu. UOB Infinity adalah platform digital yang memungkinkan bisnis untuk mengelola keperluan perbankan dengan cara yang lebih sederhana, lebih pintar, dan disesuaikan dengan kebutuhan. Platform ini pertama kali diluncurkan di Singapura dan kini tersedia di 11 negara lainnya di Asia Tenggara.

    Platform ini khusus ditujukan bagi nasabah korporasi serta UKM dan menawarkan dashboard yang dapat disesuaikan agar nasabah dapat memprioritaskan dan menampilkan informasi keuangan secara real time, seperti status transaksi, urusan yang tertunda, serta informasi akun lainnya. Seiring meningkatnya kompleksitas rantai pasok dan kebutuhan akan pengelolaan arus kas yang lebih efisien, UOB Infinity terus dikembangkan dengan kapabilitas yang semakin komprehensif.

    UOB Infinity Financial Supply Chain Management (FSCM) Bantu Bisnis Lebih Efisien

    Melalui UOB Infinity FSCM, klien korporasi dapat menikmati kemampuan manajemen rantai pasok keuangan baru serta mendapatkan serangkaian solusi yang komprehensif, mulai dari pengadaan hingga pembayaran, pemesanan, hingga produksi, penjualan, dan collection dalam satu platform tunggal. Fitur UOB Infinity FSCM juga akan membantu meningkatkan efisiensi bisnis dengan memungkinkan transmisi dan verifikasi dokumen perdagangan yang aman secara digital. Selain itu, nasabah juga dapat melakukan permintaan pembiayaan dalam satu platform tunggal.

    Kemampuan UOB Infinity FSCM yang baru akan meningkatkan dan melengkapi solusi manajemen kas yang ada dalam rangka memudahkan dunia bisnis dalam meninjau, merencanakan, dan mengelola modal kerja di seluruh siklus perdagangan mulai dari pembayaran hingga penagihan. Fitur ini juga akan memungkinkan klien korporasi untuk terhubung secara digital dengan pemasok, pembeli, dan distributor di pasar-pasar utama di ASEAN dan Tiongkok Raya.

    Dengan langkah-langkah ini diharapkan mampu mempermudah kerjasama ekonomi ASEAN dan mendukung konektivitas ASEAN serta membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Mengapa Mobil Baru Kehilangan Tenaga Setelah 2 Tahun?

    By adm_imr4 April 20260 Views

    Samsung Galaxy A57 5G, Ponsel A Series dengan AI Canggih dan Performa Tangguh

    By adm_imr4 April 20261 Views

    Tiongkok Selidiki Akuisisi Startup AI Singapura oleh Induk Instagram

    By adm_imr3 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Harga TBS Sawit Sumut Tembus Rp4.059,20 per Kg di Awal 2026

    4 April 2026

    5 Tips Efektif Mengatasi Wajah Berminyak

    4 April 2026

    Kekalahan Praka Farizal di Lebanon, DPR Minta Evaluasi dan Pengundangan Pasukan Damai

    4 April 2026

    Ipang Wahid: Ini Bukan Hanya Kasus Satu Orang

    4 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?