Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Dugaan Pelanggaran Disiplin. Siapa Pria Tampan Keluar Hotel Bareng Pejabat Pemkab Malang? (Bag.1)

    3 Juli 2026

    HUT Bhayangkara ke-80: KNPI Dukung Polri Berantas Kekerasan Perempuan Berbasis Relasi Kuasa ‎

    1 Juli 2026

    Poster HUT ke-80 Bhayangkara Siap Pakai, Cetak atau Bagikan ke Media Sosial

    30 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 4 Juli 2026
    Trending
    • Dugaan Pelanggaran Disiplin. Siapa Pria Tampan Keluar Hotel Bareng Pejabat Pemkab Malang? (Bag.1)
    • HUT Bhayangkara ke-80: KNPI Dukung Polri Berantas Kekerasan Perempuan Berbasis Relasi Kuasa ‎
    • Poster HUT ke-80 Bhayangkara Siap Pakai, Cetak atau Bagikan ke Media Sosial
    • Apakah Olahraga Malam Bisa Kurangi Berat Badan?
    • Dua Orang Akui Jadi Ajudan Gubernur, Tipu 227 Warga Sumberporong Malang
    • Hakim Dwi Elyarahma Pimpin Sidang Perdana Kasus Suap Hery Susanto Hari Ini
    • KPK Selidiki Hilman Latief, Ungkap Skandal Kuota Haji dan Keterlibatan Fuad Hasan Masyhur
    • Denice Zamboanga Mundur dari Gelar Juara Dunia MMA untuk Jadi Ibu
    • Libur Sekolah, Penumpang KA di Stasiun Blitar Naik 500 Orang/Hari
    • Contoh Soal IPS Kelas 7 SMP: Lokasi Absolut dan Relatif Semester 1
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kajian Islam»Lirik Muwadda Ya Ramadan: Arab, Latin, dan Terjemahan

    Lirik Muwadda Ya Ramadan: Arab, Latin, dan Terjemahan

    adm_imradm_imr26 Maret 20268 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Lirik Qasidah Muwadda Ya Ramadhan yang Penuh Makna

    Qasidah Muwadda Ya Ramadhan kini menjadi salah satu lagu yang sangat populer di kalangan masyarakat, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan. Lagu ini tidak hanya menawarkan nada yang indah, tetapi juga memiliki makna mendalam yang menggambarkan perasaan haru dan kehilangan saat Ramadan akan berakhir.

    Lirik qasidah ini menyampaikan pesan-pesan yang dalam tentang perpisahan dengan bulan suci tersebut. Setiap bait lirik penuh dengan doa dan harapan agar bisa bertemu kembali dengan Ramadan di masa depan. Ini mencerminkan rasa cinta dan penghargaan terhadap bulan puasa yang begitu istimewa bagi umat Islam.

    Berikut adalah lirik lengkap dari qasidah Muwadda Ya Ramadhan:

    مُوَدَّعْ مُوَدَّعْ يَا رَمَضَانْ

    وَنَسْتَوْدِعُ اللهَ شَهْرَ الصِّيَامِ

    Muwadda‘ muwadda‘ yā Ramaḍān

    Wa nastawdi‘ullāha syahraṣ-ṣiyām

    Selamat tinggal, selamat tinggal wahai Ramadan

    Kami titipkan bulan puasa ini kepada Allah

    حُوَيْدِي أَعِدْ لِي (يَا رَمَضَانْ)

    حَدِيثَ الْحَبَائِبْ (يَا رَمَضَانْ)

    Ḥuwaidī a‘id lī (yā Ramaḍān)

    Ḥadīthal-ḥabāib (yā Ramaḍān)

    Wahai penembang, ulangi untukku (wahai Ramadan)

    Kisah tentang para kekasih (wahai Ramadan)

    وَمَا حَالَ مِنْهُمْ (يَا رَمَضَانْ)

    عَنِ الْعَيْنِ غَائِبْ (يَا رَمَضَانْ)

    Wa mā ḥāla minhum (yā Ramaḍān)

    ‘Anil-‘aini ghā’ib (yā Ramaḍān)

    Dan bagaimana keadaan mereka (wahai Ramadan)

    Yang telah hilang dari pandangan mata (wahai Ramadan)

    جَمِيلُ الْمُحَيَّا (يَا رَمَضَانْ)

    جَعِيدٌ أَمْ ذَوَائِبْ (يَا رَمَضَانْ)

    Jamīlul-muḥayyā (yā Ramaḍān)

    Ja‘īdun am dzawā’ib (yā Ramaḍān)

