Penguatan Kerja Sama Pendidikan Indonesia dan Thailand
Indonesia dan Thailand terus memperkuat hubungan kerja sama pendidikan melalui berbagai inisiatif, salah satunya adalah Business Delegation for Education Services 2026 yang diadakan di Jakarta. Acara ini menandai langkah penting dalam memperluas peluang studi dan kerja sama akademik antara kedua negara.
Sebanyak 15 universitas dan institusi pendidikan dari Thailand hadir dalam acara tersebut, memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk mengenal berbagai program studi yang ditawarkan. Acara ini juga menjadi bagian dari Peta Jalan Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand 2026–2030 yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor, termasuk pendidikan.
Keuntungan Menjadi Tujuan Pendidikan
Thailand semakin diminati oleh pelajar Indonesia karena beberapa faktor. Pertama, jarak geografis yang dekat membuat perjalanan lebih mudah dibandingkan tujuan pendidikan di Eropa atau Amerika. Kedua, biaya pendidikan dan hidup yang relatif terjangkau serta adanya berbagai pilihan program internasional juga menjadi daya tarik.
Selain itu, peluang beasiswa yang tersedia di Thailand juga turut memengaruhi keputusan para pelajar. Duta Besar Thailand untuk Indonesia, Prapan Disyatat, menyebutkan bahwa saat ini lebih dari 800 pelajar Thailand belajar di Indonesia, sementara jumlah pelajar Indonesia di Thailand mencapai lebih dari 1.000 orang. Pertukaran pelajar ini menjadi indikasi perkembangan hubungan pendidikan antara kedua negara.
Perkembangan Hubungan Pendidikan
Menurut Prapan, perkembangan hubungan pendidikan tidak hanya terbatas pada mobilitas pelajar, tetapi mulai berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas di tingkat institusi. Banyak universitas Indonesia telah menjajaki kemitraan dengan perguruan tinggi di Thailand, termasuk pertukaran mahasiswa dan tenaga pengajar, pengembangan program akademik, riset, hingga pertukaran publikasi.
Kerja sama ini menjadi bentuk komitmen untuk menjalin hubungan kelembagaan yang lebih erat dan memanfaatkan potensi besar yang ada di sektor pendidikan antara Indonesia dan Thailand.
Peta Jalan Kemitraan Strategis
Penguatan kerja sama pendidikan sejalan dengan Peta Jalan Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand 2026–2030. Dalam kerangka ini, sektor pendidikan menjadi fokus utama, termasuk pertukaran mahasiswa, pengembangan kemampuan di bidang AI, pertukaran publikasi akademik, dan peluang beasiswa.
Perkembangan teknologi dan ekonomi digital menjadikan kebutuhan akan sumber daya manusia yang kompeten di bidang teknologi, sains, teknik, kesehatan, dan industri baru semakin mendesak. Oleh karena itu, kerja sama pendidikan tidak hanya menjadi sarana meningkatkan mobilitas mahasiswa, tetapi juga sebagai investasi dalam pengembangan talenta dan daya saing kedua negara.
Pameran Pendidikan di Jakarta
Business Delegation for Education Services in Indonesia 2026 digelar oleh Thai Trade Center Jakarta pada 18–20 Agustus 2026. Acara ini merupakan keterlibatan ketiga pihaknya di Indonesia dan menjadi pameran pendidikan Thailand pertama yang digelar secara mandiri.
Direktur Thai Trade Center Jakarta, Hataichanok Sivara, menyampaikan harapan agar inisiatif ini dapat memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas, mendorong pengembangan kemitraan berkelanjutan, serta mempererat hubungan antarmasyarakat melalui pendidikan.
Bidang Studi yang Sesuai dengan Kebutuhan Ekonomi
Lima belas institusi pendidikan Thailand yang hadir menawarkan berbagai bidang studi, seperti bisnis, teknologi informasi, teknik, AI dan inovasi digital, kesehatan, pariwisata dan perhotelan, logistik, keberlanjutan, serta pendidikan vokasi. Keragaman ini menunjukkan adaptasi terhadap kebutuhan pendidikan di kawasan Asia Tenggara yang semakin terkait dengan perkembangan teknologi dan transformasi ekonomi.
Agenda Acara
Business Delegation for Education Services in Indonesia 2026 dirancang dalam beberapa agenda. Business Matching diadakan pada 18 Agustus untuk mempertemukan institusi pendidikan Thailand dengan calon mitra dari Indonesia. Education Expo berlangsung pada 19 Agustus dan dibuka untuk masyarakat umum. Sementara pada 20 Agustus, delegasi Thailand dijadwalkan mengunjungi Universitas Prasetiya Mulya dan Universitas Pelita Harapan (UPH).
Kunjungan tersebut diarahkan untuk melihat perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia sekaligus menjajaki peluang kerja sama akademik dan kelembagaan.
Masa Depan Kerja Sama Pendidikan
Pola promosi pendidikan Thailand di Indonesia mulai berubah, tidak hanya untuk menarik mahasiswa, tetapi juga membangun jaringan kerja sama antarperguruan tinggi. Meningkatnya mobilitas pelajar Indonesia dan Thailand menunjukkan bahwa pendidikan telah menjadi penghubung penting dalam hubungan kedua negara.
Bagi mahasiswa, pengalaman belajar di negara lain memberikan kesempatan untuk mengenal budaya, bahasa, sistem pendidikan, serta lingkungan kerja di kawasan Asia Tenggara. Bagi kedua negara, mobilitas tersebut menjadi bagian dari strategi membangun sumber daya manusia dengan perspektif regional.





