Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Doa Basuh Kaki untuk Jalannya Lurus yang Diridhai Allah

    28 April 2026

    Mahfud MD Bongkar Skandal MBG: Triliunan Hilang untuk Mobil hingga Kaos, Hanya Rp 34 M untuk Makan

    28 April 2026

    Resmi! Pedro Matos Tak Bisa Bela Persebaya Lawan Arema FC di Derby Jawa Timur

    28 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 28 April 2026
    Trending
    • Doa Basuh Kaki untuk Jalannya Lurus yang Diridhai Allah
    • Mahfud MD Bongkar Skandal MBG: Triliunan Hilang untuk Mobil hingga Kaos, Hanya Rp 34 M untuk Makan
    • Resmi! Pedro Matos Tak Bisa Bela Persebaya Lawan Arema FC di Derby Jawa Timur
    • 5 Perbedaan Mendasar UKM dan IKM yang Jelas
    • Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha, Pemda DIY Tegaskan Tidak Bisa Ditoleransi
    • 4 Amalan Pahala Setara Haji, Jangan Sedih bagi Muslim yang Belum Bisa ke Tanah Suci
    • Keutamaan Shalat Tahajud, Tingkatkan Derajat dan Ampuni Dosa Masa Lalu
    • Jangan Tertipu! Ini Cara Mengenali Wagyu Asli agar Tak Rugi
    • Misteri Jejak Raksasa di Aceh Selatan: Wisata Ikonik 2026
    • 4 Film Indonesia Pilihan di April 2026, Kolaborasi Angga Yunanda dan Maudy Ayunda
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Nasional»Kronologi Beasiswa LPDP yang Tuai Kritik dan Permintaan Maaf

    Kronologi Beasiswa LPDP yang Tuai Kritik dan Permintaan Maaf

    adm_imradm_imr1 Maret 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kronologi Kontroversi Beasiswa LPDP yang Menyedot Perhatian Publik

    Video yang viral di media sosial awalnya dimulai dari unggahan Dwi Sasetyaningtyas, seorang alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang kini menjadi perbincangan hangat. Dalam konten tersebut, ia membagikan kebanggaannya atas anaknya yang resmi menjadi Warga Negara Inggris (WNA). Ia menyampaikan pernyataan kontroversial dengan mengatakan, “Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan.” Pernyataan ini langsung memicu reaksi keras dari warganet.

    Kritik terhadap Dwi tidak hanya berhenti pada pernyataannya, tetapi juga mulai menyoroti kehidupan pribadinya. Banyak netizen menganggap bahwa sebagai penerima beasiswa LPDP, Dwi seharusnya lebih bijak dalam menyampaikan pendapat dan menjaga rasa hormat terhadap negara yang telah memberinya kesempatan untuk belajar.

    1. Membuat Konten Bangga Anak Jadi WNA

    Dwi Sasetyaningtyas, dikenal dengan sapaan Tyas, adalah lulusan Teknik Kimia ITB yang kemudian melanjutkan studi S2 di Delft University of Technology, Belanda. Ia mendapatkan beasiswa LPDP pada tahun 2015 dan lulus pada 2017. Selama masa pengabdiannya, ia aktif dalam berbagai proyek lingkungan, seperti penanaman pohon bakau di pesisir pantai Indonesia dan membantu ibu rumah tangga dalam berpenghasilan.

    Setelah menyelesaikan studi, Dwi kembali ke Indonesia hingga tahun 2023. Namun, ia kembali ke Inggris karena suaminya, AP, bekerja sebagai konsultan periset di University of Plymouth.

    Dalam konten yang dibagikannya, Dwi menjelaskan bahwa pernyataannya itu merupakan bentuk pelampiasan rasa kecewa terhadap kebijakan pemerintah. Ia merasa lelah menjadi WNI dan berharap bisa menyuarakan kepentingan rakyat sebagai penerima beasiswa UANG RAKYAT.

    Namun, banyak netizen menilai bahwa komentar tersebut terkesan merendahkan status WNI dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh LPDP.

    2. Suami Dwi Ternyata Alumni LPDP

    Sebuah fakta baru muncul ketika seorang netizen menemukan bahwa suami Dwi, AP, juga merupakan alumni LPDP. Informasi ini didapatkan dari tesis AP yang menyebutkan adanya dukungan dari LPDP. Hal ini bertentangan dengan pernyataan Dwi sebelumnya bahwa suaminya bukan penerima beasiswa LPDP.

    Selain itu, ada dugaan bahwa AP belum menyelesaikan kewajibannya sebagai penerima beasiswa LPDP hingga selama 8 tahun. Hal ini memperbesar kontroversi dan membuat netizen semakin marah.

    3. Dwi Meminta Maaf, LPDP Ikut Memberi Teguran

    Setelah kontroversi membesar, Dwi akhirnya membuat pernyataan permohonan maaf kepada publik. Ia mengaku bahwa pernyataannya itu dilontarkan dalam keadaan emosi. Meskipun begitu, banyak netizen merasa bahwa pernyataan tersebut tidak cukup untuk membenarkan tindakannya.

    LPDP juga memberikan klarifikasi dan teguran kepada Dwi. Mereka menyayangkan tindakan yang tidak mencerminkan nilai integritas dan profesionalisme yang ditanamkan oleh LPDP. LPDP menjelaskan bahwa Dwi sudah menyelesaikan studi dan masa pengabdiannya sesuai ketentuan. Oleh karena itu, mereka tidak lagi memiliki hubungan hukum dengan Dwi.

    Namun, LPDP tetap akan melakukan komunikasi dengan Dwi agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan memahami kewajiban kebangsaan sebagai penerima beasiswa.

    4. LPDP Siap Menelusuri Kasus AP

    Terkait suami Dwi, AP, LPDP juga sedang melakukan penelusuran. Mereka menduga bahwa AP belum menyelesaikan kewajibannya sebagai penerima beasiswa LPDP. Saat ini, LPDP sedang melakukan pendalaman internal dan akan memanggil AP untuk klarifikasi.

    Jika terbukti bahwa AP belum memenuhi kewajibannya, LPDP akan menindaklanjuti dengan sanksi, termasuk pengembalian dana beasiswa. LPDP berkomitmen untuk menjaga integritas institusi dan menegakkan aturan secara adil dan konsisten.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Mahfud MD Bongkar Skandal MBG: Triliunan Hilang untuk Mobil hingga Kaos, Hanya Rp 34 M untuk Makan

    By adm_imr28 April 20261 Views

    Tak Terlihat, Tak Terekam: Kekuasaan Sosial di Balik Angka JKA

    By adm_imr28 April 20262 Views

    Alasan AW Brimob Minta Maaf Atas Keributan Gerebek Istrinya Selingkuh

    By adm_imr28 April 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Doa Basuh Kaki untuk Jalannya Lurus yang Diridhai Allah

    28 April 2026

    Mahfud MD Bongkar Skandal MBG: Triliunan Hilang untuk Mobil hingga Kaos, Hanya Rp 34 M untuk Makan

    28 April 2026

    Resmi! Pedro Matos Tak Bisa Bela Persebaya Lawan Arema FC di Derby Jawa Timur

    28 April 2026

    5 Perbedaan Mendasar UKM dan IKM yang Jelas

    28 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?