Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik di Indonesia Memasuki Era Baru
Kehadiran SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) berteknologi ultra fast charging 480 kilowatt (kW) di kawasan Scientia, Summarecon Gading Serpong, Tangerang Selatan, menandai perkembangan signifikan dalam ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Fasilitas ini tidak hanya menawarkan kapasitas daya yang besar, tetapi juga teknologi canggih yang mampu mempercepat proses pengisian baterai kendaraan listrik.
SPKLU yang diberi nama ZORA SPKLU Signature merupakan hasil kolaborasi antara PT PLN (Persero), PT Mega Energi Biru Indonesia (MEBI), dan Huawei Digital Power Indonesia. Teknologi yang digunakan memungkinkan pengguna mengisi baterai dari 10 persen ke 80 persen (State of Charge/SoC) hanya dalam waktu sekitar 20 menit untuk kategori ultra fast charging. Sementara itu, untuk medium charging, waktu yang dibutuhkan berkisar 50 menit untuk rentang yang sama.
Fitur Unggulan SPKLU
Fasilitas ini dilengkapi dengan 12 konektor DC Ultra Fast Charging dan 1 konektor AC Medium Charging. Desain ini dirancang untuk melayani kawasan dengan lalu lintas kendaraan tinggi, sehingga perputaran kendaraan (fast turnaround time) tetap efisien dan antrean bisa ditekan.
Salah satu fitur utama adalah teknologi Split Charging. Sistem ini memungkinkan distribusi daya secara fleksibel ke beberapa kendaraan sekaligus, sesuai dengan kebutuhan masing-masing mobil yang sedang mengisi. Dengan begitu, daya tidak terbuang percuma dan utilisasi infrastruktur menjadi lebih optimal.
Selain itu, SPKLU ini juga menggunakan Liquid Cooling System atau sistem pendingin cairan. Pendinginan berbasis cairan menjaga suhu perangkat tetap stabil meski menyalurkan daya sangat besar. Hasilnya, performa pengisian lebih konsisten, risiko overheating lebih rendah, dan perangkat tetap andal dalam berbagai kondisi cuaca.
Teknologi pengisian yang digunakan berbasis Huawei FusionCharge, yang juga mendukung integrasi dengan sistem penyimpanan energi baterai (Battery Energy Storage System/BESS). Artinya, suplai listrik dapat dikombinasikan antara jaringan utama dan sumber energi tersimpan, membuka peluang pemanfaatan energi yang lebih bersih.
Konsep yang Lebih Lengkap
Yang menarik, konsep yang diusung bukan hanya charging point biasa. Area tunggu dirancang nyaman sehingga pengguna dapat beristirahat atau beraktivitas selama proses pengisian berlangsung. Pendekatan ini dikenal sebagai destination charging atau lifestyle hub, mengubah pengalaman isi daya menjadi bagian dari rutinitas yang lebih menyenangkan.
Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Nugraha Putra, menegaskan bahwa kehadiran fasilitas ini merupakan bagian dari transformasi layanan berbasis kebutuhan pelanggan. “Kami tidak hanya menyediakan tempat pengisian daya, tetapi menghadirkan ekosistem gaya hidup baru bagi pengguna EV. Dengan teknologi ultra-fast charging dan integrasi AI, kami ingin memastikan transisi menuju mobilitas hijau menjadi pengalaman yang menyenangkan dan tanpa hambatan,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa pengembangan infrastruktur EV menjadi bagian penting dari upaya dekarbonisasi sektor transportasi dan pengurangan ketergantungan pada bahan bakar impor.
Integrasi Digital
Dari sisi digital, pengguna bisa memanfaatkan fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS) di aplikasi PLN Mobile. Fitur Trip Planner membantu merencanakan rute berdasarkan lokasi SPKLU, sementara AntreEV memungkinkan pengguna memantau dan mengatur antrean secara transparan.
Hingga Desember 2025, PLN bersama mitra telah mengoperasikan 4.655 unit SPKLU di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran SPKLU ultra fast 480 kW di Gading Serpong ini memperlihatkan arah pengembangan berikutnya: infrastruktur yang bukan hanya lebih banyak, tetapi juga lebih canggih, lebih cepat, dan lebih terintegrasi.
Bagi masyarakat yang mempertimbangkan beralih ke kendaraan listrik, kehadiran fasilitas seperti ini diyakini menjadi indikator penting bahwa kekhawatiran soal waktu pengisian dan ketersediaan infrastruktur kian terjawab.






