Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    7 tips menjaga berat badan selama puasa Ramadan

    11 Maret 2026

    Info Mudik Gratis PT INKA 2026: Rute Madiun-Solo-Boyolali, Cara Daftar Terbaru

    11 Maret 2026

    5 Rekomendasi LCGC Bekas Rp50 Jutaan untuk Mudik 2026

    11 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 11 Maret 2026
    Trending
    • 7 tips menjaga berat badan selama puasa Ramadan
    • Info Mudik Gratis PT INKA 2026: Rute Madiun-Solo-Boyolali, Cara Daftar Terbaru
    • 5 Rekomendasi LCGC Bekas Rp50 Jutaan untuk Mudik 2026
    • 7 Tempat Makan Halal Wajib Dikunjungi di Kelapa Gading!
    • Itinerary Ngabuburit di BXSea Bintaro dengan Budget Rp 470 Ribu
    • Prediksi Skor Kayserispor vs Trabzonspor, 10 Maret 2026 Pukul 00.00 WIB
    • Meisya Siregar Kembali ke Indonesia, Istri Bebi Romeo Minta Doa
    • HDL vs LDL: Kolesterol Baik dan Jahat
    • Diplomasi Gelas di Kuala Lumpur: Sate dan Persaudaraan
    • Berapa Kuat Nuklir Tiongkok Jika Perang Dunia III Pecah?
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Tidak Sepakat dengan Netanyahu, Trump Lanjut Bicara dengan Iran

    Tidak Sepakat dengan Netanyahu, Trump Lanjut Bicara dengan Iran

    adm_imradm_imr15 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perayaan Revolusi Islam yang Diiringi Ketegangan Diplomasi

    Lapangan Azadi di Teheran kembali menjadi pusat perhatian pada Rabu (11/2) lalu. Di sana, bendera berkibar, lagu-lagu revolusi dikumandangkan, dan Presiden Masoud Pezeshkian berdiri di hadapan ribuan warga yang memperingati hari lahir Republik Islam. Empat puluh tujuh tahun silam, revolusi berhasil menggulingkan monarki Shah dan membuka era kepemimpinan ulama di bawah pimpinan Ayatollah Ruhollah Khomeini.

    Namun, perayaan kali ini berlangsung dalam suasana yang sangat genting. Sehari sebelumnya, saat pemerintah menyalakan kembang api di langit Teheran, beberapa warga justru meneriakkan slogan dari balkon apartemen mereka: “Matilah Khamenei” dan “Matilah wahai diktator.” Video-video yang beredar di media sosial menunjukkan teriakan itu menggema di beberapa sudut kota, meskipun aparat keamanan memperketat pengawasan.

    Di atas panggung di Teheran, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran “tidak akan tunduk pada agresi” dan tidak akan menyerah pada “tuntutan berlebihan” dari Amerika Serikat (AS). Dia kembali menegaskan bahwa program nuklir Iran bersifat damai dan siap diverifikasi. Pada saat yang sama, dia menyebut pihaknya tetap membuka dialog demi “perdamaian dan ketenangan kawasan.”

    Perang di Cakrawala

    Sementara itu, Presiden AS Donald Trump belum menutup kemungkinan aksi militer terhadap Iran. Usai mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln bersama kelompok tempurnya ke Timur Tengah, dia kini mempertimbangkan pengiriman kapal induk kedua. Baru-baru ini, serdadu AS dilaporkan menembak jatuh sebuah drone yang mendekati armada tempurnya, serta membantu kapal berbendera AS yang hendak dihentikan Iran di Selat Hormuz.

    Di tengah atmosfer panas itu, diplomasi tetap berjalan. Jumat (6/2) lalu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu dengan utusan khusus AS Steve Witkoff. Namun hingga kini belum jelas kapan putaran berikutnya akan digelar. Pejabat senior keamanan nasional Iran, Ali Larijani, menyebut hanya terjadi “pertukaran pesan” dan tidak ada proposal konkret dari Washington.

    Di Washington, Trump menyatakan pembicaraan harus terus berlanjut untuk melihat apakah kesepakatan bisa dicapai. “Jika bisa, itu pilihan yang saya utamakan,” tulisnya di Truth Social. Dia mengingatkan bahwa pada perundingan sebelumnya Iran memilih tidak membuat kesepakatan dan “mereka dipukul”, sebuah rujukan pada serangan AS terhadap situs nuklir Iran dalam perang 12 hari Iran–Israel pada Juni lalu.

