Perjalanan Praka Farizal Romadhon, Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon
Praka Farizal Romadhon adalah salah satu prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Ia tergabung dalam kontingen Indonesia yang bertugas bersama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan seluruh bangsa Indonesia.
Latar Belakang dan Karier Militer
Farizal lahir di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 3 Januari 1998. Ia tumbuh menjadi seorang prajurit muda yang berdedikasi. Dalam perjalanan karier militernya, ia menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima, posisi yang bertanggung jawab atas disiplin dan tata tertib di lingkungan Kompi Markas satuan Yonif 113/Jaya Sakti.
Ia juga pernah menerima penghargaan berupa Satyalancana Dharma Nusa dan Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun, sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas, disiplin, serta pengabdian tanpa cacat dalam menjalankan tugas sebagai prajurit TNI.
Pada April 2025, Farizal ditugaskan dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tergabung dalam pasukan UNIFIL di Lebanon. Penugasan tersebut menjadi bentuk kehormatan sekaligus tanggung jawab besar sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.
Misi Perdamaian di Lebanon
Farizal tergabung dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL. Ia dan rekan-rekannya sedang menjalankan misi pemeriharaan perdamaian di Lebanon, khususnya di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan.
UNIFIL adalah misi penjaga perdamaian PBB yang didirikan pada Maret 1978 untuk menjaga keamanan di Lebanon Selatan, khususnya di sepanjang perbatasan dengan Israel. Misi ini bertujuan untuk mencegah eskalasi konflik dan memastikan stabilitas di wilayah tersebut.
Serangan Militer Israel dan Korban
Peristiwa tragis terjadi pada Minggu (29/3/2026) waktu setempat, ketika serangan militer Israel mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Desa Adchit Al Qusayr. Praka Farizal Romadhon dan dua rekan lainnya terluka akibat proyektil yang meledak di area tersebut.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, menyebut bahwa satu orang prajurit mengalami luka berat, sementara dua lainnya luka ringan. Namun, Praka Farizal tidak berhasil selamat dan meninggal dunia pada usia 28 tahun.
Tanggapan dari Pemerintah RI
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga personel lainnya terluka. Kemlu mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan.
“Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional,” ujar Kemlu.
Kemlu juga turut mendoakan dan menyampaikan simpati terhadap keluarga yang ditinggalkan, serta mendoakan pemulihan sepenuhnya bagi personel yang terluka. Selain itu, Kemlu menyatakan bahwa Indonesia bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dilakukan segera serta memberikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka.
Keluarga yang Ditinggalkan
Di balik tugasnya sebagai prajurit, Praka Farizal adalah seorang suami dan ayah yang penuh kasih. Ia menikah dengan Fafa Nur Azila pada 4 Juli 2023, dan dari pernikahan tersebut dikaruniai seorang putri bernama Shanaya Almahyra Elshanu yang lahir pada 6 Mei 2024.
Keluarga kecilnya selama ini tinggal di Asrama Militer Kima Yonif 113/Jaya Sakti di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. Kepergian Praka Farizal meninggalkan luka mendalam bagi istri dan anaknya yang masih kecil.
Biodata Singkat
- Nama: Farizal Romadhon
- Tempat Tanggal Lahir: Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, 3 Januari 1998
- Agama: Islam
- Pangkat: Praka
- NRP: 31170141380198
- Jabatan: Taban Provost 1 Ru Provost Kima
- Kesatuan: Yonif 113/JS Brigif 25/Suwah Dam Iskandar Muda
- Bintang Jasa: SL Dharma Nusa, SL Kesetiaan VIII Tahun
- Meninggal Dunia:
- Hari: Minggu
- Tanggal: 29 Maret 2026
- Pukul: 20.44 waktu Lebanon/01.40 WIB
- Tempat: Indobatt UNP 7-1 Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan
- Sebab: Terkena serangan Altileri IDF
- Keluarga yang Ditinggalkan:
- Istri: Fafa Nur Azila (25 tahun, Ibu rumah tangga)
- Anak: Shanaya Almahyra Elshanu (2 tahun)





