Keterlibatan Jusuf Kalla dalam Polemik Ijazah Jokowi
Polemik terkait ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kini semakin memanas, bahkan menyeret tokoh-tokoh penting seperti Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK). Sebelumnya, JK dikenal sebagai tokoh yang menjaga sikap netral dalam berbagai isu politik. Namun kini, ia justru menjadi bagian dari perdebatan yang tidak terduga.
Menurut pengamat politik, Adi Prayitno, pengamatan masyarakat terhadap kasus ini sangat terkejut karena masalah ijazah yang seharusnya bersifat teknis dan administratif kini malah melebar ke berbagai arah. “Pertama tentu publik itu terkaget-kaget kenapa urusan ijazah ini malah melebar ke mana-mana?,” ujar Adi dalam wawancara yang diunggah di YouTube Kompas TV, Minggu (19/4/2026).
Adi juga menyebutkan bahwa JK tiba-tiba muncul ke publik dengan melaporkan sebuah akun media sosial yang diduga telah memberikan fitnah. Dalam laporan tersebut, JK disebut sebagai pihak yang mendanai kisruh ijazah Jokowi. Meski begitu, JK secara blak-blakan membantah tuduhan tersebut.
Situasi makin rumit ketika JK dilaporkan ke polisi terkait isi ceramahnya dalam persoalan yang lain. Menurut Adi, hal ini membuat masyarakat merasa bahwa polemik ijazah Jokowi kini mulai mengarah pada hubungan yang seakan-akan dibenturkan antara JK dan Jokowi.
Dalam klarifikasinya, JK ingin menunjukkan bahwa dirinya memiliki hubungan baik dengan Jokowi. Bahkan, JK mengungkap perannya dalam membawa Jokowi ke Jakarta sebelum menjadi Gubernur dan Presiden. Hal ini pun turut menjadi pembicaraan banyak orang.
“Jadi Pak JK dalam klarifikasinya yang kemudian bisa ditangkap oleh publik itu kan menegaskan satu hal bahwa Pak Jokowi dengan Pak JK secara historis memiliki hubungan yang cukup panjang,” kata Adi.
Dari sudut pandang strategi komunikasi politik, menurut Adi, situasi ini terlihat rumit karena ada puzzle yang tidak mudah dipahami. Isu yang berkembang tidak ada angin dan tidak ada hujan, namun JK ikut dikait-kaitkan dengan persoalan ijazah setelah ada akun di media sosial yang diduga melakukan fitnah kepada JK.
Adi menyarankan agar semua pihak bergandengan tangan, terlebih saat ini Indonesia tengah menghadapi dampak perang di Timur Tengah. “Saya kira di tengah gonjang-ganjing situasi bangsa kita saat ini menghadapi situasi geopolitik ya, semua kekuatan politik anak bangsa bergandengan. Ayo kita bangun bangsa Indonesia secara kolektif dan secara bersama-sama,” ujarnya.
Keterlibatan JK dalam Kasus Ijazah Jokowi
Kini, Jusuf Kalla atau JK dilaporkan ke polisi karena isi ceramah di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Dia dituduh menistakan agama. Dalam klarifikasinya, sambil bernada kesal, Jusuf Kalla menduga laporan tersebut merupakan dampak dari keterlibatannya di kasus ijazah Jokowi.
JK membantah tudingan bahwa dirinya adalah dalang kisruh ijazah. Ia bahkan memperlihatkan isi percakapan sebagai bukti bahwa dirinya tidak terlibat seperti yang dituduhkan. “Saya tidak menuduh politik, tapi ini kenyataannya, ini timbul setelah saya mengadukan Rismon dan saya mengatakan bahwa ini sudah 2 tahun rakyat berkonflik, bertentangan, saling mengadu, bereteriak-teriak, demo, sudah lah pak Jokowi. Kasih lihat ijazah saja. itu saja,” kata JK.
Setelah itu, ia kemudian dilaporkan ke polisi. “Timbul lah ini (laporan polisi), sensitif sekali itu ijazah, kenapa sih ? dan saya lihat itu asli, kenapa tidak dikasih lihat. Membiarkan masyarakat berkelahi, saling memaki, dua tahun,” katanya.
JK juga mengatakan bahwa Jokowi bisa menjadi Presiden RI berkat dirinya. “Kasih tahu semua termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya. Kan tanpa gubernur mana bisa jadi presiden,” kata Jusuf Kalla.







