Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Khutbah Jumat 3 April 2026: Kualitas Rezeki Menentukan Kualitas Hidup

    6 April 2026

    Tarif Listrik 1-10 April 2026: Daftar Pelanggan Subsidi dan Non Subsidi

    6 April 2026

    Kepala Menteri Fajar: Kepercayaan Publik Naik, Jangan Berhenti Tingkatkan Kualitas

    6 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 6 April 2026
    Trending
    • Khutbah Jumat 3 April 2026: Kualitas Rezeki Menentukan Kualitas Hidup
    • Tarif Listrik 1-10 April 2026: Daftar Pelanggan Subsidi dan Non Subsidi
    • Kepala Menteri Fajar: Kepercayaan Publik Naik, Jangan Berhenti Tingkatkan Kualitas
    • Peringatan Pemadaman Listrik, Ini Wilayah Terdampak Mulai Hari Ini
    • Kemacetan Mengular di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Meski Puncak Arus Balik Lebaran Lewat
    • Pelaksanaan PP Tunas: Meta dan Google Dipanggil, TikTok dan Roblox Diberi Peringatan
    • Ketua DPRD Kota Malang Soroti Tantangan Global, Dorong RKPD 2027 yang Adaptif dan Tangguh
    • 5 rekomendasi sepatu Reebok untuk latihan gym
    • Mencicipi Sate Klathak Pak Pong, Kuliner Legendaris Bantul
    • Tiga Nama Calon Presiden FIGC Pengganti Gravina: Legenda AC Milan Pemenang Ballon d’Or Masuk Bursa
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Mencicipi Sate Klathak Pak Pong, Kuliner Legendaris Bantul

    Mencicipi Sate Klathak Pak Pong, Kuliner Legendaris Bantul

    adm_imradm_imr6 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Sejarah dan Perkembangan Sate Klathak Pak Pong

    Sate Klathak Pak Pong adalah salah satu kuliner legendaris yang telah berdiri selama hampir 30 tahun. Pendirinya, Dzakiron, menceritakan bagaimana usaha ini dimulai dari nol. Awalnya, ia membangun warung kecil dan sederhana pada tahun 1997. Bahkan, sebelum memiliki tempat tetap, ia sempat mengontrak kios-kios untuk menjual makanan.

    Penamaan “Sate Klathak Pak Pong” tidak dilakukan secara asal-asalan. Nama tersebut berasal dari kisah keluarga Dzakiron. Ia sering bangun tidur sampai siang hari, sehingga orang-orang menyebutnya “Jempong”. Dari sana, nama itu menjadi panggilan akrab dan akhirnya menjadi merek usaha yang sukses hingga saat ini.

    Meskipun sate klathak sendiri sudah ada sejak nenek moyang, Dzakiron berhasil melestarikan dan mengembangkan resep turun temurun. Menurutnya, tidak ada resep khusus yang dibuat sendiri. Semua resep berasal dari generasi sebelumnya, terutama dari kakeknya. Hal ini membuat rasa sate klathak tetap autentik dan unik.

    Di dalam menu Sate Klathak Pak Pong, terdapat berbagai pilihan hidangan seperti sate klathak, sate kecap, tongseng, tengkleng, dan lainnya. Harga per porsi berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp37 ribu. Setiap hari, Dzakiron bisa menyembelih sekitar 30 domba untuk memenuhi permintaan konsumen di tiga cabang usahanya.

    Namun, pada momen Lebaran 2026, daya beli konsumen menurun drastis. Menurut Dzakiron, penjualan per hari hanya mencapai sekitar 50-an domba, jauh lebih sedikit dibandingkan Lebaran tahun lalu yang mencapai 70-an domba. Ia belum dapat memastikan penyebab penurunan ini, namun diperkirakan karena semakin banyaknya penjual kuliner serupa serta liburan akhir tahun 2025 yang masih dekat dengan Lebaran 2026.

    Stok Domba dan Kebijakan Ekspansi

    Meskipun penjualan menurun, pasokan domba untuk kebutuhan produksi masih aman. Saat ini, stok domba disuplai dari Jawa Tengah, khususnya dari Temanggung dan Wonosobo. Dzakiron mengatakan bahwa daerah Yogyakarta tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan, sehingga perlu pengadaan dari luar daerah.

    Sejauh ini, pihaknya belum berencana melakukan ekspansi ke luar Daerah Istimewa Yogyakarta. Dzakiron ingin menjaga keaslian produk dan memastikan wisatawan yang ingin mencoba Sate Klathak Pak Pong langsung datang ke Bantul. Meski sering mendapatkan tawaran untuk membuka cabang di luar Jogja, ia tetap berpegang pada prinsip bahwa Sate Klathak Pak Pong harus tetap berada di Yogyakarta.

    Pengembangan usaha juga didukung oleh tim yang cukup besar. Saat ini, Sate Klathak Pak Pong memiliki lebih dari 100 karyawan yang bekerja di tiga cabang. Dzakiron mengakui bahwa usaha ini tidak hanya menjadi sumber rezeki bagi dirinya sendiri, tetapi juga memberikan peluang kerja bagi banyak orang.

    Dengan rasa yang khas dan sejarah yang panjang, Sate Klathak Pak Pong terus bertahan sebagai salah satu ikon kuliner Yogyakarta. Meski menghadapi tantangan pasar, Dzakiron tetap optimis dan berkomitmen untuk menjaga kualitas serta tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Drama Ikan Lele Mentah MBG

    By adm_imr6 April 20261 Views

    Kronologi Siswa SMK Bangka Pusing dan Mual Usai Makan Burger MBG, Roti Berjamur

    By adm_imr5 April 20263 Views

    7 Makanan yang Membantu Embrio Menempel di Rahim

    By adm_imr5 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Khutbah Jumat 3 April 2026: Kualitas Rezeki Menentukan Kualitas Hidup

    6 April 2026

    Tarif Listrik 1-10 April 2026: Daftar Pelanggan Subsidi dan Non Subsidi

    6 April 2026

    Kepala Menteri Fajar: Kepercayaan Publik Naik, Jangan Berhenti Tingkatkan Kualitas

    6 April 2026

    Peringatan Pemadaman Listrik, Ini Wilayah Terdampak Mulai Hari Ini

    6 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?