Pesantren Ramadan Rohis Indonesia Digelar di Semarang
Pesantren Ramadan Rohis Indonesia digelar di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, mulai Rabu hingga Sabtu, 4–7 Maret 2026. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Phil. Kamaruddin Amin, pada Kamis (5/3/2026) di ruang utama Masjid Agung Jawa Tengah.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pengurus Pusat Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).
Sejumlah tokoh dan pejabat hadir dalam acara tersebut, antara lain:
- Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Dr. M. Munir, S.Ag., M.A.
- Gubernur Jateng diwakili Staf Ahli Gubernur Jawa Tengah Bidang Kemasyarakatan dan SDM dr. Ikhwan Hamzah
- Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah Dr. Saiful Mujab, M.A.
- Ketua Umum MUI Jawa Tengah yang juga Ketua Baznas Jawa Tengah Dr. KH Ahmad Darodji
- Perwakilan Pengurus Pusat Masjid Agung Jawa Tengah Prof. Dr. Ahmad Izzuddin
Selain itu hadir pula:
- Pengurus Pusat Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPP AGPAII)
- Sekretaris Badan Wakaf Indonesia (BWI)
- Presiden Rohis Indonesia beserta jajaran pengurus Rohis se-Indonesia
- Para pengurus Rohani Islam (Rohis) dari berbagai daerah di Indonesia
Pesantren Ramadan Rohis Indonesia tahun ini diikuti oleh 178 perwakilan Rohis dari seluruh Indonesia, termasuk 31 peserta dari pengurus Rohis wilayah Jawa Tengah. Para peserta telah hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan sejak Rabu (4/3/2026).
Rangkaian acara pembukaan diawali dengan khatmil Al-Qur’an mulai Surat Ad Dhha hingga Annas dan dihadiri sekitar 7.000 pelajar, SD, SMP, SMA, SMK dari berbagai sekolah di Kota Semarang.
Komentar dari Sekretaris Jenderal Kemenag RI
Sekretaris Jenderal Kemenag RI Prof. Phil. Kamaruddin Amin dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya melihat antusiasme para pelajar yang terlibat dalam kegiatan Rohis.
“Saya ingin mengekspresikan rasa syukur, haru, dan bangga melihat ananda sekalian yang begitu bersemangat untuk berjejaring, berorganisasi, dan terus mencari versi terbaik dari dirinya masing-masing untuk menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” ujarnya.
Ia juga mendoakan agar para peserta kelak menjadi pemimpin yang bermanfaat bagi umat, bangsa, dan negara.
“Saya doakan insya Allah kalian nanti akan menjadi pemimpin yang baik, yang bermanfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Kamaruddin juga membagikan pengalaman pribadinya saat melakukan penelitian singkat di Jepang beberapa tahun lalu. Ia mengunjungi sejumlah sekolah menengah di Jepang dan mengamati sistem pendidikan di negara tersebut.
Menurutnya, sekolah-sekolah di Jepang tidak memiliki mata pelajaran agama secara khusus, melainkan mengajarkan pendidikan moral (moral education).
“Pendidikan moral menjadi instrumen yang sangat fundamental dalam membentuk karakter masyarakat Jepang hingga hari ini,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu nilai utama dalam pendidikan moral di Jepang adalah mencintai diri sendiri.
“Mencintai diri sendiri berarti melakukan berbagai hal untuk menambah nilai dalam diri kita, meningkatkan kualitas diri,” jelasnya.
Nilai kedua yang diajarkan adalah mencintai dan menyayangi orang lain. Nilai tersebut ditanamkan sejak dini sehingga membentuk karakter masyarakat yang kuat dan saling menghargai.
“Di Jepang, membantu orang lain menjadi sumber kebahagiaan. Karena sejak kecil mereka diajarkan untuk mencintai orang lain, sehingga tidak ada rasa iri, dendam, atau kebencian. Jadi mereka akan bahagian ketika bisa membantu orang lain,” ujarnya.
Ia pun mengajak para peserta Pesantren Ramadan Rohis Indonesia untuk memanfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya sebagai bekal kehidupan di masa depan.
Penyelenggara Menyampaikan Apresiasi
Sementara itu, Prof. Dr. Ahmad Izzuddin yang mewakili Ketua Pengurus Pusat MAJT Prof. Dr. Noor Ahmad, M.A., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Pesantrean Ramadan Rohis Indonesia ini.
“Atas nama pengurus Masjid Agung Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih. Alhamdulillah kegiatan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia kembali digelar di MAJT untuk yang keempat kalinya secara berturut-turut,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan tersebut memberikan suasana religius dan kesejukan bagi Masjid Agung Jawa Tengah sekaligus bagi Kota Semarang.
Menurutnya, selama bulan Ramadan MAJT juga memiliki berbagai kegiatan keagamaan, di antaranya salat tarawih dengan gaya khas Masjid Nabawi, kajian “Kurma” (Kupasan Ramadan) pada sore hari, serta kajian kitab kuning yang menghadirkan para pakar dari berbagai bidang.
“Kehadiran Rohis se-Indonesia ini menjadi kontribusi nyata dalam upaya membawa generasi muda menuju pemahaman agama yang lebih baik dan rahmatan lil ‘alamin,” katanya.
Pelaksanaan Kegiatan Lainnya
Sementara itu, Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag RI Dr. M. Munir dalam sambutannya melaporkan bahwa kegiatan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia merupakan upaya memperkuat pembinaan karakter pelajar Muslim.
Ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 8.716.000 siswa Muslim di tingkat SMA di Indonesia, sehingga pembinaan karakter melalui kegiatan keagamaan menjadi sangat penting.
“Selama empat hari ini kami melaksanakan Pesantren Rohis Indonesia yang diikuti 178 perwakilan dari seluruh Indonesia, termasuk 31 peserta dari Jawa Tengah,” jelasnya.
Dalam rangkaian acara tersebut juga dilakukan peluncuran Wakaf Rohis Indonesia dan Animasi Murotal (Amur), yaitu video animasi Al-Qur’an yang dikembangkan oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) bekerja sama dengan Kementerian Agama.
Program Wakaf Rohis Indonesia diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi umat yang digerakkan oleh pelajar melalui literasi sekaligus aksi nyata.
Rangkaian kegiatan pembukaan ditutup dengan penanaman 70 pohon kelengkeng di lingkungan Masjid Agung Jawa Tengah. Program penanaman pohon ini bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan ekoteologi yang mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan dengan nilai-nilai keagamaan. Para peserta Pesantren Ramadan Rohis Indonesia juga akan membawa pulang bibit pohon untuk ditanam di lingkungan sekolah masing-masing.







