Sejarah dan Keunikan Candi Meja di Tulungagung
Candi Meja terletak di Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Situs ini memiliki bentuk yang sangat unik, menyerupai altar atau meja batu besar. Candi Meja berada dalam satu kawasan dengan Goa Selomangleng, yang juga menjadi salah satu situs sejarah penting di wilayah tersebut.
Situs ini diduga berasal dari masa Kerajaan Majapahit dan diperkirakan pernah menjadi tempat pertapaan serta aktivitas spiritual para resi Hindu di masa lampau. Keberadaan ornamen tapak dara dan lokasi di kawasan perbukitan menjadikan Candi Meja sebagai jejak penting budaya Hindu-Buddha di wilayah Tulungagung.
Lokasi dan Lingkungan Sekitar
Candi Meja berada di Desa Sanggrahan atau wilayah Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu. Situs ini masih berada dalam kompleks kawasan kepurbakalaan Goa Selomangleng. Posisi Candi Meja terletak di lereng perbukitan sekitar 500 meter di atas Goa Selomangleng. Untuk mencapai lokasi candi, pengunjung harus melewati jalur menanjak menuju kawasan bukit di sekitar situs gua.
Letak candi ini berada di lereng bagian atas bongkahan batu tempat Goa Selomangleng dibuat. Kawasan tersebut sejak lama dikenal sebagai area yang menyimpan berbagai peninggalan purbakala yang diduga berasal dari masa Kerajaan Majapahit. Lokasi yang berada di area perbukitan dan cukup jauh dari permukiman warga membuat suasana di sekitarnya terasa tenang dan terpencil.
Bentuk Bangunan yang Unik
Keistimewaan utama Candi Meja terletak pada bentuk bangunannya yang berbeda dibandingkan candi lain di Jawa Timur. Nama “Candi Meja” sendiri berasal dari bentuk bangunannya yang menyerupai meja atau altar batu besar. Bangunan ini tidak disusun dari tumpukan bata maupun batu andesit seperti candi Hindu-Buddha pada umumnya.
Sebaliknya, Candi Meja dibuat langsung dari batu monolit atau batu besar utuh yang dipahat hingga membentuk altar sederhana. Bangunan candi memiliki ukuran sekitar 3 x 3 meter dengan tinggi kurang lebih 1 meter. Saat ini, bagian yang tersisa hanyalah batur atau dasar bangunan tanpa tubuh maupun atap candi sehingga tampak sederhana seperti meja batu besar di tengah kawasan perbukitan.
Pada bagian sisi barat terdapat anak tangga untuk naik ke atas batur, meski bagian pipi tangga kini sudah runtuh. Pada bagian dinding batur terdapat hiasan pelipit rata dan ornamen tapak dara. Motif tersebut juga ditemukan pada Candi Sawentar di Blitar yang berasal dari masa Majapahit.
Diduga sebagai Tempat Bertapa Para Resi
Hingga kini belum diketahui secara pasti fungsi utama Candi Meja pada masa lampau. Namun, bentuk bangunannya yang sederhana tanpa ruang utama maupun atap membuat para ahli menduga situs ini memang dirancang sebagai tempat pertapaan para resi Hindu pada masa lampau. Bentuk bangunan yang hanya berupa altar tanpa atap kemungkinan memang sengaja dibuat untuk menunjang aktivitas meditasi atau ritual keagamaan.
Pendapat serupa juga muncul dari hasil penelitian terhadap Goa Selomangleng yang berada tidak jauh dari lokasi candi. Para peneliti menduga kawasan perbukitan di sekitar Goa Selomangleng dan Candi Meja dahulu menjadi pusat kegiatan religi pada masa Hindu-Buddha. Jarak kedua situs yang berdekatan menunjukkan kemungkinan adanya keterkaitan fungsi antara Candi Meja dan Goa Selomangleng sebagai tempat pertapaan para resi Hindu pada masa kerajaan kuno.
Diduga Berkaitan dengan Masa Majapahit
Keberadaan motif tapak dara pada dinding batur menjadi salah satu petunjuk bahwa Candi Meja kemungkinan dibangun pada masa Kerajaan Majapahit. Motif tersebut merupakan ciri khas yang banyak ditemukan pada bangunan candi era Majapahit. Karena itu, sejumlah ahli menduga Candi Meja dibangun pada periode tersebut.
Namun demikian, hingga kini belum ada kepastian mengenai waktu pasti pembangunan Candi Meja. Sebagian peneliti bahkan berpendapat situs ini bisa saja telah ada sebelum masa Majapahit. Pendapat itu muncul karena lokasi Candi Meja masih berada dalam satu kawasan dengan Goa Selomangleng yang memiliki sejarah lebih tua dan diduga telah digunakan sejak masa kerajaan sebelumnya.
Menjadi Jejak Sejarah dan Wisata Edukasi
Kini, Candi Meja menjadi salah satu situs sejarah yang menarik untuk dikunjungi masyarakat maupun peneliti sejarah dan arkeologi. Bentuk bangunannya yang menyerupai meja batu membuat candi ini tampak unik dibandingkan candi-candi lain di Jawa Timur.
Selain sebagai peninggalan budaya, Candi Meja juga memperlihatkan gambaran kehidupan spiritual masyarakat Hindu pada masa kerajaan kuno, terutama aktivitas pertapaan dan ritual keagamaan di kawasan perbukitan. Bersama Goa Selomangleng, situs ini menjadi bagian penting warisan sejarah Tulungagung yang masih terjaga dan terus dikenalkan kepada generasi muda sebagai jejak peradaban masa lampau.