    Isu Utama Tetap Sama: Program Nuklir Iran

    Isu utama tetap sama: program nuklir Iran. Barat meyakini Teheran berupaya mengembangkan senjata nuklir, tuduhan yang berulang kali dibantah. Pezeshkian kembali menegaskan program atom Iran “sepenuhnya damai” dan siap untuk “verifikasi apa pun” oleh inspektur internasional.

    Lobi Netanyahu di Washington

    Di Gedung Putih, Rabu (11/2) waktu setempat, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu duduk berhadapan dengan Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Pertemuan itu berlangsung tertutup tanpa konferensi pers.

    Menurut kantor perdana menteri Israel, kedua pemimpin membahas negosiasi dengan Iran, situasi Gaza, dan perkembangan regional. Netanyahu menekankan “kebutuhan keamanan Israel” dalam konteks perundingan nuklir Iran. Israel memandang program nuklir dan rudal Iran sebagai ancaman eksistensial.

    Sejak lama Israel menolak kesepakatan yang hanya membatasi nuklir tanpa menyentuh program rudal balistik dan dukungan Iran terhadap sekutu-sekutunya di kawasan, termasuk Hizbullah di Lebanon dan kelompok-kelompok di Suriah serta Yaman.

    Bagi Israel, Iran tidak hanya mengancam dengan ambisi senjata nuklir, melainkan juga dengan pengembangan peluru kendali berdaya jelajah tinggi yang mampu menjangkau negeri Yahudi tersebut.

    “Perdana Menteri menekankan bahwa negosiasi harus mencakup pembatasan rudal balistik dan penghentian dukungan terhadap sekutu regional,” demikian sikap yang berulang kali disampaikan pejabat Israel.

    Peluang Damai

    Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan kepada Financial Times bahwa memperluas perundingan hingga mencakup program rudal balistik Iran berisiko memicu “tidak lain kecuali perang baru.” Dia menilai positif jika Amerika bersedia menoleransi pengayaan uranium Iran dalam batas-batas yang jelas.

    Fidan mengatakan kepada Financial Times bahwa dirinya meyakini Teheran “secara sungguh-sungguh ingin mencapai kesepakatan yang nyata” dan bersedia menerima pembatasan tingkat pengayaan uranium serta rezim inspeksi yang ketat, seperti yang pernah disepakati dalam perjanjian 2015 dengan Amerika Serikat dan negara-negara lainnya.

    Diplomat Amerika Serikat dan Iran menggelar pembicaraan melalui mediasi Oman pekan lalu untuk menghidupkan kembali jalur diplomasi, setelah Presiden Donald Trump menempatkan armada angkatan laut di kawasan tersebut, yang memicu kekhawatiran akan kemungkinan aksi militer baru.

    “Hal yang positif adalah bahwa pihak Amerika tampaknya bersedia mentoleransi pengayaan uranium Iran dalam batas-batas yang ditetapkan secara jelas,” kata Fidan kepada Financial Times. Dia terlibat dalam komunikasi dengan Washington maupun Teheran.

    “Pihak Iran kini menyadari bahwa mereka perlu mencapai kesepakatan dengan Amerika, dan Amerika juga memahami bahwa Iran memiliki batas-batas tertentu. Tidak ada gunanya mencoba memaksakan kehendak.”

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Diplomasi Gelas di Kuala Lumpur: Sate dan Persaudaraan

    By adm_imr11 Maret 20262 Views

    Dialektika “Mirror Dimension” dalam Perang AS-Israel vs Iran

    By adm_imr11 Maret 20261 Views

    All England Open 2026 – Taufik Hidayat Beri Nasihat, Semua Wakil Indonesia Gugur di Babak 8 Besar

    By adm_imr10 Maret 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    7 tips menjaga berat badan selama puasa Ramadan

    11 Maret 2026

    Info Mudik Gratis PT INKA 2026: Rute Madiun-Solo-Boyolali, Cara Daftar Terbaru

    11 Maret 2026

    5 Rekomendasi LCGC Bekas Rp50 Jutaan untuk Mudik 2026

    11 Maret 2026

    7 Tempat Makan Halal Wajib Dikunjungi di Kelapa Gading!

    11 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?