    Indah paras wajahnya (wahai Ramadan)

    Berambut ikal atau terurai (wahai Ramadan)

    رَعَى اللهُ لَيَالِي (يَا رَمَضَانْ)

    حُظِينَا بِوَصْلِهِ (يَا رَمَضَانْ)

    Ra‘allāhu layālī (yā Ramaḍān)

    Ḥuẓīnā biwaṣlih (yā Ramaḍān)

    Semoga Allah menjaga malam-malam (wahai Ramadan)

    Saat kita mendapat pertemuan dengannya (wahai Ramadan)

    وَطَابَ اتِّصَالِي (يَا رَمَضَانْ)

    بِعَلِّهِ وَنَهْلِهِ (يَا رَمَضَانْ)

    Wa ṭāba ittiṣālī (yā Ramaḍān)

    Bi‘allihi wa nahlīh (yā Ramaḍān)

    Dan indah kedekatanku (wahai Ramadan)

    Dengan tegukan dan regukannya (wahai Ramadan)

    فَيَا ذَا الْجَلَالِ (يَا رَمَضَانْ)

    لُفَّ شَمْلِي بِشَمْلِهِ (يَا رَمَضَانْ)

    Fa yā dzal-jalāl (yā Ramaḍān)

    Luffa syamlī bisyamlīh (yā Ramaḍān)

    Wahai Pemilik Keagungan (wahai Ramadan)

    Satukanlah diriku dalam ikatannya (wahai Ramadan)

    فَقَلْبِي مِنَ الْبُعْدِ (يَا رَمَضَانْ)

    وَالْهَجْرِ ذَائِبْ (يَا رَمَضَانْ)

    Faqalbī minal-bu‘di (yā Ramaḍān)

    Wal-hajri dzā’ib (yā Ramaḍān)

    Hatiku karena kejauhan (wahai Ramadan)

    Dan perpisahan pun meleleh (wahai Ramadan)

    أَنَا سَأَتْرُكُ الْهَمَّ (يَا رَمَضَانْ)

    وَأُوَاصِلْ سُرُورِي (يَا رَمَضَانْ)

    Anā sa’atrukul-hamm (yā Ramaḍān)

    Wa uwāṣil surūrī (yā Ramaḍān)

    Aku akan meninggalkan kesedihan (wahai Ramadan)

    Dan melanjutkan kebahagiaanku (wahai Ramadan)

    وَلِي رَبٌّ يَعْلَمْ (يَا رَمَضَانْ)

    بِخَافِي أُمُورِي (يَا رَمَضَانْ)

    Wa lī rabbun ya‘lam (yā Ramaḍān)

    Bikhāfī umūrī (yā Ramaḍān)

    Aku memiliki Tuhan yang mengetahui (wahai Ramadan)

    Segala rahasia urusanku (wahai Ramadan)

    أَرَى اللَّوْمَ عِنْدِي (يَا رَمَضَانْ)

    خَطَأً غَيْرَ صَائِبْ (يَا رَمَضَانْ)

    Aral-lawma ‘indī (yā Ramaḍān)

    Khaṭa’an ghaira ṣā’ib (yā Ramaḍān)

    Aku memandang celaan itu (wahai Ramadan)

    Sebagai kesalahan yang tidak tepat (wahai Ramadan)

    أَنَا مُسْتَجِيرٌ بِالْـ (يَا رَمَضَانْ)

    جَمَالِ الْمُكَمَّلْ (يَا رَمَضَانْ)

    Anā mustajīrun bil- (yā Ramaḍān)

    Jamālil-mukammal (yā Ramaḍān)

    Aku memohon perlindungan (wahai Ramadan)

    Pada keindahan yang sempurna (wahai Ramadan)

    وَمَنْ فِي النَّبِيِّينَ (يَا رَمَضَانْ)

    أَفْضَلْ وَأَكْمَلْ (يَا رَمَضَانْ)

    Wa man fin-nabiyyīn (yā Ramaḍān)

    Afḍal wa akmal (yā Ramaḍān)

    Dan yang paling utama (wahai Ramadan)

    Di antara para nabi (wahai Ramadan)

    أَبُو الْقَاسِمْ أَحْمَد (يَا رَمَضَانْ)

    لَنَا خَيْرَ مُرْسَلْ (يَا رَمَضَانْ)

    Abul-Qāsim Aḥmad (yā Ramaḍān)

    Lanā khaira mursal (yā Ramaḍān)

    Abu al-Qasim, Ahmad (wahai Ramadan)

