Ringkasan Berita:
- Rafi Wibisono terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum KONI Sidoarjo dengan dukungan dari 36 cabang olahraga.
- Porprov Jatim 2027 menjadi fokus utama dengan melakukan evaluasi cabang olahraga dan pencarian atlet berbakat.
- Rafi berkeinginan memperkuat pembinaan, pendidikan, jalur karier atlet, serta fasilitas dan infrastruktur olahraga.
Liputan Jurnalis Infomalangraya.com, M Taufik
Infomalangraya.com, SIDOARJO– KONI Sidoarjo kini memiliki pemimpin yang baru.
Rafi Wibisono secara resmi terpilih menjadi Ketua Umum KONI Sidoarjo setelah memperoleh dukungan penuh dari cabang olahraga (cabor) dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Sidoarjo, pada hari Rabu (26/8/2026).
Anggota Komisi A DPRD Sidoarjo terpilih secara bulat setelah memperoleh dukungan dari 36 cabang olahraga.
Semua dukungan yang diterima telah melewati proses pemeriksaan dan dianggap memenuhi kriteria yang ditentukan.
“Alhamdulillah semua tahapan telah kita lalui. Persyaratan sudah kita penuhi. Dari total dukungan yang kita peroleh sebanyak 36 dan seluruhnya memenuhi ketentuan,” ujar Rafi.
Pemilihan Rafi sekaligus menandai awal baru dalam kepemimpinan KONI Sidoarjo.
Ia mengusung konsep Atlet Unggul Sidoarjo Juara dengan penekanan yang tidak hanya berfokus pada perolehan medali, tetapi juga memperkuat sistem pembinaan serta memastikan atlet memiliki masa depan setelah menyelesaikan karier olahraganya.
Penilaian Keseluruhan Cabang Olahraga sebagai Langkah Awal
Sebagai langkah awal, Rafi rencananya akan mengumpulkan seluruh cabang olahraga guna mendengarkan langsung berbagai kendala yang selama ini dialami. Forum ini akan menjadi tempat evaluasi sekaligus dasar dalam menyusun program kerja KONI Sidoarjo.
Beberapa faktor akan dipetakan, mulai dari pembinaan atlet, kebutuhan kompetisi hingga kondisi fasilitas latihan. Hasil pemetaan ini nantinya digunakan sebagai dasar dalam menentukan prioritas perbaikan KONI.
“Ke depan, kita akan mengumpulkan seluruh cabang olahraga untuk mendengarkan pendapat. Kekurangan di masing-masing cabor akan menjadi fokus kita untuk mencari solusi. Ini merupakan bagian dari persiapan kami menuju Porprov 2027,” katanya.
Porprov 2027 Menjadi Fokus Utama
Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 menjadi salah satu fokus utama Rafi setelah menjabat sebagai ketua KONI Sidoarjo. Menurutnya, waktu sekitar satu tahun perlu dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat kemampuan atlet Sidoarjo.
Kejuaraan kabupaten yang sebelumnya telah diadakan akan dimanfaatkan sebagai salah satu dasar pencarian atlet. bakat-bakat yang berpotensi akan diamati dan dipersiapkan dengan lebih sungguh-sungguh agar mampu bersaing dalam ajang Porprov.
“Masih tersisa sekitar satu tahun. Kita akan memanfaatkannya untuk melakukan pemilihan dan persiapan atlet-atlet berpotensi yang siap diterjunkan dalam Porprov,” katanya.
Strategi ini diharapkan mampu membantu Sidoarjo lebih siap dengan arah yang jelas, sekaligus memberikan peluang bagi atlet berbakat untuk berkembang melalui program pembinaan yang terus-menerus.
Pengembangan Pendidikan dan Karir Atlet Menjadi Fokus Perhatian
Rafi juga menyoroti isu yang sering menjadi kendala bagi atlet, yaitu kelanjutan pendidikan dan karier setelah tidak lagi aktif berkompetisi.
Menurutnya, prestasi olahraga perlu sejalan dengan pendidikan. Atlet diharapkan tetap mendapatkan bimbingan agar memiliki persiapan untuk menjalani kehidupan setelah masa aktif sebagai atlet berakhir.
“Setiap atlet perlu didampingi dengan pendidikan. Atlet fokus pada latihan, sementara pendidikan tetap tidak ditinggalkan. Setelah menjadi atlet, mereka masih bisa memiliki jalur karier,” tegasnya.
Untuk merealisasikan hal tersebut, KONI Sidoarjo akan berupaya memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo serta pihak perusahaan. Atlet yang memiliki prestasi diharapkan mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan karier di dunia kerja.
“Kita akan bekerja sama dengan Pemkab dan perusahaan di Sidoarjo,” ujarnya.
Fasilitas Latihan Ikut Dibenahi
Selain pembinaan dan masa depan atlet, masalah sarana latihan juga menjadi fokus perhatian dari pengurus baru KONI Sidoarjo.
Rafi menyampaikan bahwa kebutuhan sarana dan prasarana setiap cabang olahraga akan didata. Langkah ini diperlukan agar dapat mengetahui fasilitas apa saja yang masih kurang dan memerlukan perhatian dalam mendukung program latihan serta persiapan atlet.
Dengan peta tersebut, perbaikan diharapkan bisa dilakukan lebih tepat sasaran.
Semua tahapan tersebut merupakan bagian dari konsep Atlet Unggul Sidoarjo Juara yang diusung Rafi guna memperkuat prestasi olahraga serta menciptakan sistem pembinaan atlet yang lebih berkelanjutan.







