Perkembangan Terbaru Kasus Ijazah Jokowi: Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar
Jusuf Kalla (JK), mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, melaporkan Rismon Sianipar ke pihak kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik. Laporan ini dilakukan setelah munculnya tudingan bahwa JK diduga membiayai beredarnya kasus ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Dalam laporan yang diajukan oleh tim kuasa hukumnya ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Senin (6/4/2026), JK menyatakan bahwa tudingan tersebut tidak benar. Menurut Juru Bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, tudingan tersebut muncul dari sebuah video yang menampilkan wajah Rismon Sianipar. Dalam video itu, Rismon disebut menuduh JK sebagai pihak yang mendanai kasus ijazah Jokowi.
“Ada tudingan di mana disebutkan bahwa ada konten di situ ada wajah Rismon Sianipar yang menegaskan bahwa pendanaan bergulirnya kasus itu adalah Pak JK (Jusuf Kalla).”
Video tersebut sempat beredar luas selama beberapa hari sebelum akhirnya dibantah. Husain mengungkapkan bahwa klarifikasi baru muncul setelah pihak Jusuf Kalla mengambil langkah hukum.
“Kemudian berita video tersebut dibiarkan bergulir beberapa hari, dan ketika pihak Pak JK melaporkan, lalu buru-buru masalah ini dibantah,” ujarnya.
Rismon Sianipar Membantah Tudingan
Di sisi lain, Rismon Sianipar telah memberikan klarifikasi. Ia membantah pernah menuding Jusuf Kalla sebagai pihak yang mendanai kasus tersebut. Bahkan, dalam perkembangan terbaru, Rismon mengaku telah “berbalik arah” dengan meminta maaf kepada Jokowi dan menyatakan bahwa ijazah Presiden tersebut adalah asli.
Menanggapi laporan yang dilayangkan Jusuf Kalla, pihak Rismon memilih bersikap santai. Kuasa hukumnya, Jahmada Girsang, menyatakan bahwa proses hukum tidak bisa dilakukan secara instan.
“Saya pikir biarkan saja dulu, kan tidak segampang itu membuat laporan,” kata Jahmada saat dihubungi, Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan, setiap laporan yang masuk ke kepolisian akan melalui proses verifikasi awal, termasuk pengujian terhadap bukti-bukti yang diajukan.
“Nanti di SPKT diuji dulu bukti-bukti awal apa yang disodorkan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Jahmada menegaskan bahwa kliennya tidak pernah secara langsung menyebut nama Jusuf Kalla dalam pernyataannya. Ia juga menyebut video yang beredar sebagai informasi yang tidak benar.
“Rismon tidak pernah sebut nama Pak JK. video yang beredar itu hoax, AI ya,” tuturnya.
Pernyataan Jusuf Kalla
Sebelumnya, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) bakal melaporkan Ahli Digital Forensik, Rismon Sianipar yang menyebut jika dirinya menjadi pendana kasus dugaan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Dalam informasi yang beredar, JK disebut menggelontorkan uang sebesar Rp5 miliar dalam kasus yang sudah lama menjadi perbincangan tersebut.
JK mengatakan pelaporan itu akan dilayangkan terkait dugaan pencemaran nama baik terhadapnya.
“Jadi saya ingin katakan karena itulah, maka besok pengacara, itu mewakili saya untuk melaporkan ke Bareskrim Saudara Rismon, untuk mencari kebenaran, menetapkan kebenaran bahwa apa yang dikatakan itu adalah tidak benar,” kata JK di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (5/4/2026).
Ia membantah keras tudingan tersebut. Bahkan, JK mengaku tidak mengenal Rismon secara pribadi.
“Saya katakan itu pasti dan yakin tidak benar. Saya tidak pernah kenal pun Rismon itu, apa pun, ketemu tidak pernah. Roy karena dia bekas menteri saya kenal, ya saya kenal. Tapi yang lainnya tidak,” jelasnya.
JK juga mempertanyakan dasar pernyataan Rismon yang menudingnya itu. Ia mengaku tidak pernah membantu siapapun dalam kasus tersebut meski mengenal Roy Suryo.
“Saya tidak pernah terlibat dalam hal tersebut dan tidak pernah membantu atau apa pun dengan cara apa pun Roy Suryo dan Rismon itu. Apalagi pernah ketemu. Kalau memang pernah ketemu di mana, kapan?” ucapnya.
Penutup
Di sisi lain Husain Abdullah mengatakan tetap melanjutkan laporan ini, lantaran video soal tudingan Jusuf Kalla mendanai kasus ijazah Jokowi menjadi konsumsi publik yang tidak elok.
“Pak Jusuf Kalla tentu tidak ingin sebagai orang yang berada di balik kasus yang sudah sangat menyita perhatian dan tenaga pikiran masyarakat Indonesia.”
“Dan betul-betul harus diluruskan,” ujar Husain.
Jubir Jusuf Kalla tersebut juga menekankan bahwa selama ini JK dalam posisi dekat, bahkan pernah bersama-sama di pemerintahan dengan Jokowi.
“Masa iya seorang Jusuf Kalla (mendanai kasus ijazah Jokowi),” katanya lagi.
Menurutnya kontroversi tersebut akan sangat buruk bagi masyarakat Indonesia, karena mengganggu harmoni kohesi sosial. Dirinya juga menegaskan bahwa saat ini Jusuf Kalla dalam posisi ingin membersihkan nama dan memberikan edukasi kepada masyarakat luas. Dan yang menjadi hal paling utama adalah mencari siapa yang membuat, memproduksi, dan menyebarluaskan video tuduhan tersebut. Di mana dirinya menekankan agar pihak kepolisian mencari pelakunya.







