Serangan Militer Israel dan AS ke Iran: Korban Sipil Meningkat, Kerusakan di Teheran
Serangan militer yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah wilayah di Iran pada hari Sabtu (28/2/2026) menimbulkan korban jiwa dan kerusakan besar-besaran. Salah satu lokasi yang paling parah adalah sebuah sekolah dasar perempuan di Kota Minab, Provinsi Hormozgan. Menurut laporan media pemerintah Iran, sedikitnya 51 siswi tewas dan 45 lainnya luka-luka akibat serangan rudal yang menghantam gedung sekolah tersebut.
Korban mayoritas merupakan pelajar yang berada di dalam kelas saat serangan terjadi pada pagi hari. Angka korban awalnya dilaporkan sebanyak 40 orang, tetapi kemudian diperbarui menjadi 51 korban meninggal. Laporan ini dirilis oleh kantor berita resmi Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), yang juga menyebutkan bahwa banyak korban luka-luka sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.
Kerusakan di Teheran dan Kompleks Khamenei
Selain Minab, serangan juga menghantam sejumlah distrik di pusat kota Teheran, merusak apartemen dan infrastruktur sipil lainnya. Citra satelit terbaru memperlihatkan kerusakan berat pada kompleks kediaman resmi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Media luar negeri seperti The New Voice of Ukraine melaporkan bahwa istana dan kompleks resmi Khamenei disebut runtuh total. Namun hingga kini belum ada kepastian apakah Khamenei berada di dalam kompleks saat serangan berlangsung.
Laporan kantor berita Iran menyebutkan bahwa roket dan rudal juga menghantam wilayah sekitar kediaman tersebut serta Istana Kepresidenan. Citra satelit yang baru dirilis juga memperlihatkan kerusakan berat di kompleks kediaman resmi Pemimpin Tertinggi Iran di Teheran, dengan sejumlah bangunan roboh dan asap hitam mengepul dari lokasi. Kompleks tersebut selain menjadi rumah resmi Khamenei juga merupakan pusat aktivitas politik dan militer rezim.
Selain sekolah di Minab, laporan Iran menyebutkan setidaknya dua siswa tewas akibat serangan lain yang mengenai sekolah di dekat ibu kota. Serangan udara yang dilaporkan menghantam beberapa distrik di pusat kota Teheran menyebabkan kerusakan kepada apartemen dan infrastruktur sipil lainnya.
Israel Bersiaga
Tanda-tanda peringatan darurat berupa bunyi sirene semakin memenuhi berbagai lokasi di Israel. Hal tersebut dirilis oleh akun media sosial X (Twitter) Pasukan Pertahanan Israel @IDF pada Sabtu, 28 Februari 2026. Simbol-simbol merah berangsur semakin banyak tersebar di banyak lokasi dalam hitungan jam. Terbaru, sekitar 20 menit yang lalu saat berita ini ditulis, simbol merah sirine bertumpuk pada sebagian besar perkotaan.
Padahal 3 jam yang lalu, simbol tersebut masih tersebar dan berjarak di bagian utara dan selatan Israel. Akun IDF juga memberikan keterangan pada unggahan gambarnya. “Sirene kembali berbunyi di seluruh Israel!” tulis akun tersebut pada 19.50 WIB atau sekitar 14.50 waktu Israel.
Menurut laporan dari lembaga-lembaga media internasional, serangan yang disebut pemerintah Israel sebagai tindakan pendahuluan itu melibatkan misil dan serangan udara yang menarget fasilitas-fasilitas militer dan infrastruktur strategis di Teheran dan kota-kota lain di Iran. Ledakan terdengar luas di kawasan ibu kota, sementara sirene darurat berbunyi di berbagai wilayah, termasuk di Israel sendiri yang menetapkan status darurat dan mengeluarkan perintah bagi warganya untuk berlindung.
Reaksi Global dan Kekhawatiran
Reaksi global terhadap serangan itu sudah mulai bermunculan. Beberapa negara mengecam tindakan militer Israel dan AS, sementara kekhawatiran meningkat tentang potensi perluasan konflik yang lebih luas di kawasan Teluk dan sekitarnya, termasuk kemungkinan dampak bagi keamanan global serta jalur energi internasional. Lembaga seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa diperkirakan akan menjadi forum penting untuk pembahasan lebih lanjut atas legalitas dan konsekuensi dari tindakan militer ini.
Hingga berita ini diturunkan, respons lanjutan dari pemerintah Iran, serta pernyataan lebih penuh dari pemerintah Israel dan Amerika Serikat, masih ditunggu. Perkembangan terbaru di lapangan menunjukkan eskalasi yang cepat dan kompleks, menunjukkan potensi terjadinya babak baru dalam konflik berskala regional di Timur Tengah.
Kronologi Serangan
Serangan ini terjadi di tengah eskalasi besar-besaran konflik yang dipicu oleh operasi militer gabungan Israel dan AS yang menarget sejumlah infrastruktur militer Iran, termasuk kawasan strategis di Ibu Kota Teheran dan wilayah selatan. Laporan dari AFP dan Associated Press menegaskan bahwa serangan yang disebut-sebut sebagai strike awal itu dilancarkan sebagai upaya untuk menekan kemampuan militer dan ancaman yang dianggap ditimbulkan Iran.
Pada saat serangan dilancarkan, sekolah dasar itu dipenuhi siswa yang sedang memulai hari pembelajaran. Dentuman kuat terdengar di lokasi, disusul kepulan asap dan upaya evakuasi darurat oleh pihak berwenang setempat. Laporan menyebutkan bahwa sedikitnya 45 orang lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di fasilitas kesehatan terdekat.
Pemerintah Iran secara tegas mengutuk serangan tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional dan menargetkan warga sipil tak bersalah. Pernyataan otoritas setempat menegaskan solidaritas nasional dan janji akan tindakan balasan terhadap pihak yang mereka anggap bertanggung jawab atas serangan itu.







