Memahami Tata Cara Salat Idul Fitri 2026
Hari Raya Idul Fitri pada tahun 2026 menjadi momen penting bagi umat Muslim di Indonesia. Sebagai bentuk rasa syukur setelah menjalani puasa Ramadan selama sebulan penuh, salat Idul Fitri menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, berdasarkan hasil sidang isbat—yakni forum resmi penentuan awal bulan Hijriah melalui metode rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit). Sementara itu, organisasi Islam Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026 menggunakan metode hisab, yaitu perhitungan astronomi.
Di tengah perbedaan tersebut, umat Islam tetap dapat melaksanakan salat Idul Fitri sesuai dengan keyakinan masing-masing. Salat Id sendiri merupakan salat sunnah muakkad—istilah yang berarti ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan karena memiliki keutamaan besar dalam ajaran Islam. Salat Idul Fitri dilaksanakan pada pagi hari tanggal 1 Syawal, biasanya dimulai setelah matahari terbit hingga menjelang waktu Dzuhur. Ibadah ini umumnya dilakukan secara berjamaah di lapangan terbuka atau masjid agar dapat menampung banyak jemaah.
Salat Id juga menjadi simbol kebersamaan dan persatuan umat Muslim. Momen ini sering dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi setelah satu bulan penuh menjalani ibadah Ramadan.
Niat Salat Idul Fitri
Sebelum melaksanakan salat, umat Muslim harus berniat di dalam hati. Niat ini dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram (ucapan “Allahu Akbar” pertama saat memulai salat). Lafal niat salat Idul Fitri adalah sebagai berikut:
أُصَلِّي سُنَّةَ لِعِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا/إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak‘ataini ma’mûman (atau imâman) lillâhi ta‘âlâ
Artinya:
“Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat (sebagai makmum/imam) karena Allah ta‘ala.”
Tata Cara Salat Idul Fitri
Berikut tata cara lengkap salat Idul Fitri:
Pertama, berniat salat Idul Fitri di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram (mengucapkan Allâhu akbar). Disunnahkan juga melafalkan niat sebelumnya. Berikut lafal niatnya:
أُصَلِّي سُنَّةَ لِعِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا/إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak‘ataini ma’mûman (atau imâman) lillâhi ta‘âlâMembaca doa iftitah, kemudian disunnahkan bertakbir sebanyak tujuh kali. Di sela-sela setiap takbir dianjurkan membaca:
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Allâhu akbar kabîran, wal hamdulillâhi katsîran, wa subhânallâhi bukratan wa ashîla
Artinya:
“Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang.”
Atau bisa juga membaca:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subhânallâhi wal hamdulillâhi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar
Artinya:
“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”
Membaca surat Al-Fatihah. Setelah itu disunnahkan membaca surat Al-A‘la, lalu dilanjutkan dengan ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri untuk rakaat kedua seperti salat biasa.
Setelah takbir berdiri pada rakaat kedua, disunnahkan bertakbir sebanyak lima kali seperti pada rakaat pertama. Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan dianjurkan membaca surat Al-Ghasiyah. Setelah itu dilanjutkan ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.
Setelah salam, jamaah dianjurkan tetap duduk untuk mendengarkan khutbah yang disampaikan khatib, dan tidak langsung beranjak dari tempat.
Amalan Sebelum Salat Idul Fitri
Beberapa amalan yang bisa dilakukan sebelum salat Idul Fitri antara lain:
Perbanyak Baca Takbir
Umat Muslim disunnahkan memperbanyak membaca takbir saat Hari Raya Idul Fitri. Hal ini sesuai dengan apa yang difirmankan Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 185:
“Dan sempurnakanlah bilangan Ramadhan, dan bertakbirlah kalian kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah: 185).Mandi dan Berhias sebelum salat Idul Fitri
Rasulullah SAW menganjurkan agar umat Muslim mandi sebelum salat Fitri. Mandi ini bertujuan untuk membersihkan diri dan menyambut hari raya dengan keadaan yang suci dan rapi. Tak hanya mandi, umat Islam juga dianjurkan memakai pakaian terbaik (tidak harus baru), yang penting bersih, rapi dan pantas. Umat Islam juga disunnahkan memakai wewangian ketika hendak salat Idul Fitri.Makan sebelum salat Idul Fitri
Berbeda dengan hari-hari saat berpuasa, pada pagi hari Idul Fitri umat Islam dianjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan salat Id. Anjuran ini merupakan satu di antara amalan yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis disebutkan:
“Rasulullah SAW tidak keluar pada hari Idul Fitri sampai beliau makan terlebih dahulu beberapa butir kurma.” (HR. Bukhari).
Hal ini menjadi tanda bahwa puasa Ramadhan telah berakhir. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk makan sebelum berangkat ke masjid atau lapangan tempat dilaksanakannya salat Id.Salat Idul Fitri Berjemaah
Salat Idul Fitri merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Pelaksanaannya secara berjamaah bersama umat Islam lainnya mencerminkan nilai kebersamaan dan persatuan. Biasanya, salat Id dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka agar dapat diikuti oleh banyak orang. Selain sebagai bentuk ibadah, momen ini juga menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di antara sesama Muslim. Saat salat Idul Fitri, umat Muslim dianjurkan mengikutinya sampai selesai khutbah.







