Peta Politik PKB Kabupaten Malang Memanas Jelang Muscab
Peta politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang kini sedang memanas menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang akan digelar pada Minggu, 29 Maret 2026. Saat ini, posisi Gus Kholik sebagai ketua DPC PKB yang sedang menjabat menghadapi tantangan serius dari sejumlah calon pesaing.
Dari enam nama yang muncul dalam penjaringan oleh DPP PKB, dua nama yang disebut sebagai pesaing terkuat adalah Kuncoro dan Gus Tado. Persaingan internal ini diprediksi akan berlangsung sangat ketat karena keduanya memiliki basis kuat di kalangan kiai.
Perkembangan Terkini Muscab PKB Kabupaten Malang
Muscab PKB Kabupaten Malang yang akan berlangsung di Hotel Grand Miami, Kecamatan Kepanjen, pada hari Minggu (29/3/2026) dipastikan akan berlangsung panas. Posisi kuat H Ir Kholik MAP atau Gus Kholik sebagai ketua DPC incumbent rupanya akan dihadapi oleh lima calon lain hasil penjaringan DPP PKB.
Kuncoro dan Gus Tado disebut sebagai penantang utama dengan strategi politik yang mirip dengan sang petahana. Situasi ini membuat dinamika internal PKB Malang semakin menarik untuk diikuti.
Daftar Nama Calon yang Bersaing
Hasil penjaringan DPP PKB selama sebulan terakhir menghasilkan enam calon yang akan bersaing dalam Muscab. Selain Gus Kholik, ada beberapa nama lain seperti:
- Kuncoro, Sekretaris DPC
- Ali Murtadlo atau Gus Tado, bendahara DPC
- Lathifah Shohib, Wakil Bupati Malang
- Abdulloh Satar, anggota dewan PKB
- Fatkhur Rozi, ketua GP Ansor
Dari lima calon tersebut, dua orang yang berambisi untuk menggantikan kursi Gus Kholik. Keduanya dipastikan telah menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan mereka. Jika tidak melalui kiai sepuh untuk ditugaskan melobi DPP, bisa jadi para calon sendiri yang melakukan sowan ke Cak Imin atau Muhaimin Iskandar, Ketum DPP PKB.
Strategi Politik yang Mirip
Salah satu calon yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa semua calon memiliki “cantolan” di atas (DPP PKB). Termasuk, sowan ke kiai untuk mohon doa restunya.
Menurut sumber SURYA MALANG.COM, jika bukan Kuncoro, maka kemungkinan besar akan menjadi Gus Tado. Keduanya bukan hanya sekadar anggota dewan tiga periode, tetapi gaya politiknya hampir mirip dengan Gus Kholik. Yakni, sama-sama lihai dalam mengambil hati para kiai.
Kuncoro dikenal lebih humble dengan gaya politik yang stabil. Maklum, ia telah menjadi kepala desa sekitar 20 tahun. Sementara, Gus Kholik dan Gus Tado memiliki gaya politik yang sulit diserang. Jika ada manuver dari lawan politiknya, mereka pasti jauh lebih reaktif karena punya “amunisi” untuk menundukkan lawan.
Gus Tado berangkat dari Banser hingga menjadi Komandan Banser Kabupaten Malang. Sedangkan, Gus Kholik berangkat dari pengusaha, yang kini memiliki puluhan hektare kebun tebu, pengusaha ternak ayam sekitar 100 ribu ekor, serta pengusaha gula dan tetes.
Tanggapan Gus Kholik
Menanggapi hal tersebut, Gus Kholik cukup santai karena bukan lagi bicara janji. Namun, ia merasa sudah membuktikan kinerjanya selama 5 tahun menjabat sebagai ketua DPC PKB. Di antaranya, ia berhasil mempertahankan PKB sebagai partai besar dengan 11 kursi di gedung dewan, menjadi nomor dua setelah PDIP.
Di akhir jabatannya, Gus Kholik juga membangun kantor DPC dan masjid di dalamnya, dengan menelan dana Rp 2 miliar. “Semua orang tahu lah, biar DPP menilainya sendiri. Kalau buat partai, kami akan allout,” pungkasnya.






