Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Naskah Khutbah Jumat 29 Mei 2026: 4 Amalan Penting Zulhijah dan Setelah Idul Adha

    3 Juni 2026

    Rencana Alun-Alun Kepanjen Rp300 M Picu Kontroversi, Plt Ketua DPRD Malang Minta Pembahasan Segera

    3 Juni 2026

    Satu Keluarga Tewas di Temanggung, Hobi BBQ Jadi Sorotan

    3 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 3 Juni 2026
    Trending
    • Naskah Khutbah Jumat 29 Mei 2026: 4 Amalan Penting Zulhijah dan Setelah Idul Adha
    • Rencana Alun-Alun Kepanjen Rp300 M Picu Kontroversi, Plt Ketua DPRD Malang Minta Pembahasan Segera
    • Satu Keluarga Tewas di Temanggung, Hobi BBQ Jadi Sorotan
    • 9 tanda maag parah yang tidak boleh diabaikan!
    • 8 Kebiasaan Pagi yang Mengubah Hidup Anda dalam 60 Hari
    • Saige Luncurkan Pabrik Kedua di Karawang, Perkenalkan Lima Motor Listrik Baru di Indonesia
    • Jadwal Kapal Pelni Voyage 10: Jakarta-Bitung via Surabaya-Ambon-Ternate 2-15 Juni
    • Sutradara Pesta Babi Buka-bukaan Soal Pendanaan Film
    • Imam soroti ketidaksesuaian kebijakan FIFA menjelang Piala Dunia 2026
    • Pandangan: Sekolah Jauhkan Siswa dari Layar
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Malang Raya»Kurangnya Air Bersih, Wakil Wali Kota Gencarkan Rehabilitasi Hutan Berbasis Ekonomi

    Kurangnya Air Bersih, Wakil Wali Kota Gencarkan Rehabilitasi Hutan Berbasis Ekonomi

    adm_imradm_imr4 Mei 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kondisi Sumber Mata Air di Kota Batu

    Sejumlah sumber mata air di Kota Batu dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan debit. Hal ini disampaikan oleh Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto. Ia menjelaskan bahwa meski penurunan tidak signifikan, kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah untuk melakukan revitalisasi berbasis kolaborasi lintas sektor.

    “Ya, kami melihat ada penurunan meskipun tidak signifikan. Totalnya yang terdata saat ini terdapat sekitar 273 titik sumber mata air. Ini belum mencakup keseluruhan potensi yang ada,” kata Heli Suyanto, Senin (27/4/2026).

    Alih Fungsi Lahan Jadi Pemicu Utama

    Untuk mengantisipasi agar debit air tak semakin menurun dan sumber mata air ini mengalir lagi, Pemkot Batu mendorong adanya kegiatan pelestarian terus didorong, seperti ‘nguri-uri’ atau menjaga keberlangsungan sumber mata air.

    “Nantinya perlu diklasifikasikan, apakah itu sumber utama, anak sumber, atau rembesan. Semua harus dihitung secara bersama,” jelasnya.

    Heli mengatakan, penurunan debit mata air juga terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Penyebabnya, ada sejumlah faktor, satu diantaranya karena meningkatnya pemanfaatan air hingga alih fungsi lahan di kawasan hulu yang saat ini terjadi di Kota Batu.

    “Faktornya banyak. Mulai dari pemanfaatan yang berlebihan hingga perubahan fungsi lahan. Untuk memastikan penyebabnya diperlukan kajian teknis lebih lanjut,” ujarnya.

    Revitalisasi Kawasan Hutan sebagai Solusi

    Sebagai langkah pencegahan sekaligus penanganan, Pemkot Batu mulai menggencarkan program revitalisasi kawasan hutan yang menjadi daerah resapan air. Program ini melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH), baik yang telah memiliki izin perhutanan sosial maupun yang belum.

    “Kami menggandeng kelompok tani hutan untuk terlibat dalam revitalisasi. Mereka yang sudah memiliki SK perhutanan sosial akan dilibatkan secara aktif,” terangnya.

    Menurut Mas Heli, konsep revitalisasi yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga mempertimbangkan nilai ekonomi masyarakat.

    “Hutan harus tetap berfungsi secara ekologis, tetapi masyarakat juga perlu mendapatkan manfaat ekonomi. Karena itu, jenis tanaman yang dikembangkan harus sesuai dengan kondisi kawasan sekaligus memiliki nilai jual,” ucapnya.

    Kolaborasi Antar OPD Diperlukan

    Pria berjambang tebal itu juga menjelaskan, terkait pengelolaan sumber daya air ini tidak bisa dilakukan secara sektoral. Koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) perlu diperkuat, khususnya antara Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bidang sumber daya air.

    “Pendekatan sektoral harus dikurangi. Untuk urusan lingkungan dan keberlanjutan semua pihak harus terlibat.”

    Langkah-Langkah yang Dilakukan

    • Klasifikasi Sumber Mata Air: Memastikan setiap sumber mata air dikategorikan dengan benar, baik sebagai sumber utama, anak sumber, atau rembesan.
    • Evaluasi Teknis: Melakukan kajian teknis lebih lanjut untuk menentukan penyebab penurunan debit air.
    • Partisipasi Masyarakat: Melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) dalam kegiatan revitalisasi hutan resapan air.
    • Pengembangan Tanaman Berkelanjutan: Memilih jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi kawasan dan memiliki nilai jual.
    • Koordinasi Antar OPD: Memperkuat kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR dalam pengelolaan sumber daya air.

    Peran Masyarakat dalam Pelestarian Air

    Selain upaya pemerintah, partisipasi masyarakat juga sangat penting dalam menjaga keberlanjutan sumber mata air. Dengan melibatkan komunitas lokal, program revitalisasi dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Rencana Alun-Alun Kepanjen Rp300 M Picu Kontroversi, Plt Ketua DPRD Malang Minta Pembahasan Segera

    By adm_imr3 Juni 20261 Views

    Mulai Rp 10 Ribu, 5 Bakso Enak Dekat Alun-Alun Pasuruan yang Bikin Nagih

    By adm_imr3 Juni 20262 Views

    Berita Arema FC Terkini: Rifad Marasabessy Mundur, Dalberto Beri Komentar Soal Kota Malang

    By adm_imr2 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Naskah Khutbah Jumat 29 Mei 2026: 4 Amalan Penting Zulhijah dan Setelah Idul Adha

    3 Juni 2026

    Rencana Alun-Alun Kepanjen Rp300 M Picu Kontroversi, Plt Ketua DPRD Malang Minta Pembahasan Segera

    3 Juni 2026

    Satu Keluarga Tewas di Temanggung, Hobi BBQ Jadi Sorotan

    3 Juni 2026

    9 tanda maag parah yang tidak boleh diabaikan!

    3 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?