
Setelah bertahun-tahun menjadi bintang di sirkuit Brazilian Jiu-Jitsu, Helena Crevar akhirnya menapaki panggung seni bela diri terbesar di dunia. Seorang atlet berusia 18 tahun ini tampil luar biasa dalam ajang ONE Fight Night 39: Rambolek vs. Dayakaev yang digelar pada Sabtu lalu, 24 Januari, di Bangkok, Thailand. Kemenangan yang diraihnya membuktikan mengapa ia dianggap sebagai salah satu grappler wanita terbaik di dunia.
Crevar, yang juga merupakan Juara Dunia IBJJF 2025 dan mencatatkan rekor sebagai atlet termuda yang masuk podium ADCC, berhasil menggabungkan teknik dasar dengan inovasi modern. Dalam pertandingan openweight melawan Teshya Noelani Alo, ia mampu mengunci lawannya hanya dalam waktu 100 detik menggunakan teknik Estima Lock di Lumpinee Stadium.
Menurut Crevar, pengalaman tersebut sangat luar biasa. Ia merasa puas dengan kemenangan yang diraih lewat kuncian. Selama pekan itu, segala sesuatu berjalan lancar, mulai dari jadwal hingga persiapan. Ia mengatakan:
“Saya sangat senang dengan debut saya. Saya tidak merasa ada tekanan sama sekali. Saya sudah berkompetisi selama 10 tahun, jadi saya tetap tenang sebelum laga. Dalam satu atau dua tahun terakhir, saya bahkan tidak merasakan grogi, hanya merasa antusias berada di matras.”
Meskipun demikian, perlawanan dari Alo tidak bisa dianggap remeh. Sejak awal pertandingan, Alo terus menekan secara agresif, berkat latar belakangnya sebagai pegulat dan atlet judo. Namun, ketenangan yang dimiliki oleh Crevar menjadi pembeda. Ia mampu bertahan di setiap situasi berbahaya dan langsung membalas dengan presisi yang klinis.
Kemenangan ini juga dibantu oleh latihan intensif dengan pelatih legendaris seperti John Danaher dan Gordon Ryan. Berkat latihan tersebut, Crevar mampu memaksa lawannya menyerah.
Crevar menambahkan:
“Dia sangat cepat dan agresif, tapi saya tahu jika saya bisa berada di posisi atas atau menangkap kakinya, maka saya bisa menguncinya. Itulah yang saya lakukan.
Kuncian engkel adalah salah satu favorit saya, dan itulah yang saya incar dari awal. Segera setelah saya menyergapnya, kejadiannya berlangsung cepat. Saya tahu kunciannya masuk, tinggal menunggu apakah dia akan tap atau tidak. Tapi setelah bunyi letupan kedua, dia tap dengan cepat.”
Kemenangan ini memperkuat rekor Crevar menjadi 346-7, dengan 306 kemenangan melalui kuncian. Ini menunjukkan betapa dominannya ia dalam pertandingan.
Selain itu, Crevar juga mengapresiasi perkembangan yang terjadi pada Teshya Noelani Alo. Meski pertemuan mereka kali ini lebih meyakinkan bagi Crevar, ia tetap melihat adanya evolusi dalam permainan Alo. Tidak hanya di atas matras, tetapi juga sebagai individu.
Atlet asal Las Vegas ini mengatakan:
“Permainan kami jauh berubah. Dalam pertemuan pertama, tak banyak pergerakan. Saat itu dia berada dalam guard saya sepanjang waktu, hampir selama enam menit laga. Kali ini, dia lebih aktif bergerak untuk menembus pertahanan saya. Ini adalah laga yang luar biasa.
Dia juga adalah seorang individu yang hebat. Sangat ramah. Sebelum dan setelah laga, kami bersalaman dan berpelukan. Dia orang yang hebat dan juga atlet yang luar biasa. Saya senang dia menerima tawaran laga ini, dan saya bersyukur karenanya.”
Setelah melewati ujian pertamanya di ONE dengan ciamik, Crevar kini menatap tantangan yang lebih besar. Baginya, laga debut di panggung dunia ini hanya sebagai awalan, dan ia siap untuk naik ke tangga selanjutnya.
“Tidak ada nama lawan khusus. Siapapun yang ingin menghadapi saya dalam berat 155 pound, atau mungkin openweight. Mudah-mudahan, laga perebutan gelar di ONE.”







