Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Berita Malang Raya: Tantangan Lahan 64 Gerai Kopdes dan Rencana Perbaikan Pasar Tawangmangu

    24 Agustus 2026

    Daftar Nominasi Film Awards 2026, No Other Choice Mendominasi

    24 Agustus 2026

    Film Arahan Rudi Soedjarwo Dapat Pujian di Bandung

    24 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 24 Agustus 2026
    Trending
    • Berita Malang Raya: Tantangan Lahan 64 Gerai Kopdes dan Rencana Perbaikan Pasar Tawangmangu
    • Daftar Nominasi Film Awards 2026, No Other Choice Mendominasi
    • Film Arahan Rudi Soedjarwo Dapat Pujian di Bandung
    • Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Amri/Nita Jadi Harapan Indonesia, China Kuasai Wakil Terbanyak
    • Utang BI Melonjak, Asing Masuk SRBI, Cadev Tergerus Intervensi
    • Jogging Pagi di Benowo, Karyawati Muda Jadi Korban Begal Pemotor Misterius
    • Pengamat: Pernyataan Trump Soal Sanksi Iran Hanya Omong Kosong
    • Colek Akun Giorgio Antonio, Nikita Mirzani Ingatkan Pacar Sarwendah Soal Utang dan Kasus Hukum
    • Kemarau El Nino Tingkatkan Bahaya Karhutla, Kemenhut Minta Izin Perketat Pencegahan
    • Hampir Menyerah, Fiersa Besari Berkibar di Puncak Kilimanjaro
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Mengapa Selat Hormuz Penting bagi Amerika dan Dunia?

    Mengapa Selat Hormuz Penting bagi Amerika dan Dunia?

    adm_imradm_imr5 Maret 20269 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Amerika Serikat dan Israel Meluncurkan Serangan Besar-besaran terhadap Iran

    Pada hari Sabtu (28/2/2026), Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran. Serangan ini direspons oleh Iran dengan menyerang kembali, tidak hanya mengarah ke Israel tetapi juga ke berbagai negara di Timur Tengah yang memiliki markas militer AS. Eskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran semakin memanas dalam beberapa pekan terakhir.

    Salah satu penyebab ketegangan adalah rencana Iran untuk menutup Selat Hormuz. Selat Hormuz adalah jalur laut utama yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur ini sangat penting karena sekitar 20–25 persen perdagangan minyak mentah global melewatinya setiap hari. Selat ini terletak antara Iran di sisi utara dan Oman serta Uni Emirat Arab di sisi selatan.

    Respons Amerika Serikat terhadap Rencana Penutupan Selat Hormuz

    Pada 23 Juni 2025, Parlemen Iran dilaporkan menyetujui penutupan jalur pelayaran utama Selat Hormuz. Namun, Dewan Keamanan Nasional tertinggi Iran belum membuat keputusan akhir tentang apakah akan menutup selat tersebut atau tidak. Sampai saat ini, belum ada pengumuman dari otoritas maritim internasional bahwa Selat Hormuz ditutup sepenuhnya sebagai jalur pelayaran internasional. Jika Selat Hormuz benar-benar ditutup, maka perdagangan global bisa terganggu.

    Amerika Serikat merespons rencana ini dengan tegas. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio meminta China mendorong Iran agar tidak menutup Selat Hormuz. Komentar ini muncul setelah Press TV Iran melaporkan bahwa parlemen Iran menyetujui tindakan menutup Selat Hormuz. “Saya mendorong pemerintah China di Beijing untuk menghubungi mereka tentang hal itu, karena mereka sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk minyak mereka,” kata Rubio.

    Kedutaan Besar China di Washington belum memberikan komentar. Sementara itu, China, sebagai pelanggan utama ekspor minyak Iran, kemungkinan besar akan menolak setiap upaya Iran untuk mengganggu jalur pelayaran minyak.

    Apa Itu Selat Hormuz?

    Selat Hormuz adalah jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur ini menjadi rute penting bagi pasokan minyak dan gas dunia. Sekitar 20–25 persen total perdagangan minyak mentah global melewatinya setiap hari. Selat ini memiliki lebar sekitar 33 km di titik tersempit, sehingga lalu lintas kapal sangat terkonsentrasi dan rentan terhadap gangguan.

    Seperlima pasokan minyak mentah global serta sebagian besar ekspor gas alam cair (LNG) dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Qatar melewati selat ini setiap hari.

    Siapa yang Memiliki Selat Hormuz?

