Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    9 Jenis Mangga Khas Indonesia, Kenali Rasanya dan Teksturnya

    29 Maret 2026

    5 Alasan Pria Perlu Bijak Menggunakan Media Sosial Pasca-Lebaran

    29 Maret 2026

    Persik Kediri Kembali Latih Tim Usai Lebaran, Fokus Bangkit di Sisa Musim

    29 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 29 Maret 2026
    Trending
    • 9 Jenis Mangga Khas Indonesia, Kenali Rasanya dan Teksturnya
    • 5 Alasan Pria Perlu Bijak Menggunakan Media Sosial Pasca-Lebaran
    • Persik Kediri Kembali Latih Tim Usai Lebaran, Fokus Bangkit di Sisa Musim
    • Pasar Emas Digital Meledak, Capai Rp9.491 Triliun pada 2025
    • AKBP Ayub Diponegoro Minta Maaf Atas Kematian Pengendara Akibat Pengejaran
    • Jadwal Puasa Syawal 2026 Lengkap dengan Niat dan Cara Melaksanakan
    • Ramai Diperbincangkan! Hard Gumay Prediksi Artis Wanita Cerai Tahun 2026, Ciri Fisik dan Penglihatan Terbaru
    • Australia larang warga Iran masuk selama 6 bulan
    • Ganti nada dering WhatsApp dengan suara Google, lagu, atau rekaman sendiri tanpa aplikasi
    • Pandangan: Habermas dan Akal Budi yang Terluka
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Penderita PCOS Berisiko Tinggi Diabetes, Apa Penyebabnya?

    Penderita PCOS Berisiko Tinggi Diabetes, Apa Penyebabnya?

    adm_imradm_imr29 Maret 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penyebab Penderita PCOS Rentan Terkena Diabetes

    Penelitian menunjukkan bahwa perempuan dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS) memiliki risiko terkena diabetes tipe 2 hingga 4 kali lebih tinggi dibandingkan perempuan tanpa PCOS. PCOS adalah gangguan hormon pada perempuan yang menyebabkan produksi sel telur tidak normal, yakni berukuran kecil dan tidak dapat matang. Kondisi ini dikenal sebagai ‘kista’, di mana sel-sel telur yang belum matang membesar, sehingga ovulasi jarang terjadi. Akibatnya, PCOS juga sering menyebabkan masalah kesuburan pada perempuan.

    Ciri Perempuan dengan PCOS

    Perempuan dengan PCOS biasanya menunjukkan beberapa ciri atau gejala yang berkaitan dengan gangguan hormonal ini. Berikut adalah beberapa ciri umum yang sering dialami:

    • Siklus Menstruasi Tidak Teratur

      Perempuan dengan PCOS sering mengalami menstruasi yang tidak teratur. Ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon yang mengganggu ovulasi secara normal.

    • Kadar Hormon Androgen yang Tinggi

      PCOS menyebabkan peningkatan produksi hormon androgen (hormon laki-laki) pada perempuan, yang dapat menimbulkan gejala seperti tumbuhnya rambut berlebih (hirsutisme) di area wajah, dada, punggung, atau perut, serta masalah jerawat atau kulit berminyak.

    • Kista di Ovarium

      Pada PCOS, ovarium membentuk banyak folikel kecil yang mengandung sel telur tidak matang. Folikel-folikel ini dikenal sebagai kista dan sering terdeteksi melalui USG. Meski begitu, tidak semua perempuan dengan PCOS memiliki kista di ovarium.

    • Kenaikan Berat Badan atau Kesulitan Menurunkan Berat Badan

      Banyak perempuan dengan PCOS mengalami peningkatan berat badan, terutama di area perut. Mereka juga merasa sulit menurunkan berat badan. PCOS sering dikaitkan dengan resistensi insulin yang dapat memengaruhi metabolisme tubuh.

    • Rambut Rontok atau Penipisan Rambut

      Perempuan dengan PCOS bisa mengalami kerontokan rambut atau kebotakan di bagian atas kepala. Kondisi ini mirip dengan pola kebotakan laki-laki akibat tingginya kadar hormon androgen.

    Hubungan PCOS dan Diabetes

    Mengutip dari laman Daily Mail, kondisi PCOS dapat meningkatkan risiko resistensi insulin yang menjadi tahap awal penyakit diabetes melitus tipe dua. Umumnya, perempuan dengan PCOS terdiagnosis diabetes empat tahun lebih awal dibanding pasien tanpa PCOS. Penelitian menemukan bahwa usia rata-rata penderita PCOS saat terdiagnosis diabetes adalah 31 tahun.

    “Banyak perempuan dengan PCOS mengidap obesitas, namun risiko berkembangnya diabetes pada PCOS belum diketahui,” jelas Dorte Glintborg dari Odense University Hospital di Denmark. “Peningkatan risiko berkembangnya diabetes tipe 2 pada PCOS merupakan temuan penting. Diabetes kemungkinan berkembang pada usia muda dan penting untuk diperiksa, terutama bagi perempuan yang obesitas dan mengalami PCOS,” tambahnya.

