Pengalaman Jambret yang Kehilangan Kesempatan untuk Menghindari Penangkapan
Seorang pelaku jambret berinisial BW (29) mengalami pengalaman tak terduga ketika dia dikejar oleh massa hingga terjebak di jalan buntu di Surabaya, Jawa Timur. Kejadian ini terjadi saat dia sedang melakukan aksi kriminalitas di Jalan Tambak Mayor, Sukomanunggal, Surabaya pada malam hari.
BW awalnya berusaha kabur setelah mengetahui bahwa dia sedang dikejar-kejar oleh warga sekitar. Dia memasuki gang permukiman warga dengan harapan bisa menghilangkan jejak dari kejaran massa. Namun, keberuntungan tidak menyertai dia, karena gang tersebut ternyata merupakan jalan buntu. Akhirnya, BW memilih untuk bersembunyi di dalam salah satu rumah tempat tinggal sepasang suami istri.
Saat berada di dalam rumah itu, BW langsung meminta bantuan kepada penghuni rumah untuk segera menelepon polisi agar dapat meredam suasana amuk massa yang semakin ganas. Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @Luthfie.daily, BW mengungkapkan perasaannya saat itu:
“Kan buntu, ada rumah, lalu saya masuk, ada bapak dan ibuknya. Saya; pak tolong pak saya telponkan Polisi. Saya dikejar massa,” ujarnya.
Komentar Kapolrestabes Surabaya yang Menyentuh
Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, memberikan komentar yang menarik saat menginterogasi BW. Ia menanyakan mengapa BW tidak mengingat polisi sebelum melakukan aksi jambret.
“Orang kepepet kelingan Polisine, pas jambret ra kelingan polisine. Lek kecekel langsung 110, layanan cepat gratis,” kata Luthfie sambil tertawa.
Dari hasil interogasi, BW mengungkapkan bahwa selama beraksi, dirinya dan komplotannya sering menggunakan senjata tajam seperti parang. Mereka telah melakukan aksi tiga kali di wilayah Surabaya Barat, dengan korban mayoritas adalah para pengendara motor perempuan di jalanan yang sepi.
BW juga mengaku mendapatkan upah sebesar Rp500 ribu setelah berhasil menjalankan aksi penjambretan. Meski jumlah tersebut terlihat kecil bagi sebagian orang, BW mengaku legawa dengan uang tersebut.
“Enggak wes pak dikasih alhamdulillah,” jawab BW.
Komentar BW membuat Luthfie tertawa terbahak-bahak karena ucapan “Alhamdulillah” yang disampaikan BW terhadap perolehan uang dari hasil kriminalitas.
Penangkapan Pelaku Lainnya
Menurut Kompol M Akhyar dari Kepolisian Sektor Sukomanunggal, BW bekerja sama dengan dua pelaku lainnya, yaitu MUHAW (23) dan RN (35). Keduanya berhasil ditangkap oleh anggota Unit Reskrim Polsek Asemrowo Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Namun, masih ada satu pelaku lainnya yang berhasil kabur. Identitas pelaku tersebut sudah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Kasus ini masih dalam proses pengembangan untuk menangkap pelaku yang tersisa.
Tindakan Polisi dalam Menangani Kejahatan
Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya peran polisi dalam menangani kasus kejahatan seperti jambret. Selain menangkap pelaku, polisi juga bertugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat.
Selain itu, kejadian ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah terpancing emosi saat menghadapi situasi darurat. Sebaliknya, mereka harus menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada aparat yang berwenang.







