Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Menjelang Kehadiran Presiden, Wamen KKP dan Sekda Budiar Cek Kesiapan KNMP di Pantai Sipelot Malang

    29 April 2026

    8 Kebiasaan Orang Tidak Mudah Stres, Ini Rahasia Hidup Tenang

    29 April 2026

    BPH Migas dan Korlantas Tandatangani MoU Komitmen Distribusi Energi Bersubsidi

    28 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 29 April 2026
    Trending
    • Menjelang Kehadiran Presiden, Wamen KKP dan Sekda Budiar Cek Kesiapan KNMP di Pantai Sipelot Malang
    • 8 Kebiasaan Orang Tidak Mudah Stres, Ini Rahasia Hidup Tenang
    • BPH Migas dan Korlantas Tandatangani MoU Komitmen Distribusi Energi Bersubsidi
    • Fakta DPRD Jombang Selidiki Lokasi Kelahiran Soekarno di Ploso
    • Targetkan Layanan Capai Rp252,36 Kuadriliun pada 2030
    • Pemkab Biak Numfor Sepakat MOU dengan Kejari Perkuat Pengawasan Hukum
    • Sholawat Badar: Versi Pendek dan Panjang dengan Terjemahan
    • Nina Zatulini Cedera Otot Saat Menyusui, Sampai Robek!
    • Orang yang Menyimpan Makanan Terbaik untuk Gigitan Terakhir Ternyata Memiliki 7 Sifat Tak Terduga Ini
    • Anak-anak Terancam Kekerasan di Daycare
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kajian Islam»Saat Idulfitri Berbeda: Ujian Keteguhan dan Kematangan Umat

    Saat Idulfitri Berbeda: Ujian Keteguhan dan Kematangan Umat

    adm_imradm_imr23 Maret 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Ramadan: Pelajaran yang Tak Pernah Berakhir

    Ramadan adalah guru yang singgah sebulan, tetapi pelajarannya dimaksudkan untuk seumur hidup. Ia datang menenangkan yang gelisah, menahan yang berlebihan, dan membersihkan yang selama ini luput dari perhatian. Namun Ramadan tidak menguji kita pada kuatnya ibadah saat ia hadir, melainkan pada kesetiaan menjaga kebaikan ketika ia telah pergi.

    Di sanalah letak hikmahnya: istimrar, yaitu keteguhan menjaga cahaya kebaikan dalam hari-hari biasa.

    Allah SWT berfirman:
    “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa… agar kamu bertakwa.”
    (QS. Al-Baqarah: 183)

    Takwa bukan peristiwa musiman. Ia adalah keadaan jiwa yang terus dijaga, bahkan setelah Ramadhan berlalu.

    Rasulullah SAW bersabda:
    “Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus meskipun sedikit.”
    (HR. Bukhari dan Muslim).

    Maka keberhasilan Ramadan bukan diukur dari seberapa kuat kita beribadah selama sebulan, tetapi dari sejauh mana kita mampu menjaga nilai-nilainya setelah ia pergi.

    Ketika Idul Fitri Tidak Sama: Dari Fiqih ke Kedewasaan

    Setiap tahun, umat Islam hampir selalu dihadapkan pada satu kenyataan: perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri. Ada yang merayakan lebih dahulu, ada yang kemudian. Ada yang menggunakan hisab, ada yang menggunakan rukyat.

    Perbedaan ini sering kali menjadi ruang perdebatan. Padahal jika ditelusuri lebih dalam, ia adalah bagian dari kekayaan khazanah keilmuan Islam.

    Allah SWT berfirman:
    “Jika Allah menghendaki, Dia bisa menjadikan sekuruh manusia menjadi satu umat saja, tetapi mereka akan senantiasa berbeda pendapat.”
    (QS. Hud: 118)

    Perbedaan adalah sunnatullah. Yang menjadi persoalan bukanlah perbedaan itu sendiri, tetapi bagaimana manusia menyikapinya.

    Hisab dan Rukyat: Dua Jalan dalam Satu Tujuan

    Dalam penentuan awal bulan hijriah, terdapat dua pendekatan utama: rukyat dan hisab.

    Rukyat berlandaskan hadis Nabi SAW:
    “Berpuasalah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Namun, Rasulullah SAW juga bersabda:
    “Kami adalah umat yang ummi, yang tidak bisa menulis dan tidak bisa menghitung. Satu bulan itu demikian dan demikian (29 atau 30 hari).”
    (HR. Bukhari dan Muslim).