    Perempuan PCOS Rentan Terkena Diabetes

    Dalam sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 19.500 perempuan Denmark, menemukan bahwa perempuan dengan PCOS empat kali lebih rentan terkena risiko diabetes dibandingkan dengan mereka tanpa PCOS. Peneliti juga menemukan kalau indeks massa tubuh yang lebih tinggi, resistensi insulin, dan kadar lemak darah termasuk trigliserida dapat meningkatkan risiko terkena diabetes.

    Penyebab Penderita PCOS Rentan Terkena Diabetes

    Penderita PCOS lebih rentan terkena diabetes tipe 2 karena beberapa faktor yang berkaitan dengan ketidakseimbangan hormon dan metabolisme. Berikut penjelasan mengenai penyebabnya:

    • Resistensi Insulin

      Sebagian besar perempuan dengan PCOS mengalami resistensi insulin, yaitu kondisi di mana tubuh tidak bisa menggunakan insulin dengan efektif. Insulin adalah hormon yang membantu sel-sel tubuh menyerap glukosa (gula) dari darah untuk digunakan sebagai energi. Ketika tubuh resisten terhadap insulin, pankreas memproduksi lebih banyak insulin untuk mengimbangi. Kadar insulin yang tinggi ini sering ditemui pada penderita PCOS. Selain itu, resistensi insulin menyebabkan kadar gula darah tetap tinggi. Kadar gula darah yang tidak terkontrol lama-kelamaan dapat menyebabkan diabetes tipe 2, karena tubuh tidak mampu lagi menjaga keseimbangan kadar gula.

    • Kadar Insulin yang Tinggi Memicu Produksi Androgen

      Kadar insulin yang tinggi merangsang ovarium untuk memproduksi lebih banyak hormon androgen (hormon laki-laki) seperti testosteron. Androgen yang tinggi tidak hanya menyebabkan gejala PCOS, seperti tumbuhnya rambut berlebih dan jerawat, tetapi juga memperburuk resistensi insulin.

    • Perubahan dalam Metabolisme Lemak

      Perempuan dengan PCOS cenderung mengalami penumpukan lemak di sekitar perut (lemak visceral). Ini merupakan faktor risiko utama untuk resistensi insulin. Lemak visceral lebih berbahaya daripada lemak subkutan (lemak di bawah kulit) karena lebih aktif secara metabolik dan berhubungan dengan resistensi insulin. Kelebihan lemak di sekitar perut ini juga berkontribusi terhadap gangguan metabolisme, sehingga meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

    • Gangguan Hormon dan Peradangan

      PCOS sering dikaitkan dengan peradangan kronis tingkat rendah. Peradangan tersebut dapat memengaruhi cara tubuh menangani insulin, meningkatkan resistensi insulin, dan memicu kondisi metabolik seperti diabetes. Perempuan dengan PCOS biasanya memiliki kadar protein C-reaktif (CRP) lebih tinggi, yang merupakan penanda peradangan dalam tubuh.

    • Faktor Genetik

      Beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik dapat berperan dalam meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes pada perempuan dengan PCOS. Jika ada riwayat diabetes tipe 2 dalam keluarga, risiko perempuan dengan PCOS untuk mengembangkan diabetes menjadi lebih tinggi.

    • Kenaikan Berat Badan

      Resistensi insulin juga sering dikaitkan dengan kenaikan berat badan. Banyak perempuan dengan PCOS mengalami kesulitan mengelola berat badan, sehingga memperparah resistensi insulin dan meningkatkan risiko diabetes. Meski tidak semua penderita PCOS mengalami obesitas, namun mereka yang mengalami kelebihan berat badan berisiko lebih tinggi terkena diabetes.

    Secara keseluruhan, penanganan yang tepat, seperti diet, olahraga, dan pengobatan, dapat membantu mengurangi risiko ini.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Bolehkah Masuk Saat Salat Ied? Ini Penjelasannya

    By adm_imr29 Maret 20261 Views

    Ramalan Zodiak 27 Maret 2026: Fokus pada Kesehatan dengan Yoga

    By adm_imr29 Maret 20263 Views

    Niat dan Tata Cara Salat Idulfitri Lengkap Mulai Takbir hingga Salam

    By adm_imr28 Maret 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    9 Jenis Mangga Khas Indonesia, Kenali Rasanya dan Teksturnya

    29 Maret 2026

    5 Alasan Pria Perlu Bijak Menggunakan Media Sosial Pasca-Lebaran

    29 Maret 2026

    Persik Kediri Kembali Latih Tim Usai Lebaran, Fokus Bangkit di Sisa Musim

    29 Maret 2026

    Pasar Emas Digital Meledak, Capai Rp9.491 Triliun pada 2025

    29 Maret 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?