Kebakaran di Nunukan: Penurunan Angka Tapi Masih Ada Kendala
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), mencatat sebanyak 27 kasus kebakaran terjadi sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, meski masih ada tantangan dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
Mayoritas kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik, atau hubungan arus pendek. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdamkarmat Nunukan, Wahyudi Kawariyin, menjelaskan bahwa faktor instalasi listrik yang tidak sesuai standar masih menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran. Penggunaan kabel yang sudah usang, beban listrik berlebih, serta pemakaian colokan cabang secara bertumpuk dinilai sangat berisiko memicu panas berlebih hingga percikan api.
“Dari 27 kejadian kebakaran, sebagian besar dipicu oleh korsleting listrik akibat instalasi yang tidak aman,” ujar Wahyudi kepada Infomalangraya.com, Minggu (25/01/2026).
Ia menyebutkan, dari total kejadian tersebut, 23 kasus berhasil ditangani, sementara empat kejadian lainnya berada di luar jangkauan layanan Disdamkarmat, karena keterbatasan personel dan sarana pemadam kebakaran di wilayah tertentu. Seperti kejadian kebakaran di Pa Betung, Kecamatan Krayan Timur, dan di Sei Manggaris, kami belum memiliki pos maupun armada pemadam di wilayah tersebut.
Berdasarkan data Disdamkarmat, sekitar 60 persen atau 16 kejadian kebakaran menimpa rumah tinggal warga. Sementara itu, frekuensi kebakaran tertinggi terjadi pada bulan September dan Desember, masing-masing tercatat empat kejadian. Kebakaran terbesar terjadi di Mansalong, Kecamatan Lumbis, pada pertengahan September 2025, yang menghanguskan lebih dari 50 rumah dan toko milik warga.

Meskipun demikian, Ia menilai jumlah kebakaran sepanjang 2025 merupakan yang terendah dalam lima tahun terakhir. Ia memaparkan, pada 2021 dan 2022 masing-masing tercatat 36 kejadian, tahun 2023 sebanyak 44 kejadian, dan tahun 2024 meningkat menjadi 53 kejadian kebakaran. Penurunan ini menunjukkan bahwa sosialisasi dan edukasi pencegahan kebakaran mulai memberikan dampak positif di masyarakat.
Wahyudi menegaskan upaya pencegahan harus terus diperkuat melalui penyuluhan kebakaran dini, serta pembinaan relawan kebakaran di desa dan kecamatan secara berkelanjutan. “Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran yang bisa terjadi kapan saja. Jika melihat atau mengalami kebakaran, segera laporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran agar cepat ditangani.”
Faktor Penyebab Kebakaran yang Umum Terjadi
Instalasi Listrik Tidak Sesuai Standar
Penggunaan kabel yang sudah usang, beban listrik berlebih, serta pemakaian colokan cabang secara bertumpuk sering kali menjadi penyebab utama kebakaran. Instalasi listrik yang tidak memenuhi standar dapat menyebabkan korsleting yang berpotensi memicu api.Penggunaan Alat Listrik yang Tidak Aman
Penggunaan alat listrik yang tidak sesuai dengan kapasitas daya atau penggunaan peralatan elektronik yang rusak juga bisa menjadi faktor risiko. Hal ini bisa menyebabkan panas berlebih dan percikan api.Tidak Adanya Kesadaran Masyarakat
Meski sosialisasi pencegahan kebakaran telah dilakukan, kesadaran masyarakat tentang pentingnya keamanan listrik dan tindakan pencegahan masih perlu ditingkatkan.
Langkah-Langkah Pencegahan yang Dilakukan
Sosialisasi dan Edukasi
Disdamkarmat Nunukan aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang cara mencegah kebakaran. Hal ini dilakukan melalui seminar, pelatihan, dan kampanye kesadaran masyarakat.Pembinaan Relawan
Pembinaan relawan kebakaran di tingkat desa dan kecamatan juga menjadi fokus utama. Relawan ini diharapkan dapat membantu dalam deteksi dini dan respons cepat saat terjadi kebakaran.Peningkatan Sarana dan Prasarana
Upaya peningkatan sarana dan prasarana pemadam kebakaran dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan. Namun, kendala keterbatasan armada masih menjadi masalah di wilayah terpencil.
Kesimpulan
Angka kebakaran di Nunukan pada tahun 2025 menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, masih ada tantangan dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Dengan terus memperkuat sosialisasi, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan memperluas jangkauan layanan, diharapkan angka kebakaran bisa terus diminimalisir.







