Menggali Kekayaan Kuliner Nusantara melalui Mantra
Mantra (Masakan Nusantara) adalah kampanye yang digelar oleh Tribun Network dengan tujuan untuk menggali dan menampilkan kekayaan kuliner Nusantara. Kekayaan tersebut lahir dari tradisi dan kearifan lokal, resep turun-temurun, serta konsistensi dalam mewariskan cita rasa khas Indonesia. Setiap daerah memiliki cerita unik yang terkait dengan makanan mereka, dan Mantra ingin memperkenalkannya kepada seluruh masyarakat.
Kearifan lokal Nusantara tumbuh dari cara hidup sehari-hari masyarakatnya. Salah satu wujudnya adalah pemanfaatan alam sekitar untuk menciptakan cita rasa khas daerah setempat. Mulai dari eksplorasi kekayaan bumi hingga ritual-ritual lokal yang terbentuk di bilik-bilik dapur bambu, semuanya menjadi bagian dari warisan budaya yang penting untuk dilestarikan.
Nilai-nilai tersebut juga termanifestasi dalam pemanfaatan benda-benda sederhana di sekitar dapur. Sabut kelapa, misalnya, sering digunakan sebagai alat pembakaran, sedangkan dedaunan dari pohon pisang, kelapa, maupun palem menggantikan fungsi piring sebagai tempat makan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara telah lama mengenal pentingnya penggunaan sumber daya alam secara efisien dan berkelanjutan.
Tidak kalah penting adalah eksistensi rempah-rempah yang umumnya hanya berjarak sepelemparan batu dari rumah. Rempah-rempah inilah yang dalam sejarahnya memegang peranan penting dalam praktik kolonialisme di Indonesia. Dengan berbagai jenis rempah seperti cabai, kayu manis, dan cengkeh, masyarakat Nusantara telah menjadikan rempah sebagai simbol kekayaan dan keragaman budaya.
Di tengah berbagai peristiwa besar yang terjadi di dunia, warisan tak kentara justru datang dari pencapaian kecil dan konsistensi yang penuh arti. Pencapaian tersebut hadir di tengah keluarga, usaha, pekerjaan, maupun komunitas di sekitar masyarakat. Semua hal ini membentuk identitas bangsa Indonesia hingga saat ini.
Berangkat dari semangat itu, Mantra hadir untuk memaknai dan membungkus cerita-cerita kekayaan cita rasa Nusantara melalui konten yang melibatkan masyarakat setempat. Perjalanan Mantra dimulai dari sisi barat Indonesia dan akan menjangkau tujuh pulau besar, yakni Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku, serta Papua. Setiap daerah tersebut akan memiliki representasi cerita cita rasa khas masing-masing.
Pendekatannya dirancang agar setiap kekhasan daerah dapat tersampaikan secara utuh kepada audiens. Untuk mewujudkan hal tersebut, konten Mantra dikemas dalam format foodgraphic yang menampilkan visual kuliner Nusantara dari tiap-tiap daerah. Visual tersebut dibalut dalam kisah historis, faktual, hingga asal-muasal kuliner setempat.
Melalui format itu, Mantra ingin menampilkan kuliner Nusantara dalam wujud ilustrasi yang representatif. Konten tersebut juga mengulas perjalanan historis sekaligus sejauh mana kuliner menjelma sebagai identitas suatu daerah. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga memahami makna di balik setiap hidangan.
Tidak hanya menyajikan konten, Tribun Network juga mengajak warga lokal untuk turut berpartisipasi melalui kompetisi memasak secara daring. Kompetisi tersebut mengusung format cook and tell yang mengajak siapa saja bercerita sembari memasak kuliner lokal kebanggaannya. Melalui format itu, akan banyak cerita yang dibagikan sekaligus resep yang bisa dicoba banyak orang.
Pendekatan tersebut menjadikan Mantra bukan sekadar tontonan, melainkan ruang interaksi yang hidup di tengah masyarakat. Kampanye Mantra telah bergulir sejak Maret 2026 dan akan berlangsung hingga September 2026. Menjangkau Indonesia dari ujung barat hingga timur, program ini hadir serentak di lebih dari 48 platform media sosial Tribun Network.
Tribun Network pun mengajak masyarakat untuk melangkah bersama dalam meneruskan warisan berharga kuliner asli Indonesia. Mari menyimak Mantra dan teruskan jejak rasa Nusantara melalui media sosial @tribunnews dan @povlokal.







