Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Persiapan Matang Kendaraan Menghadapi Ancaman Genangan Air dan Cuaca Ekstrem Musim Hujan

    Persiapan Matang Kendaraan Menghadapi Ancaman Genangan Air dan Cuaca Ekstrem Musim Hujan

    18 September 2026
    Seni Mengambil Jeda Digital Demi Merawat Kesehatan Mental dan Kedamaian Jiwa

    Seni Mengambil Jeda Digital Demi Merawat Kesehatan Mental dan Kedamaian Jiwa

    18 September 2026
    Seni Merawat Percakapan Rumah: Cara Praktis Membangun Komunikasi Sehat Bersama Keluarga

    Seni Merawat Percakapan Rumah: Cara Praktis Membangun Komunikasi Sehat Bersama Keluarga

    18 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 18 September 2026
    Trending
    • Persiapan Matang Kendaraan Menghadapi Ancaman Genangan Air dan Cuaca Ekstrem Musim Hujan
    • Seni Mengambil Jeda Digital Demi Merawat Kesehatan Mental dan Kedamaian Jiwa
    • Seni Merawat Percakapan Rumah: Cara Praktis Membangun Komunikasi Sehat Bersama Keluarga
    • Menembus Dinding Sunyi Remaja Melalui Seni Mendengar Tanpa Menghakimi
    • Strategi Menjaga Dompet Tetap Sehat Tanpa Harus Mengorbankan Kebahagiaan Menjelang Akhir Bulan
    • Sinergi Piring Pagi: Panduan Memadukan Makanan Sarapan Agar Energi Stabil Lengkap Sehari Penuh
    • Menjemput Pahala Melimpah di Tengah Kemacetan Kota Tanpa Mengganggu Rutinitas Kerja
    • Panduan Praktis Melindungi Data Pribadi dan Menjaga Privasi Digital di Internet
    • Membangun Ruang Bicara Hangat di Rumah Tanpa Hambatan Dan Drama Antargenerasi
    • Menata Ulang Ritme Kerja untuk Menemukan Keseimbangan Hidup di Tengah Kesibukan Urban
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Malang Raya»Omzet Rp350 Ribu, Pedagang Pentol di Malang Masuk Desil 9 Kelompok Kaya

    Omzet Rp350 Ribu, Pedagang Pentol di Malang Masuk Desil 9 Kelompok Kaya

    adm_imradm_imr24 Agustus 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kehidupan Anif Ashar yang Menjadi Pertanyaan dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional

    Anif Ashar, seorang penjual pentol di Malang, mengalami kebingungan setelah mengetahui bahwa dirinya tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan status desil 9. Desil 9 merupakan kategori yang menggambarkan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang cukup tinggi. Namun, kondisi kehidupan Anif justru sangat sederhana dan tidak sesuai dengan klasifikasi tersebut.

    Anif, yang berusia 47 tahun, menjalani kehidupan sehari-hari dengan berjualan pentol dari garasi kecil di samping rumahnya. Selain itu, ia juga mengajar mengaji di salah satu pondok pesantren yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggalnya. Ia mengaku pendapatannya tidak stabil dan tergantung pada situasi pasar.

    “Kalau mengajar mengaji ya pendapatannya tidak tentu, yang penting ikhlas,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Kamis (20/8/2026).

    Omzet dari usaha pentolnya hanya sekitar Rp350.000 per bulan. Menurut Anif, pendapatan ini mulai merosot sejak adanya program makan bergizi gratis (MBG) dari pemerintah. Program tersebut membuat para siswa sekolah yang biasanya menjadi pelanggannya jarang jajan di luar.

    “Kan anak-anak itu kenyang dapat MBG, jadi jarang mau beli pentol,” katanya.

    Meskipun pendapatan tidak stabil, Anif masih mempertahankan profesi yang telah ia jalani selama lima tahun terakhir. Menurut dia, kondisi ekonomi yang terus menurun membuat semua profesi yang ada saat ini seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja.

