Pertumbuhan Penjualan Mobil Global pada 2025
Penjualan mobil global sepanjang tahun 2025 mencatat pertumbuhan yang signifikan, dengan angka mencapai 20,7 juta unit. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tren elektrifikasi terus menguat di berbagai negara, terutama melalui peningkatan penjualan kendaraan listrik.
Pada akhir tahun, khususnya bulan Desember 2025, penjualan mobil listrik secara global mencapai sekitar 2,1 juta unit. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan tetap stabil hingga akhir tahun, meskipun ada beberapa tantangan di beberapa wilayah.
Pasar Terbesar: China
China tetap menjadi pasar terbesar dalam industri mobil listrik. Pada 2025, penjualan mobil di China mencapai 12,9 juta unit, meningkat 17 persen dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini memperkuat posisi China sebagai pusat utama industri kendaraan listrik dunia. Perusahaan-perusahaan lokal terus memperluas pangsa pasar mereka baik di dalam maupun luar negeri.
Pertumbuhan di Eropa
Di Eropa, pertumbuhan penjualan mobil listrik mencapai 33 persen, dengan total penjualan sebesar 4,3 juta unit. Kenaikan ini didorong oleh insentif pemerintah dan regulasi emisi yang semakin ketat. Negara-negara seperti Jerman dan Prancis menjadi motor utama pertumbuhan di kawasan ini.
Pertumbuhan di Wilayah Lain
Wilayah “Rest of World” juga mencatat pertumbuhan pesat, dengan penjualan meningkat 48 persen menjadi 1,7 juta unit sepanjang 2025. Ekspansi produsen China ke pasar global turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ini. Persaingan harga di dalam negeri mendorong produsen China untuk meningkatkan ekspor kendaraan listrik ke luar negeri.
Tantangan di Amerika Utara
Berbeda dengan tren positif di berbagai kawasan, Amerika Utara justru mengalami penurunan penjualan sebesar 4 persen. Melemahnya pasar di Amerika Serikat dan Kanada menjadi faktor utama perlambatan di kawasan tersebut.
Di Amerika Serikat, penjualan sempat meningkat menjelang berakhirnya insentif pajak pada September 2025. Namun, setelah subsidi dihentikan, permintaan turun tajam pada kuartal terakhir. Pertumbuhan pasar EV di AS hanya mencapai sekitar 1 persen sepanjang tahun.
Sementara itu, Kanada mengalami penurunan lebih dalam, yaitu hingga 49 persen setelah insentif dicabut. Sejumlah pabrikan mulai mengubah strategi mereka, seperti Ford yang mengalihkan fokus dari F-150 Lightning ke model hybrid, serta Ram yang menunda peluncuran pikap listriknya.
Jepang Tetap Berpegang pada Kendaraan Hybrid
Di Jepang, penetrasi mobil listrik murni tetap rendah, berada di kisaran 3 persen sepanjang 2025. Jepang masih bertahan pada kendaraan hybrid, yang merupakan pilihan utama bagi konsumen.
Peran Insentif dan Kebijakan Pemerintah
Data tersebut menunjukkan bahwa insentif dan kebijakan pemerintah masih berperan penting dalam mendorong adopsi kendaraan listrik. Konsistensi regulasi dinilai menjadi faktor penentu pertumbuhan pasar ke depan. Dengan perubahan kebijakan yang terus berlangsung, industri mobil listrik akan terus berkembang, terlepas dari tantangan yang ada di berbagai kawasan.







