Kenaikan Harga BBM Non Subsidi di Kota Malang Masih Terasa Ringan
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) belum memberikan dampak signifikan di Kota Malang. Dari pantauan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), aktivitas terlihat normal tanpa adanya antrean panjang. Bahkan, beberapa SPBU tampak cukup sepi dari pengunjung.
Antrean justru terjadi pada BBM subsidi seperti Pertalite, sementara BBM non subsidi seperti Pertamax Turbo dan Dexlite minim pembeli. Dampak kenaikan diperkirakan baru akan terasa 2–3 hari kemudian.
Aktivitas SPBU di Kota Malang Tampak Normal
Pada Sabtu (18/4/2026), tidak ada antrean panjang di SPBU-SPBU di Kota Malang. Di beberapa lokasi, bahkan aktifitas terlihat cukup lengang. Antrean hanya terjadi di SPBU Jalan Soekarno Hatta (Suhat), khususnya untuk kendaraan roda dua yang membeli Pertalite. Sementara itu, kendaraan roda empat terlihat lebih jarang.
BBM non subsidi seperti Pertamax Turbo dan Dexlite nyaris tidak memiliki pelanggan saat pengamatan dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memilih untuk menghindari BBM non subsidi setelah kenaikan harga.
Informasi dari Petugas SPBU
Menurut salah satu petugas SPBU, kenaikan harga BBM non subsidi terjadi pada dini hari pukul 01.00 WIB. Mereka langsung menyesuaikan dengan instruksi yang diberikan. Saat pergantian harga terjadi, situasinya cukup lengang. Berbeda dengan kejadian pada 1 April 2026 lalu, yang sempat dihebohkan dengan kabar kenaikan BBM.
Petugas tersebut menyatakan bahwa dampak kenaikan BBM non subsidi akan terasa dalam 2–3 hari ke depan. Biasanya, masyarakat akan berburu BBM subsidi yang harganya tidak naik, seperti Pertalite dan Solar.
Perbedaan Aktivitas di SPBU Lain
Di dua SPBU lainnya di Suhat, yakni SPBU BP dan SPBU Shell, kondisi berbeda. Untuk SPBU BP, sempat terjadi antrean dalam pembelian BBM, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, antrean tersebut tidak sampai mengular ke sepanjang jalan.
Sedangkan SPBU Shell justru nampak sepi. Nyaris tidak ada kendaraan yang masuk untuk membeli BBM. Menurut informasi dari petugas, SPBU Shell sudah dua bulan ini tidak melayani pembelian BBM. Mereka hanya melayani pergantian oli kendaraan dan servis.
Harga BBM Non Subsidi Naik Signifikan
PT Pertamina (Persero) resmi mengumumkan harga BBM terbaru per tanggal 18 April 2026. Harga BBM Pertamax Turbo melonjak menjadi Rp 19.400-Rp 20.250 per liter. Padahal, pada tanggal 1 Maret 2026 lalu, harga BBM Pertamax Turbo hanya sekitar Rp 13.100 per liter.
Selain itu, kenaikan juga terjadi untuk BBM Dexlite yang kini dijual Rp 23.600-Rp 24.650 per liter. Pada tanggal 1 Maret 2026, harga BBM Dexlite masih berkisar di angka Rp 14.200 per liter.
Harga BBM jenis Pertamina Dex juga meningkat menjadi Rp 22.700-Rp 24.950 per liter. Sebelumnya, harga BBM ini berkisar di Rp 13.800-Rp 15.100 per liter.
Harga BBM Bersubsidi Tetap Stabil
Sementara itu, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tetap stabil. Pertalite masih dijual dengan harga Rp 10.000 per liter, sedangkan Solar tetap dijual dengan harga Rp 6.800 per liter.
Kenaikan juga tidak terjadi untuk BBM non subsidi RON 92 untuk Pertamax. Harga tanggal 1 Maret 2026 masih berlaku untuk saat ini dan tidak ada penyesuaian harga di seluruh daerah.







