Persiapan Angkutan Lebaran 2026 oleh PT Pelni Cabang Nunukan
PT Pelni Cabang Nunukan telah mempersiapkan segala sesuatu terkait angkutan lebaran Idul Fitri 2026. Dari armada kapal hingga sistem pembelian tiket, semua telah disiapkan agar masyarakat yang ingin mudik menggunakan kapal laut dapat merasa nyaman dan aman.
Saat ini, hanya dua kapal utama yang beroperasi di cabang Nunukan, yaitu KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang. Selain itu, terdapat satu kapal perintis yang rutin singgah di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Meskipun diprediksi akan terjadi lonjakan penumpang menjelang Hari Raya Idulfitri, PT Pelni tidak menambahkan armada baru di Nunukan.
Keberangkatan kapal dimulai dari Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, yang terletak di Jalan Tien Soeharto, Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara). Kedua kapal tersebut melayani sejumlah rute. Untuk perjalanan jarak dekat, kapal dari Nunukan melayani tujuan Balikpapan, Parepare, hingga Makassar. Sementara rute jarak jauh menjangkau wilayah timur Indonesia seperti Kupang, Larantuka, hingga Lewoleba.
Pembelian tiket bisa dilakukan 30 hari sebelum keberangkatan melalui aplikasi atau website resmi PT Pelayaran Nasional Indonesia. Hal ini memudahkan calon penumpang tanpa perlu datang ke kantor cabang. Tiket juga bisa dibeli secara online dari rumah, sehingga proses pembelian dan pembayaran lebih praktis.
Menjelang puncak arus mudik, Pelni mendapatkan dispensasi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk menambah kapasitas penumpang. Jika biasanya kapal hanya menampung sekitar 1.999 penumpang, saat masa Lebaran jumlahnya bisa meningkat hingga sekitar 2.987 penumpang. Namun, penumpang tetap diimbau membawa barang secukupnya selama perjalanan agar kenyamanan di kapal tetap terjaga.
Selain itu, Pelni juga mengingatkan penumpang untuk selalu menjaga barang bawaan masing-masing, terutama saat kondisi kapal sedang penuh. Lonjakan penumpang biasanya terjadi pada masa mudik sehingga kewaspadaan terhadap barang bawaan perlu ditingkatkan.
Kerja Sama dengan Instansi Terkait
Pihak Pelni selalu berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Pelindo, serta Kesatuan Penjagaan dan Pengamanan Pelabuhan (KP3), guna memastikan seluruh aktivitas di pelabuhan berjalan lancar. Melalui rapat koordinasi yang rutin dilakukan, masing-masing instansi memberikan masukan agar pelaksanaan kegiatan operasional dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Sinergi antarinstansi sangat penting, terutama dalam menghadapi berbagai kendala yang dapat memengaruhi jadwal pelayaran. Koordinasi dilakukan dengan instansi terkait, khususnya KSOP dan Pelindo yang sangat dekat dengan operasional pelabuhan, serta KP3. Tujuannya agar pelayanan kepada penumpang tetap berjalan aman, lancar, dan terkendali.
Sistem Pemberitahuan Keterlambatan Kapal
Pelni juga menyiapkan sistem pemberitahuan jika terjadi keterlambatan kapal akibat cuaca atau kendala lainnya. Apabila keterlambatan mencapai lebih dari enam jam, informasi akan dikirim langsung kepada penumpang melalui SMS blast atau email.
Dalam sistem tersebut, kantor pusat telah memiliki data nomor telepon seluruh calon penumpang yang akan berangkat menggunakan kapal. Informasi mengenai keterlambatan kapal kemudian dikirimkan secara langsung kepada penumpang, termasuk jadwal terbaru keberangkatan.
Karena itu, calon penumpang disarankan mencantumkan nomor telepon aktif saat membeli tiket agar mudah menerima informasi dari Pelni.







