Pencarian Bocah ABK di Sungai DAM Colo Berlanjut dengan Berbagai Metode
Pencarian terhadap bocah berkebutuhan khusus, Faiz Khairul Nizam (8 tahun), yang diduga tenggelam di Sungai DAM Colo, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, dilanjutkan pada Selasa (31/3/2026). Pencarian ini sebelumnya dilakukan pada Senin (30/3/2026) tetapi tidak membuahkan hasil. Tim SAR dan relawan terus melakukan upaya untuk menemukan korban.
Fokus Pencarian di Saringan Air
Pada hari ini, pencarian difokuskan di siphon atau saringan air di beberapa titik, termasuk Ngaru-aru Macanan, Kaliondo Malanggaten, Malangsari Malanggaten, dan Gedangan Kaliwuluh. Koordinator Lapangan operasi SAR, Tri Puji Sugiarto, menjelaskan bahwa penyisiran dilakukan di empat titik saringan air tersebut.
Selain itu, tim juga melakukan body rafting sejauh 250 meter dari saringan air Malangsari Malanggaten hingga Gedangan Kaliwuluh. Rencananya, kegiatan ini akan dimulai pukul 07.00 WIB, namun saat ini masih menunggu kehadiran relawan.
Ritual “Buk-Buk Teng” yang Dilakukan Warga
Selain metode pencarian resmi, warga Dukuh Tasgunting, Desa Nangsri, juga melakukan ritual “buk-buk teng” sebagai bagian dari ikhtiar mereka. Ritual ini dilakukan pada Senin malam (30/3/2026) dan diikuti oleh sekitar 80 warga, termasuk anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak, serta pemuda Karang Taruna.
Mereka berjalan mengelilingi kampung searah jarum jam sambil membawa peralatan rumah tangga seperti gelas, piring, dan wajan yang dipukul secara ritmis hingga menimbulkan bunyi “buk-buk teng”. Selain itu, warga juga membawa obor dan meneriakkan nama Faiz di sepanjang rute yang dilalui.
“Faiz, Faiz ndang balio (Faiz, Faiz lekas pulang),” seruan mereka berkeliling kampung. Ritual ini dilakukan dengan keyakinan bahwa suara gaduh dari peralatan rumah tangga serta panggilan nama korban dapat membantu “menunjukkan jalan” bagi yang hilang agar kembali atau ditemukan.
Kepercayaan Warga dan Upaya Ikhtiar
Ketua RT 02, RW 11, Dukuh Tasgunting, Muslih (43), menjelaskan bahwa cara ini merupakan bagian dari ikhtiar warga kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME). “Salah satu ikhtiar warga, kami berdoa bersama dan berkeliling kampung sambil memanggil nama anak tersebut, harapannya segera ditemukan,” ujar Muslih.
Dia mengatakan bahwa cara ini merupakan mediasi dengan hal gaib yang diyakini menahan anak tersebut. Ia mengaku bahwa cara ini adalah tradisi nenek moyangnya dulu. “Ini pertama kali dilakukan yang saya rasakan seumur hidup, dan cara ini pernah dilakukan oleh nenek moyang kami serta pernah juga dilakukan di kampung lain,” kata dia.
Keberagaman Pendekatan dalam Pencarian
Kalak BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, menekankan bahwa langkah yang dilakukan warga Dusun Tasgunting, Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, merupakan langkah kearifan lokal. Ia menyatakan bahwa pencarian bocah ABK 8 tahun asal Dusun Tasgunting, Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, pada Senin (30/3/2026) berakhir nihil dan dilanjutkan Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, pencarian pada Selasa (31/3/2026) dilakukan dengan body rafting atau teknik boyo. “Besok akan dilakukan pencarian dengan body rafting dari Siphon Malangsari, Malanggaten ke Siphon Gedangan, Kaliwuluh dan pencarian di empat titik siphon yaitu Ngaru-aru Macanan, Kaliondo Malanggaten, Malangsari Malanggaten, dan Gedangan Kaliwuluh,” pungkasnya.







