Konektivitas ASEAN yang Semakin Kuat
Sudah memasuki tahun 2026, perkembangan zaman khususnya di kawasan ASEAN terus berkembang pesat. Salah satu aspek yang semakin menjadi fokus adalah konektivitas ASEAN, yang tidak lagi hanya menjadi wacana belaka. Berbagai langkah telah diambil agar transaksi lintas negara bisa berjalan lebih luas, rapi, dan terarah. Perbankan memiliki peran penting dalam menjalankan konsep ini. Kabar baiknya, hal ini membuka peluang besar bagi dunia usaha.
Kerja Sama Ekonomi ASEAN yang Lebih Terarah
Pada KTT ASEAN ke-46, ditetapkan ASEAN Economic Community (AEC) Strategic Plan 2026-2030 sebagai blueprint untuk transformasi ekonomi kawasan. Tujuan rencana strategis ini adalah memperkuat integrasi ekonomi kawasan serta keberlanjutan. Konektivitas ASEAN bertujuan mempercepat arus perdagangan, investasi, dan ekspansi bisnis intra-ASEAN. AEC juga mendorong integrasi ekonomi lintas negara dengan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan. Kerja sama ekonomi ASEAN ini menjadi lebih terarah dan berdampak positif pada ekonomi Indonesia ke depannya.
Pemerintah Indonesia sejak 2023 telah menjadikan konektivitas sebagai fokus utama. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa konektivitas merupakan elemen kunci dalam pembangunan ekonomi terpadu di ASEAN. Ia menekankan pentingnya tidak hanya membuat kebijakan, tetapi juga melaksanakannya secara praktis agar infrastruktur dan konektivitas di ASEAN dapat segera terwujud.
Peluang Bisnis Lintas Negara Makin Terbuka

Integritas ekonomi lintas negara ASEAN meningkatkan peluang bisnis lintas negara menjadi semakin terbuka. Peran perbankan sangat penting dalam urusan transaksi yang berjalan tanpa kendala. Hal ini didukung oleh data UOB Business Outlook Study 2025, sebuah studi yang melibatkan lebih dari 525 responden pelaku UKM dan koperasi di Indonesia. Studi ini memberikan gambaran komprehensif mengenai sentimen dunia usaha di tengah situasi yang terus berubah.
Dalam studi tersebut disebutkan bahwa perdagangan global saat ini menghadapi tantangan, namun mayoritas pelaku usaha memperkirakan perdagangan intra-ASEAN akan terus tumbuh sebagai dampak dari tarif baru AS. Lebih dari setengah perusahaan berencana mempercepat ekspansi internasional mereka untuk memanfaatkan peluang global. Perusahaan menengah serta pelaku di sektor kesehatan dan perdagangan wholesale menunjukkan niat ekspansi paling tinggi. Langkah ini juga didorong oleh keinginan untuk mengurangi risiko usaha melalui diversifikasi pasar.
Studi ini juga menunjukkan bahwa separuh pelaku usaha di Indonesia tetap optimis meski menghadapi tekanan ekonomi global seperti inflasi yang meningkat dan dampak dari tarif impor baru dari AS. Fokus utama dunia usaha kini tertuju pada transformasi digital, keberlanjutan bisnis, dan ekspansi ke pasar internasional, terutama ASEAN. UOB hadir untuk memfasilitasi cross-border trade, investment, dan pembiayaan korporasi lintas pasar.
Peran Perbankan dalam Memfasilitasi Transaksi Lintas Pasar

Peran perbankan sangat penting dalam mendukung aktivitas ekonomi lintas pasar. Salah satunya adalah UOB yang aktif menjembatani proses masuknya investasi yang masuk ke Indonesia, mulai dari akuisisi, joint venture, hingga ekspansi perusahaan internasional yang ingin membangun pijakan di pasar domestik. UOB berperan sebagai penghubung bisnis lintas negara di ASEAN.
Dengan kehadiran kuat di Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura, dan negara ASEAN lainnya, UOB membantu perusahaan yang ingin ekspor, impor, atau ekspansi regional tanpa harus membangun relasi perbankan dari nol di tiap negara. Nasabah cukup memanfaatkan satu ekosistem bank yang terintegrasi untuk masuk ke berbagai pasar, sehingga membuat transaksi lintas pasar lebih mudah.
Harapman Kasan, Wholesale Banking Director, UOB Indonesia mengatakan, “Keunggulan UOB terletak pada jaringan regional kami di ASEAN yang kuat dan saling terhubung. Dengan satu ekosistem perbankan yang terintegrasi, kami membantu mendampingi nasabah berekspansi, mendukung pertumbuhan berkelanjutan bisnisnya, tanpa kompleksitas membangun hubungan perbankan terpisah di setiap negara.”
UOB Infinity Jadi Pendukung Bisnis

Untuk mendukung dan memfasilitasi transaksi lintas pasar menjadi lebih efisien, UOB meluncurkan UOB Infinity pada Januari 2023 lalu. UOB Infinity adalah platform digital yang memungkinkan bisnis untuk mengelola keperluan perbankan dengan cara yang lebih sederhana, lebih pintar, dan disesuaikan dengan kebutuhan. Platform ini pertama kali diluncurkan di Singapura dan kini tersedia di 11 negara lainnya di Asia Tenggara.
Platform ini khusus ditujukan bagi nasabah korporasi serta UKM dan menawarkan dashboard yang dapat disesuaikan agar nasabah dapat memprioritaskan dan menampilkan informasi keuangan secara real time, seperti status transaksi, urusan yang tertunda, serta informasi akun lainnya. Seiring meningkatnya kompleksitas rantai pasok dan kebutuhan akan pengelolaan arus kas yang lebih efisien, UOB Infinity terus dikembangkan dengan kapabilitas yang semakin komprehensif.
UOB Infinity Financial Supply Chain Management (FSCM) Bantu Bisnis Lebih Efisien

Melalui UOB Infinity FSCM, klien korporasi dapat menikmati kemampuan manajemen rantai pasok keuangan baru serta mendapatkan serangkaian solusi yang komprehensif, mulai dari pengadaan hingga pembayaran, pemesanan, hingga produksi, penjualan, dan collection dalam satu platform tunggal. Fitur UOB Infinity FSCM juga akan membantu meningkatkan efisiensi bisnis dengan memungkinkan transmisi dan verifikasi dokumen perdagangan yang aman secara digital. Selain itu, nasabah juga dapat melakukan permintaan pembiayaan dalam satu platform tunggal.
Kemampuan UOB Infinity FSCM yang baru akan meningkatkan dan melengkapi solusi manajemen kas yang ada dalam rangka memudahkan dunia bisnis dalam meninjau, merencanakan, dan mengelola modal kerja di seluruh siklus perdagangan mulai dari pembayaran hingga penagihan. Fitur ini juga akan memungkinkan klien korporasi untuk terhubung secara digital dengan pemasok, pembeli, dan distributor di pasar-pasar utama di ASEAN dan Tiongkok Raya.
Dengan langkah-langkah ini diharapkan mampu mempermudah kerjasama ekonomi ASEAN dan mendukung konektivitas ASEAN serta membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.






