Prakiraan Cuaca Jawa Timur pada 27 Mei 2026
BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah di Jawa Timur akan mengalami cuaca cerah berawan pada Rabu, 27 Mei 2026. Namun, beberapa daerah diprediksi akan diguyur hujan ringan mulai siang hingga sore hari. Wilayah seperti Bangkalan, Blitar, Jombang, Lamongan, Lumajang, dan Sidoarjo berpotensi mengalami hujan ringan. Sementara itu, Kota Batu serta Sampang berpotensi mengalami hujan disertai petir.
Suhu udara di Jawa Timur diperkirakan berkisar antara 24–30°C. Daerah dengan suhu terpanas adalah Kota Pasuruan dengan kisaran 25–31°C, sedangkan Kota Batu menjadi daerah yang paling dingin dengan suhu berkisar antara 16–19°C.
Berikut ini daftar wilayah di Jawa Timur yang diprediksi akan mengalami hujan ringan:
- Bangkalan
- Blitar
- Bojonegoro
- Jombang
- Kota Blitar
- Kota Kediri
- Kota Malang
- Kota Mojokerto
- Lamongan
- Lumajang
- Magetan
- Malang
- Mojokerto
- Probolinggo
- Sidoarjo
- Sumenep
Potensi Hujan Tinggi Pekan Depan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa kondisi cuaca di Indonesia dalam sepekan ke depan masih dipengaruhi oleh berbagai dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah. Fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO) saat ini terpantau berada pada fase El Niño Condition. Hal tersebut ditandai dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -11,5 dan indeks NINO 3.4 sebesar +0,68.
Kondisi El Niño umumnya berkaitan dengan berkurangnya aktivitas pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, terutama kawasan timur. Namun, dinamika atmosfer intraseasonal masih memberikan dukungan terhadap terbentuknya awan hujan.
Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan berada pada fase 4 atau Maritime Continent. Berdasarkan analisis filter spasial, aktivitas MJO berpotensi aktif di wilayah Kepulauan Riau, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, bagian selatan Maluku Utara, hingga bagian utara Papua. Kondisi tersebut dinilai mampu meningkatkan peluang pertumbuhan awan konvektif di sejumlah wilayah Indonesia meskipun pengaruh El Niño masih berlangsung.
Selain MJO, BMKG menyebut dalam sepekan mendatang cuaca Indonesia juga dipengaruhi aktivitas beberapa gelombang atmosfer. Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur diprediksi aktif di Laut Andaman, Aceh, Sumatera Utara, Selat Malaka, Laut Natuna Utara, dan Kalimantan Utara. Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial yang bergerak ke arah barat, diprakirakan aktif di wilayah Kalimantan bagian tengah hingga selatan, Sulawesi bagian tengah hingga selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Papua Barat bagian selatan, serta Papua Tengah bagian barat.
Adapun Gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG) diprediksi aktif di Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Selat Makassar, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan. Aktivitas gelombang atmosfer tersebut dapat membantu meningkatkan suplai uap air dan mendukung proses pembentukan awan hujan di wilayah yang dilaluinya.
Sirkulasi Siklonik yang Diprediksi Terbentuk
Di sisi lain, sirkulasi siklonik juga diprediksi terbentuk di beberapa wilayah, yakni Samudra Hindia barat Bengkulu, Selat Makassar, Laut Maluku, dan Samudra Pasifik utara Papua. Sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi mulai dari Samudra Hindia barat Aceh hingga barat Sumatera Barat, Laut Flores, Perairan Maluku, Laut Halmahera hingga Laut Filipina, serta di sekitar area sirkulasi siklonik.
Menurut BMKG, kombinasi aktivitas gelombang tropis, pola sirkulasi atmosfer, belokan dan perlambatan angin, serta tingginya kelembapan udara membuat kondisi atmosfer menjadi lebih kondusif bagi pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.







