Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Harga BBM Pertamina Terkini 28 April 2026, Pertamax hingga Pertalite Seluruh Indonesia

    3 Mei 2026

    Cuaca Surabaya 28 April 2026: Waspadai Hujan Sore Hari

    3 Mei 2026

    Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Semakin Jelas

    3 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 3 Mei 2026
    Trending
    • Harga BBM Pertamina Terkini 28 April 2026, Pertamax hingga Pertalite Seluruh Indonesia
    • Cuaca Surabaya 28 April 2026: Waspadai Hujan Sore Hari
    • Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Semakin Jelas
    • Rekaman Mengerikan di Gerbong KA Argo Bromo Saat Tabrak KRL, Penumpang Syok Alami Mukjizat
    • Jadwal Idul Adha 2026 Muhammadiyah Berdasarkan Kalender Hijriah Global
    • Manfaat Bit Merah untuk Kesuburan Pria dan Wanita
    • Resep Andalanmu? Ikut Cook and Tell di Mantra Lokal dan Bagikan Cerita Dapurmu
    • Ozil Ditemukan, Arsenal Tawarkan Rp1,2 Triliun untuk Rekrut Bintang
    • Kuda Hitam Piala Dunia 2026: Kebangkitan Viking Norwegia
    • Lompatan Tanpa Akhir: Lubang Kelinci Digital Membentuk Generasi Kaca
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Semakin Jelas

    Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Semakin Jelas

    adm_imradm_imr3 Mei 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kepemimpinan Menteri Keuangan dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

    Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa pergerakan ekonomi nasional sedang menuju pertumbuhan sebesar 8 persen. Menurutnya, angka ini bisa tercapai dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Meski sebagian orang menganggap angka tersebut tinggi, Purbaya yakin bahwa pertumbuhan ini sudah mulai terlihat.

    “Pertumbuhan 8 persen mungkin terdengar tinggi bagi sebagian orang, tapi bagi saya, itu sudah hampir terlihat,” ujarnya dalam acara peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana serta pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/4/2026).

    Menurut Purbaya, ekonomi Indonesia dapat tumbuh sebesar 6 persen hanya dengan menghidupkan sektor swasta dan pemerintah tanpa melakukan reformasi industri yang signifikan. Ia menilai hal ini menjadi modal awal untuk mempercepat pertumbuhan hingga mencapai 8 persen di masa mendatang.

    “Dua atau tiga tahun lagi, Anda akan melihat angka 8 persen sudah menyundul ke atas,” katanya.

    Saat ini, pemerintah optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi nasional akan berada di atas 5,5 persen pada paruh pertama 2026. Untuk mencapai hal tersebut, pemerintah fokus pada pembentukan fondasi perekonomian yang kuat agar pertumbuhan bisa terus terakselerasi.

    Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Selain itu, pemerintah juga membenahi kinerja Kementerian Keuangan agar otoritas fiskal dapat berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

    Reformasi organisasi utamanya difokuskan pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Langkah-langkah ini memberikan dampak positif pada kinerja pungutan pajak, seperti peningkatan penerimaan pajak sebesar 20,7 persen pada Maret 2026.

    Dukungan dari Pasar Modal

    Dana masyarakat di pasar modal mulai diarahkan untuk menopang pembiayaan pembangunan nasional. Dalam lima tahun ke depan, kontribusi pasar modal ditargetkan sekitar Rp 1.812,55 triliun. Angka ini menjadi bagian dari kebutuhan investasi nasional periode 2025–2029 yang diperkirakan mencapai Rp 47.573,45 triliun. Di tengah keterbatasan pendanaan pemerintah, pasar modal didorong untuk mengambil porsi lebih besar.

    Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi menjelaskan bahwa peran pasar modal sangat penting sebagai alternatif pembiayaan di luar APBN. “Di tengah keterbatasan kapasitas utama pendanaan dari APBN, maka pasar modal, termasuk melalui instrumen saham, obligasi, dan lain-lain, diharapkan turut berkontribusi,” ujarnya.

    Target kontribusi pasar modal berada di kisaran 3,81 persen atau setara dengan sekitar Rp 1.812 triliun. Dana tersebut berasal dari masyarakat yang berinvestasi di berbagai instrumen pasar modal. Oleh karena itu, perluasan jumlah investor menjadi kunci.

    Per 24 April 2026, jumlah investor pasar modal tercatat mencapai 26,12 juta. Mayoritas masuk melalui reksa dana. “Mayoritas investor memulai melalui produk dan layanan reksa dana, yang menjadi pintu masuk utama bagi investor pemula,” kata Hasan.

    Dominasi investor muda semakin terlihat. Sebanyak 54,71 persen investor berusia di bawah 30 tahun. Kondisi ini dinilai menjadi peluang sekaligus tantangan untuk meningkatkan literasi investasi.



    Pengunjung mengamati layar digital yang menampilkan data pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). – (Infomalangraya.com/Thoudy Badai)

    Pertumbuhan Industri Reksa Dana

    Kinerja industri reksa dana juga tumbuh. Nilai aset bersih (NAB) reksa dana tercatat Rp 710,29 triliun atau naik 5,18 persen secara year to date. Ketua Presidium Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) Lolita Liliana menyebut, minat masyarakat terhadap investasi terus meningkat, meski ruang pertumbuhan masih terbuka lebar.

    “Jumlah investor sekitar 26 juta, itu masih sekitar 8 persen dari jumlah penduduk. Jadi tentu saja masih ada tantangan dan juga peluang,” ujar Lolita.

    Jumlah produk reksa dana kini telah melampaui 2.000 dengan dana kelolaan lebih dari Rp 700 triliun. Jika digabungkan dengan kontrak pengelolaan dana, totalnya telah menembus Rp 1.000 triliun.

    Untuk mendorong partisipasi, OJK bersama pelaku industri meluncurkan program “Pintar Reksa Dana”. Program ini mengajak masyarakat berinvestasi secara rutin dan terencana. Upaya tersebut diharapkan tak hanya menambah jumlah investor, tetapi juga membentuk kebiasaan investasi yang lebih disiplin. Dengan basis investor yang terus tumbuh, pasar modal diharapkan tak sekadar menjadi tempat berinvestasi, tetapi juga menjadi saluran bagi masyarakat untuk ikut membiayai pembangunan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Pembiayaan Mikro Tembus Rp6 Triliun, Tingkatkan Kekuatan Ekonomi Keluarga dan UMKM

    By adm_imr3 Mei 20261 Views

    5 Kesalahan Keuangan yang Perlu Dihindari Saat Pensiun

    By adm_imr3 Mei 20261 Views

    Cara Mulai Bisnis Dropship untuk Pemula dari Rumah dengan Modal Kecil

    By adm_imr3 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Harga BBM Pertamina Terkini 28 April 2026, Pertamax hingga Pertalite Seluruh Indonesia

    3 Mei 2026

    Cuaca Surabaya 28 April 2026: Waspadai Hujan Sore Hari

    3 Mei 2026

    Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Semakin Jelas

    3 Mei 2026

    Rekaman Mengerikan di Gerbong KA Argo Bromo Saat Tabrak KRL, Penumpang Syok Alami Mukjizat

    3 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?