Close Menu
Info Malang Raya
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Berita *Terbaru*
Menimbang Kesejahteraan Guru Honorer dan Pertaruhan Kualitas Pendidikan di Sekolah Negeri

Menimbang Kesejahteraan Guru Honorer dan Pertaruhan Kualitas Pendidikan di Sekolah Negeri

30 October 2026
Rahasia Ketahanan Raksasa Eropa Menjaga Konsistensi Juara di Tengah Himpitan Jadwal Padat

Rahasia Ketahanan Raksasa Eropa Menjaga Konsistensi Juara di Tengah Himpitan Jadwal Padat

30 October 2026
Panduan Starter Pack Hobi Populer: Fotografi Analog, Kopi Manual, dan Home Baking Pemula

Panduan Starter Pack Hobi Populer: Fotografi Analog, Kopi Manual, dan Home Baking Pemula

30 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
Saturday, 31 October 2026
Trending
  • Menimbang Kesejahteraan Guru Honorer dan Pertaruhan Kualitas Pendidikan di Sekolah Negeri
  • Rahasia Ketahanan Raksasa Eropa Menjaga Konsistensi Juara di Tengah Himpitan Jadwal Padat
  • Panduan Starter Pack Hobi Populer: Fotografi Analog, Kopi Manual, dan Home Baking Pemula
  • Menepi Sejenak dari Riuh Notifikasi demi Menemukan Kembali Kedamaian Pikiran yang Hilang
  • Seni Mengatur Waktu untuk Pekerja Sibuk Agar Tetap Produktif Tanpa Merasa Kewalahan
  • Seni Merawat Diri Murah dan Efektif Tanpa Harus Menguras Isi Dompet Anda
  • Menanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini Melalui Kebiasaan Sederhana di Rumah
  • Strategi Praktis Membangun Dana Darurat Finansial dari Nol Tanpa Menyiksa Diri
  • Seni Berburu Bahan Makanan Segar di Pasar Tradisional untuk Gaya Hidup Sehat
  • Navigasi Karier Lulusan Kuliah: Menjembatani Jurang Antara Ijazah Akademis dan Tuntutan Industri Modern
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
Info Malang RayaInfo Malang Raya
Login
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Info Malang Raya
  • Malang Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Kajian Islam
  • Login
Home»Malang Raya»Omzet Rp350 Ribu, Pedagang Pentol di Malang Masuk Desil 9 Kelompok Kaya

Omzet Rp350 Ribu, Pedagang Pentol di Malang Masuk Desil 9 Kelompok Kaya

adm_imradm_imr24 August 20260 Views
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kehidupan Anif Ashar yang Menjadi Pertanyaan dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional

Anif Ashar, seorang penjual pentol di Malang, mengalami kebingungan setelah mengetahui bahwa dirinya tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan status desil 9. Desil 9 merupakan kategori yang menggambarkan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang cukup tinggi. Namun, kondisi kehidupan Anif justru sangat sederhana dan tidak sesuai dengan klasifikasi tersebut.

Anif, yang berusia 47 tahun, menjalani kehidupan sehari-hari dengan berjualan pentol dari garasi kecil di samping rumahnya. Selain itu, ia juga mengajar mengaji di salah satu pondok pesantren yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggalnya. Ia mengaku pendapatannya tidak stabil dan tergantung pada situasi pasar.

“Kalau mengajar mengaji ya pendapatannya tidak tentu, yang penting ikhlas,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Kamis (20/8/2026).

Omzet dari usaha pentolnya hanya sekitar Rp350.000 per bulan. Menurut Anif, pendapatan ini mulai merosot sejak adanya program makan bergizi gratis (MBG) dari pemerintah. Program tersebut membuat para siswa sekolah yang biasanya menjadi pelanggannya jarang jajan di luar.

“Kan anak-anak itu kenyang dapat MBG, jadi jarang mau beli pentol,” katanya.

Meskipun pendapatan tidak stabil, Anif masih mempertahankan profesi yang telah ia jalani selama lima tahun terakhir. Menurut dia, kondisi ekonomi yang terus menurun membuat semua profesi yang ada saat ini seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja.