    “Mau jualan yang lain juga kondisinya sama, teman-teman banyak yang ngeluh juga jualannya tidak laku, jadi ya daripada harus buka pasar lagi saya telateni saja sedapatnya,” ujarnya.

    Masuk Desil 9, Kebingungan yang Muncul

    Kondisi ekonomi yang belum bisa dikatakan mapan membuat Anif kaget saat membuka situs DTSEN dan menemukan data bahwa dirinya masuk desil 9. Ia mengaku tidak berharap berada di desil 5 ke bawah untuk mendapat bantuan sosial dari pemerintah. Namun, ayah dua anak ini berharap pemerintah memetakan situasi ekonomi yang dihadapi warganya secara serius.

    “Saya tidak mengharap bantuan, tapi ya datanya yang betul, jangan diawur,” tegasnya.

    Anif menduga, masuknya dirinya dalam desil 9 disebabkan oleh penggunaan KTP-nya yang pernah dipinjam oleh temannya untuk transaksi jual beli mobil. Meski demikian, ia mengklaim bahwa saat ini dirinya tidak memiliki mobil.

    “Apa karena KTP saya pernah dipinjam untuk beli mobil, tapi itu dulu, sekarang nyatanya saya juga tidak punya mobil,” kelakarnya.

    Permasalahan dalam Pengelolaan Data Sosial Ekonomi

    Masalah ini menunjukkan adanya kesenjangan antara data yang ada dan realitas yang dihadapi oleh masyarakat. Anif adalah salah satu contoh dari warga yang sebenarnya berada dalam kondisi ekonomi yang kurang stabil, namun tercatat dalam kategori yang lebih tinggi. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang akurasi dan keandalan data yang digunakan dalam DTSEN.

    Penggunaan KTP yang tidak tepat, seperti yang dialami Anif, bisa berdampak pada klasifikasi data sosial ekonomi. Jika tidak diperhatikan, hal ini dapat menyebabkan kesalahan dalam pemberian bantuan sosial atau kebijakan yang berbasis data.

    Solusi yang Diharapkan

    Anif berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi terhadap sistem pengumpulan data dan memastikan bahwa informasi yang diperoleh mencerminkan kondisi nyata masyarakat. Dengan demikian, kebijakan yang dikeluarkan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

    Selain itu, diperlukan pula sosialisasi yang lebih baik kepada masyarakat agar mereka memahami bagaimana data sosial ekonomi dibuat dan bagaimana penggunaannya. Hal ini akan membantu mencegah kesalahan yang bisa terjadi, seperti yang dialami oleh Anif.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Waspada Modus Pembeli Borongan, Toko Sembako Adib Nyaris Jadi Sasaran Penipuan

    By redaksi12 September 20267,033 Views

    Bukan jumlah, Mazda fokus pada optimalisasi dealer yang ada

    By adm_imr26 Agustus 20260 Views

    Danantara luncurkan proyek PSEL Rp 3 triliun di Bekasi, tuntaskan krisis sampah

    By adm_imr26 Agustus 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Persiapan Matang Kendaraan Menghadapi Ancaman Genangan Air dan Cuaca Ekstrem Musim Hujan

    Persiapan Matang Kendaraan Menghadapi Ancaman Genangan Air dan Cuaca Ekstrem Musim Hujan

    18 September 2026
    Seni Mengambil Jeda Digital Demi Merawat Kesehatan Mental dan Kedamaian Jiwa

    Seni Mengambil Jeda Digital Demi Merawat Kesehatan Mental dan Kedamaian Jiwa

    18 September 2026
    Seni Merawat Percakapan Rumah: Cara Praktis Membangun Komunikasi Sehat Bersama Keluarga

    Seni Merawat Percakapan Rumah: Cara Praktis Membangun Komunikasi Sehat Bersama Keluarga

    18 September 2026
    Menembus Dinding Sunyi Remaja Melalui Seni Mendengar Tanpa Menghakimi

    Menembus Dinding Sunyi Remaja Melalui Seni Mendengar Tanpa Menghakimi

    18 September 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?