Peringatan Cuaca Ekstrem di Jawa Timur
BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) memberikan peringatan terkait cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi di beberapa wilayah di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Malang. Peringatan ini berlaku sejak tanggal 1 sampai 10 Maret 2026. Cuaca ekstrem ini dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es.
Perubahan musim dari musim hujan ke musim kemarau menjadi salah satu faktor utama yang memicu cuaca ekstrem tersebut. Selain itu, adanya gangguan gelombang atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO), Low Frewquency, dan Gelombang Rossby turut berkontribusi pada kondisi cuaca yang tidak menentu. Hal ini mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang berpotensi memicu bencana alam.
Bencana yang Terjadi di Kabupaten Malang
Sejak awal Maret 2026, Kabupaten Malang telah mengalami beberapa bencana akibat cuaca ekstrem. Beberapa lokasi mengalami tanah longsor yang menyebabkan akses jalan terputus, serta banjir luapan yang merendam permukiman warga.
Tanah Longsor di Desa Gubuklakah
Pada Minggu (1/3/2026), terjadi tanah longsor di Desa Gubuklakah, Kecamatan Poncokusumo. Longsoran tebing setinggi 4 meter menyebabkan akses jalan menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terputus. Hujan deras disertai angin kencang menjadi penyebab utama kejadian ini.
Tanah Longsor di Desa Jombok
Di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, terjadi retakan pada jalan dan jembatan penghubung antara Dusun Ngembul dan Dusun Bulurejon. Retakan ini menyebabkan jalan amblas hingga menggerus badan jalan selebar 5 meter, panjang 2 meter, dan kedalaman 12 meter. Akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda 4 maupun roda 2.
Tanah Longsor di Desa Wonoagung
Longsoran tebing setinggi 8 meter dan lebar 25 meter terjadi di Desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon. Longsoran ini menimpa tiga rumah milik warga, yaitu bagian dinding kamar, kandang sapi, dan dapur. Kejadian serupa juga terjadi di Dusun Kepuharjo dan Dusun Selatri, Desa Pait, Kecamatan Kasembon.
Banjir Luapan di Kelurahan Losari
Di Kelurahan Losari, Kecamatan Singosari, terjadi banjir luapan akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 16.00 WIB. Debit air sungai meluap karena material rumpun bambu, mencapai ketinggian 5 meter dari permukaan air sungai. Air meluap hingga ke permukiman warga, merendam lima rumah.
Banjir di Desa Mangliawan
Banjir luapan juga terjadi di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Hujan tinggi disertai angin mengakibatkan aliran Sungai Bangau meluap hingga ke permukiman warga. Genangan air merendam lima rumah, terutama di RT 02/RW 04. Saat ini, genangan air telah surut.
Banjir di Kasembon
Di Desa/Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, terjadi banjir luapan akibat drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan. Air meluap hingga masuk ke beberapa rumah warga dengan ketinggian 30 sentimeter. Sekitar tiga rumah terdampak oleh kejadian ini.
Tindakan Penanggulangan Bencana
BPBD Kabupaten Malang telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk segera menangani kejadian bencana. Tindakan yang dilakukan meliputi assessment lokasi, pemasangan pembatas jalan, serta pemasangan rambu keselamatan di area yang terdampak.