    Di sinilah para ulama melihat adanya illat (alasan hukum).
    Bahwa perintah rukyat tidak hanya bersifat tekstual, tetapi juga kontekstual, karena pada saat itu umat belum menggunakan sistem perhitungan astronomi.

    Seiring perkembangan ilmu, Al-Qur’an sendiri memberikan dasar tentang pentingnya perhitungan:
    “Matahari dan bulan beredar dengan perhitungan.”
    (QS. Ar-Rahman: 5).

    Dan juga:
    “Allah SWT menciptakan matahari yang bersinar dan bulan yang bercahaya, serta menetapkan orbit bulan untuk menghitung waktu (tahun/hari)
    ” (QS. Yunus: 5).

    Ayat ini menunjukkan bahwa hisab adalah bagian dari sunnatullah, bukan sesuatu yang bertentangan dengan syariat.

    Maka perbedaan hisab dan rukyat sejatinya bukan pertentangan antara benar dan salah, tetapi perbedaan pendekatan dalam memahami dalil.

    Teladan Ulama Nusantara: Berbeda Tanpa Berpecah

    Para ulama Nusantara telah memberikan teladan luar biasa dalam menyikapi perbedaan.
    Kiyai Ahmad Dahlan dengan pendekatan hisabnya, dan Kiyai Hasyim Asy’ari dengan pendekatan rukyatnya, hidup dalam perbedaan, tetapi tetap dalam satu barisan umat.

    Kiyai Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bahkan menegaskan bahwa perbedaan adalah rahmat yang harus dirawat, bukan dihapuskan.

    Prinsip yang mereka pegang sederhana namun dalam:
    Bersatu dalam yang pokok, toleran dalam yang cabang.

    Istimrar: Menjaga Hati di Tengah Perbedaan

    Ramadan telah melatih kita menahan diri. Maka dalam perbedaan, kita juga harus menahan ego.

    Ramadan telah membersihkan hati. Maka dalam perbedaan, kita juga harus menjaga prasangka baik.

    Perbedaan hari raya adalah ujian: apakah kita lebih mencintai kebenaran, atau ego kita sendiri?

    Bukan kah perbedaan tidak pernah melukai, yang melukai adalah hati yang sempit.

    Ramadan telah mengajarkan kita menahan diri, maka jangan biarkan ia berlalu bersama ego yang kembali hidup.

    Jika kita tak mampu menyatukan hari raya, maka satukanlah hati dalam persaudaraan.

    Karena kekuatan umat ini bukan pada keseragaman langkah, tetapi pada kesatuan hati.

    Pada akhirnya, Ramadhan mengajarkan bahwa keberhasilan bukan pada kuatnya ibadah di bulan suci, tetapi pada kesetiaannya setelah ia pergi.

    Dan dalam perbedaan, Ramadhan mengajarkan bahwa yang paling penting bukan siapa yang paling benar, tetapi siapa yang paling mampu menjaga hati.

    Karena di hadapan Allah, yang dinilai bukan keseragaman pendapat, tetapi ketakwaan dan keikhlasan dalam menjalani kehidupan.

    Maka biarlah Idul Fitri datang dengan perbedaan, asal hati tetap bersatu dalam iman, dan langkah tetap seiring dalam persaudaraan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Sholawat Badar: Versi Pendek dan Panjang dengan Terjemahan

    By adm_imr28 April 20260 Views

    Sholawat Robbi Kholaq: Tulisan Latin, Makna, dan Manfaatnya

    By adm_imr28 April 20261 Views

    Lafal Doa dan Tata Cara di Multazam untuk Jemaah Haji dan Umroh

    By adm_imr28 April 20263 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Menjelang Kehadiran Presiden, Wamen KKP dan Sekda Budiar Cek Kesiapan KNMP di Pantai Sipelot Malang

    29 April 2026

    8 Kebiasaan Orang Tidak Mudah Stres, Ini Rahasia Hidup Tenang

    29 April 2026

    BPH Migas dan Korlantas Tandatangani MoU Komitmen Distribusi Energi Bersubsidi

    28 April 2026

    Fakta DPRD Jombang Selidiki Lokasi Kelahiran Soekarno di Ploso

    28 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?