Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    8 Mei, Hari Palang Merah Dunia: Sejarah Lengkapnya

    11 Mei 2026

    Ramalan Zodiak Kesehatan Besok 8 Mei: 2 Zodiak Hoki, Gemini Melelahkan, Leo Cemas

    11 Mei 2026

    Kompol Dedi Dipecat Karena Rokok Narkoba, Polisi yang Sering Melanggar

    11 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 11 Mei 2026
    Trending
    • 8 Mei, Hari Palang Merah Dunia: Sejarah Lengkapnya
    • Ramalan Zodiak Kesehatan Besok 8 Mei: 2 Zodiak Hoki, Gemini Melelahkan, Leo Cemas
    • Kompol Dedi Dipecat Karena Rokok Narkoba, Polisi yang Sering Melanggar
    • Preview Persis Solo vs Persebaya Surabaya: Head to Head dan Prediksi Pemain
    • 9 destinasi malam Bogor, sempurna untuk bersantai dan berkumpul
    • Haji: Ritual Menuju Transformasi yang Tertunda
    • UB Malang tingkatkan ekosistem halal, sejumlah daerah dan institusi raih penghargaan Halal Metric 2026
    • Tujuh Kuliner Khas Kediri yang Membuat Ketagihan, Mulai dari Tahu Takwa hingga Sate Bekicot
    • Fotokopi KTP Bisa Ditindak, Dirjen Dukcapil: Pelanggaran Data Pribadi
    • Manfaat Lari Interval yang Sering Diabaikan Pelari
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Perang Iran Hari ke-67: UEA Gagalkan Rudal Balistik, Ketegangan Hormuz Meningkat

    Perang Iran Hari ke-67: UEA Gagalkan Rudal Balistik, Ketegangan Hormuz Meningkat

    adm_imradm_imr9 Mei 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perang Iran Memasuki Hari Ke-67 dengan Kekacauan di Selat Hormuz

    Perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS) memasuki hari ke-67, dengan situasi yang semakin memburuk di kawasan Timur Tengah. Salah satu titik kritis adalah Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi urat nadi energi global. Kekakuan ini ditandai oleh serangan rudal, drone, serta klaim saling menyalahkan antara kedua pihak.

    Ketegangan Meningkat di Wilayah Teluk dan Barat

    Sejumlah negara di kawasan Teluk dan Barat telah mengecam dugaan serangan terhadap Uni Emirat Arab (UEA). Di tengah ketegangan yang meningkat, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran. Ia menyatakan bahwa jika kapal-kapal AS menjadi sasaran, Iran akan “lenyap dari muka bumi.”

    Selat Hormuz, yang dilalui sekitar sepertiga pasokan minyak dunia, menjadi pusat perhatian. Al Jazeera melaporkan bahwa gencatan senjata yang rapuh dan aktivitas militer yang meningkat memperburuk situasi. Pihak UEA melaporkan telah mencegat sejumlah rudal balistik dan pesawat tak berawak yang diduga ditembakkan dari Iran. Akibatnya, kebakaran besar terjadi di fasilitas minyak Fujairah, melukai tiga warga negara India.

    Dalam Negeri Iran: Bantahan dan Klaim yang Bertentangan

    Di dalam Iran, situasi diwarnai bantahan dan klaim yang saling bertentangan dengan pihak AS. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) membantah adanya kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz, meskipun militer AS menyatakan dua kapal berbendera AS berhasil melewati jalur tersebut dengan pengawalan. Media pemerintah Iran juga menuding bahwa kapal yang dihancurkan AS bukan milik militer, melainkan kapal sipil.

    “Lima orang tak bersalah tewas setelah dua kapal sipil diserang,” demikian laporan media pemerintah Iran. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa krisis ini tidak bisa diselesaikan dengan kekuatan militer. “Situasi ini menunjukkan bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis politik,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref menegaskan bahwa pengelolaan Selat Hormuz adalah “hak sah” Iran.

    Di Teluk: Serangan Terhadap UEA dan Respons Militer

    Ketegangan meningkat tajam setelah UEA mengklaim menjadi target serangan Iran. Otoritas UEA menyatakan sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat 15 rudal dan empat drone. Serangan tersebut memicu kebakaran besar di fasilitas energi Fujairah dan melukai tiga warga negara India. Selain itu, dua orang dilaporkan terluka di Oman setelah sebuah bangunan tempat tinggal terdampak serangan di wilayah pesisir.

    Militer AS mengerahkan kapal perusak ke kawasan Teluk sebagai bagian dari misi pengawalan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Laksamana Brad Cooper sebelumnya menyatakan bahwa pasukan AS telah menghancurkan enam kapal kecil Iran yang dianggap mengancam pelayaran. Namun klaim ini dibantah oleh Iran, yang menyebut tidak ada kapal militer mereka yang terkena serangan.

    Diplomasi dan Respon Internasional

    Kecaman internasional terus bermunculan atas dugaan serangan terhadap UEA. Negara-negara seperti Qatar, Arab Saudi, Kuwait, dan Yordania, bersama Gulf Cooperation Council serta European Union, mengecam tindakan tersebut. Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan solidaritas terhadap UEA dan menyerukan de-eskalasi. Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa “eskalasi harus dihentikan” dan mendesak semua pihak kembali ke jalur diplomasi.

    Al Jazeera melaporkan bahwa upaya diplomatik terus dilakukan, namun belum menunjukkan hasil signifikan. Di Israel dan Lebanon, ketegangan juga meluas. Militer Israel dilaporkan berada dalam status siaga tinggi dan terus memantau perkembangan situasi. Di Lebanon, Presiden Joseph Aoun menegaskan bahwa stabilitas keamanan harus dicapai sebelum adanya pertemuan dengan Israel. Kelompok Hezbollah juga dilaporkan terlibat bentrokan dengan tentara Israel di wilayah selatan Lebanon.

    Dampak pada Pasar Global

    Konflik yang semakin memanas langsung berdampak pada pasar energi dunia. Harga minyak mentah Brent dilaporkan melonjak lebih dari 5 persen setelah serangan terhadap UEA. Al Jazeera melaporkan bahwa ketidakpastian di Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global.

    Ancaman Meningkat dan Risiko Eskalasi

    Dengan meningkatnya intensitas konflik dan minimnya kemajuan diplomasi, risiko eskalasi yang lebih luas semakin nyata. Selat Hormuz kembali menjadi titik panas global yang berpotensi memicu krisis energi dan keamanan internasional. Hingga kini, belum ada tanda-tanda meredanya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Trump dan Xi Jinping Bertemu di Beijing, Bahas Perselisihan AS-Iran

    By adm_imr10 Mei 20263 Views

    Respons Donald Trump Ketika Ditanya Jika Timnas Iran Menang Piala Dunia 2026

    By adm_imr10 Mei 20261 Views

    Akhir Perang Iran-AS Sudah Dekat, Teheran Beri Peringatan Soal Blokade Selat Hormuz

    By adm_imr10 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    8 Mei, Hari Palang Merah Dunia: Sejarah Lengkapnya

    11 Mei 2026

    Ramalan Zodiak Kesehatan Besok 8 Mei: 2 Zodiak Hoki, Gemini Melelahkan, Leo Cemas

    11 Mei 2026

    Kompol Dedi Dipecat Karena Rokok Narkoba, Polisi yang Sering Melanggar

    11 Mei 2026

    Preview Persis Solo vs Persebaya Surabaya: Head to Head dan Prediksi Pemain

    11 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?