Persiapan Pangan Kota Malang di Tengah Ramadhan 2026
Pemkot Malang terus memastikan ketersediaan stok beras dan komoditas pangan lainnya tetap aman selama Ramadhan 2026. Hal ini dilakukan untuk menghadapi lonjakan permintaan yang biasanya terjadi menjelang bulan suci tersebut.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Elfiatur Roikhak, menyatakan bahwa meskipun beberapa sentra padi di Jawa Timur terganggu hama wereng, pasokan beras untuk Kota Malang tidak mengalami dampak signifikan. Menurutnya, cadangan beras di Bulog mencukupi untuk lebih dari 10 bulan, yaitu sekitar 500 ton.
“Memang di Jawa Timur ada sentra yang terganggu hama wereng, seperti di Banyuwangi, sehingga pasokan agak berkurang,” ujar Elfiatur kepada Infomalangraya.com.
Selain itu, Dispangtan juga memperketat pengawasan harga agar tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Kepala Dispangtan menegaskan bahwa selain stok, harga semua komoditas pangan harus patuh pada HET.
“Kami juga sempat melakukan zoom meeting dengan Satgas Sapu Bersih Pangan Kepolisian. Di situ kami minta pelaku usaha membuat komitmen untuk menjual sesuai HET,” jelasnya.
Lonjakan Konsumsi Beras dan Komoditas Lain
Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, konsumsi beras dan bahan pokok lainnya biasanya meningkat signifikan sejak awal Ramadhan hingga H+7 Idul Fitri. Elfiatur menyebutkan bahwa rata-rata peningkatan konsumsi mencapai 25 persen. Bahkan, tahun lalu angka ini lebih tinggi.
“Sekarang menjelang puasa ada tradisi megengan, jadi permintaan pasti naik,” katanya.
Selain beras, permintaan daging ayam dan telur juga dipastikan meningkat. Kenaikan konsumsi diperkirakan mencapai 10–15 persen. Meski demikian, Elfiatur memastikan harga dua komoditas tersebut masih stabil.
“Harga daging ayam dan telur masih di range Harga Acuan Penjualan (HAP),” tegasnya.
Untuk menjaga keterjangkauan pangan, Dispangtan Kota Malang telah menggelar Gerakan Pangan Murah sejak 23 Januari 2026. Kegiatan ini akan diperbanyak selama Ramadhan.
“Saat bulan Ramadan kami intensifkan setiap hari supaya masyarakat bisa menjangkau dengan harga sesuai,” ujarnya.
Keluhan Pedagang di Pasar Besar Malang
Di Pasar Besar Malang, pedagang memikirkan cerita yang berbeda. Mereka mengeluhkan pasokan beras medium yang semakin sulit didapat. Afi Riskia, salah satu pedagang beras, menyebut bahwa kelangkaan beras medium sudah terjadi sejak lama, namun tahun ini terasa lebih berat.
“Aman sih stok secara umum, hanya beras medium yang agak susah. Dari dulu memang agak susah,” ujarnya.
Afi juga mencatat kenaikan harga telur ayam. Sebelumnya berada di kisaran Rp 28 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 30 ribu.
“Kalau bisa Pemerintah Kota Malang memberikan stok beras medium, karena kami kadang kesulitan mencari. Selain itu, kalau bisa harga bahan pokok lain seperti gula juga diturunkan,” pungkasnya.
Strategi Pemerintah dalam Menghadapi Lonjakan Permintaan
Dalam menghadapi dinamika pasokan di pasar tradisional, Pemkot Malang terus berupaya memastikan ketersediaan beras dan komoditas pangan lainnya. Meski ada kendala, langkah-langkah yang diambil oleh Dispangtan diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan kebutuhan masyarakat.