    Bagi kami sebaik-baik utusan (wahai Ramadan)

    بِهِ تَنْقَضِي لِي (يَا رَمَضَانْ)

    جَمِيعُ الْمَطَالِبْ (يَا رَمَضَانْ)

    Bihi tanqaḍī lī (yā Ramaḍān)

    Jamī‘ul-maṭālib (yā Ramaḍān)

    Dengannya terpenuhi bagiku (wahai Ramadan)

    Segala hajat dan keinginan (wahai Ramadan)

    وَمَنْ كَانَ جَدُّهُ (يَا رَمَضَانْ)

    مُحَمَّدْ تَبَجَّحْ (يَا رَمَضَانْ)

    Wa man kāna jaddahu (yā Ramaḍān)

    Muḥammad tabajjaḥ (yā Ramaḍān)

    Barangsiapa yang kakeknya (wahai Ramadan)

    Adalah Muhammad, patutlah ia berbangga (wahai Ramadan)

    فَفِي كُلِّ وَزْنَةٍ (يَا رَمَضَانْ)

    فَوَزْنَتُهُ أَرْجَحْ (يَا رَمَضَانْ)

    Fafī kulli waznah (yā Ramaḍān)

    Fawaznatuhu arjaḥ (yā Ramaḍān)

    Dalam setiap timbangan (wahai Ramadan)

    Timbangannya lebih berat (wahai Ramadan)

    بِبَرْكَتِهِ رَبِّي (يَا رَمَضَانْ)

    يُجَاوِزْ وَيَسْمَحْ (يَا رَمَضَانْ)

    Bibarkatihi rabbī (yā Ramaḍān)

    Yujāwiz wa yasmaḥ (yā Ramaḍān)

    Dengan keberkahannya Tuhanku (wahai Ramadan)

    Mengampuni dan memaafkan (wahai Ramadan)

    إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْنَا (يَا رَمَضَانْ)

    جَمِيعُ الْمَذَاهِبْ (يَا رَمَضَانْ)

    Idzā ḍāqat ‘alainā (yā Ramaḍān)

    Jamī‘ul-mażāhib (yā Ramaḍān)

    Ketika terasa sempit bagi kami (wahai Ramadan)

    Segala jalan yang ada (wahai Ramadan)

    Pengaruh dan Makna Qasidah Muwadda Ya Ramadhan

    Qasidah Muwadda Ya Ramadhan bukan hanya sekadar lagu, tetapi juga menjadi sarana untuk merenungkan arti pentingnya bulan Ramadan. Setiap lirik mengandung nilai-nilai spiritual dan keimanan yang dalam. Masyarakat sering kali menggunakannya sebagai bahan renungan atau bahkan sebagai dasar untuk membaca sholawat dan doa-doa tertentu.



    Qasidah ini juga sering dinyanyikan dalam acara-acara keagamaan seperti tausiyah, sholawatan, dan even-even lainnya. Dengan nada yang lembut dan lirik yang penuh makna, qasidah ini mampu mengundang rasa khusyu dan keharuan dalam jiwa para pendengarnya.

    Dalam konteks kehidupan sehari-hari, qasidah ini juga menjadi pengingat bahwa Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan kebaikan. Ia mengajarkan kita untuk bersyukur atas semua anugerah yang diberikan oleh Allah SWT. Dengan demikian, qasidah ini tidak hanya sekadar lagu, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi keislaman yang kaya akan makna.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Jurnal “Menjaga Identitas di Tengah Keberagaman: Penguatan Karakter Muslim Muda di Thailand Selatan”

    By redaksi28 Juni 20265,356 Views

    Maulayya Shalwaa Alfajry Kia Uraikan Peran Pesantren dalam Transformasi Pendidikan Global di International Conference Santri Mendunia Batch 5

    By redaksi26 Juni 20267,314 Views

    Tahun Baru Islam, Kesempatan untuk Jadi Lebih Baik, Ini yang Harus Dilakukan

    By adm_imr25 Juni 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Dugaan Pelanggaran Disiplin. Siapa Pria Tampan Keluar Hotel Bareng Pejabat Pemkab Malang? (Bag.1)

    3 Juli 2026

    HUT Bhayangkara ke-80: KNPI Dukung Polri Berantas Kekerasan Perempuan Berbasis Relasi Kuasa ‎

    1 Juli 2026

    Poster HUT ke-80 Bhayangkara Siap Pakai, Cetak atau Bagikan ke Media Sosial

    30 Juni 2026

    Apakah Olahraga Malam Bisa Kurangi Berat Badan?

    30 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?