    Selat Hormuz merupakan jalur utama bagi kapal pengangkut minyak dunia. Di wilayah ini, negara-negara penghasil minyak di Semenanjung Arab berada, seperti Iran, Oman, dan Uni Emirat Arab. Menurut Badan Informasi Energi AS, sekitar 20 persen konsumsi minyak global mengalir melalui selat tersebut. Selat ini bahkan disebut sebagai titik sempit transit minyak terpenting di dunia.

    Jika Iran menutup Selat Hormuz, maka pasokan minyak global akan terganggu. Selat Hormuz yang menjadi penghubung negara penghasil minyak sebanyak 20 juta barel per hari akan membuat harga minyak melonjak tajam di seluruh dunia.

    Mengapa Selat Hormuz Penting untuk Dunia?

    Menurut CNBC, beberapa pengamat meyakini bahwa Iran tidak akan berani menutup jalur pelayaran tersebut, bahkan mustahil untuk dilakukannya. Ellen Wald, Presiden Transversal Consulting, mengatakan bahwa tidak ada keuntungan bersih yang diperoleh dengan menghalangi jalur minyak melalui Selat Hormuz, terutama mengingat infrastruktur minyak Iran tidak menjadi sasaran langsung.

    Wald juga memperingatkan bahwa lonjakan besar harga minyak yang disebabkan oleh penutupan dapat memicu reaksi keras dari pelanggan minyak terbesar Iran, yakni China. China tidak ingin aliran minyak dari Teluk Persia terganggu dengan cara apa pun, dan China tidak ingin harga minyak naik. Jadi, mereka akan mengerahkan seluruh kekuatan ekonomi mereka untuk menyerang Iran.

    Penutupan Selat Hormuz berisiko mendapatkan respons keras dari AS karena mempengaruhi kenaikan harga minyak. Namun, China diyakini akan lebih reaktif atas keputusan itu.

    Retorika Berulang dari Teheran

    Gagasan menutup Hormuz telah menjadi alat retorika yang berulang tetapi tidak pernah ditindaklanjuti. Para analis mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin. Serangan terhadap jalur pelayaran telah lama digunakan untuk memberikan tekanan di tengah konflik. Sejak pecahnya perang di Gaza, Houthi di Yaman telah menyerang kapal-kapal di sekitar Selat Bab al-Mandeb, pintu masuk ke Laut Merah di sisi lain Jazirah Arab.

    “Mari bersikap realistis tentang Selat Hormuz. Pertama-tama, sebagian besarnya berada di Oman, bukan di Iran. Kedua, Selat Hormuz cukup lebar sehingga Iran tidak bisa menutupnya,” kata Anas Alhajji, mitra pengelola di Energy Outlook Advisors.

    Senada dengan itu, Wald mencatat bahwa meskipun banyak kapal melewati perairan Iran, kapal masih dapat melintasi rute alternatif melalui Uni Emirat Arab dan Oman. “Setiap blokade Selat Hormuz akan menjadi pilihan ‘upaya terakhir’ bagi Iran dan kemungkinan bergantung pada keterlibatan militer antara AS dan Iran,” kata Vivek Dhar, direktur penelitian komoditas energi dan pertambangan di Commonwealth Bank of Australia.

    Israel melancarkan gelombang serangan udara terhadap Iran pada Jumat pagi waktu setempat, mengklaim serangan itu ditujukan pada fasilitas yang terkait dengan program nuklir Teheran. Serangan itu mendapat tanggapan dari Iran dengan diluncurkannya ratusan rudal sejak Jumat malam.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Utang BI Melonjak, Asing Masuk SRBI, Cadev Tergerus Intervensi

    By adm_imr24 Agustus 20260 Views

    5 Kebijakan Internasional: UEA Hentikan Perdagangan dengan Iran, AS Perbarui Pangkalan Militer Teluk

    By adm_imr23 Agustus 20260 Views

    Ahli Ekonomi AS Terancam Kehilangan Dukungan Sekutu Akibat Perang dengan Iran

    By adm_imr23 Agustus 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Berita Malang Raya: Tantangan Lahan 64 Gerai Kopdes dan Rencana Perbaikan Pasar Tawangmangu

    24 Agustus 2026

    Daftar Nominasi Film Awards 2026, No Other Choice Mendominasi

    24 Agustus 2026

    Film Arahan Rudi Soedjarwo Dapat Pujian di Bandung

    24 Agustus 2026

    Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Amri/Nita Jadi Harapan Indonesia, China Kuasai Wakil Terbanyak

    24 Agustus 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?