“Mau jualan yang lain juga kondisinya sama, teman-teman banyak yang ngeluh juga jualannya tidak laku, jadi ya daripada harus buka pasar lagi saya telateni saja sedapatnya,” ujarnya.

Masuk Desil 9, Kebingungan yang Muncul

Kondisi ekonomi yang belum bisa dikatakan mapan membuat Anif kaget saat membuka situs DTSEN dan menemukan data bahwa dirinya masuk desil 9. Ia mengaku tidak berharap berada di desil 5 ke bawah untuk mendapat bantuan sosial dari pemerintah. Namun, ayah dua anak ini berharap pemerintah memetakan situasi ekonomi yang dihadapi warganya secara serius.

“Saya tidak mengharap bantuan, tapi ya datanya yang betul, jangan diawur,” tegasnya.

Anif menduga, masuknya dirinya dalam desil 9 disebabkan oleh penggunaan KTP-nya yang pernah dipinjam oleh temannya untuk transaksi jual beli mobil. Meski demikian, ia mengklaim bahwa saat ini dirinya tidak memiliki mobil.

“Apa karena KTP saya pernah dipinjam untuk beli mobil, tapi itu dulu, sekarang nyatanya saya juga tidak punya mobil,” kelakarnya.

Permasalahan dalam Pengelolaan Data Sosial Ekonomi

Masalah ini menunjukkan adanya kesenjangan antara data yang ada dan realitas yang dihadapi oleh masyarakat. Anif adalah salah satu contoh dari warga yang sebenarnya berada dalam kondisi ekonomi yang kurang stabil, namun tercatat dalam kategori yang lebih tinggi. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang akurasi dan keandalan data yang digunakan dalam DTSEN.

Penggunaan KTP yang tidak tepat, seperti yang dialami Anif, bisa berdampak pada klasifikasi data sosial ekonomi. Jika tidak diperhatikan, hal ini dapat menyebabkan kesalahan dalam pemberian bantuan sosial atau kebijakan yang berbasis data.

Solusi yang Diharapkan

Anif berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi terhadap sistem pengumpulan data dan memastikan bahwa informasi yang diperoleh mencerminkan kondisi nyata masyarakat. Dengan demikian, kebijakan yang dikeluarkan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

Selain itu, diperlukan pula sosialisasi yang lebih baik kepada masyarakat agar mereka memahami bagaimana data sosial ekonomi dibuat dan bagaimana penggunaannya. Hal ini akan membantu mencegah kesalahan yang bisa terjadi, seperti yang dialami oleh Anif.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Berita Terkait

Ancaman Pembacokan Warnai Investigasi Dugaan Pelanggaran Asusila di Maguan Malang

By redaksi22 October 20263,667 Views

Terbongkar, Dugaan Hubungan Terlarang Oknum Pengusaha Properti di Malang dengan Bawahan

By redaksi21 October 20267,328 Views

Mencuat, Dugaan Pelanggaran Etik Oknum Perawat RSSA Malang ‎

By redaksi21 October 20266,537 Views
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
Menimbang Kesejahteraan Guru Honorer dan Pertaruhan Kualitas Pendidikan di Sekolah Negeri

Menimbang Kesejahteraan Guru Honorer dan Pertaruhan Kualitas Pendidikan di Sekolah Negeri

30 October 2026
Rahasia Ketahanan Raksasa Eropa Menjaga Konsistensi Juara di Tengah Himpitan Jadwal Padat

Rahasia Ketahanan Raksasa Eropa Menjaga Konsistensi Juara di Tengah Himpitan Jadwal Padat

30 October 2026
Panduan Starter Pack Hobi Populer: Fotografi Analog, Kopi Manual, dan Home Baking Pemula

Panduan Starter Pack Hobi Populer: Fotografi Analog, Kopi Manual, dan Home Baking Pemula

30 October 2026
Menepi Sejenak dari Riuh Notifikasi demi Menemukan Kembali Kedamaian Pikiran yang Hilang

Menepi Sejenak dari Riuh Notifikasi demi Menemukan Kembali Kedamaian Pikiran yang Hilang

30 October 2026
Berita Populer

HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

Kota Malang 1 April 2026

Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

29 April 2026

Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

28 February 2026

Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

4 June 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
© 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?