Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Identitas Perempuan Terbongkar di Malam Pertama, Ini Pembelaan Rey

    15 April 2026

    Harta Bupati Tulungagung yang Diamankan KPK, Dulu Pemilik Toko Material

    15 April 2026

    Bank Dunia Turunkan Proyeksi Ekonomi, Hermawan Soroti Kekuatan Dalam Negeri

    15 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 16 April 2026
    Trending
    • Identitas Perempuan Terbongkar di Malam Pertama, Ini Pembelaan Rey
    • Harta Bupati Tulungagung yang Diamankan KPK, Dulu Pemilik Toko Material
    • Bank Dunia Turunkan Proyeksi Ekonomi, Hermawan Soroti Kekuatan Dalam Negeri
    • OTT KPK di Tulungagung: Bupati Gatut Ditangkap, Pernyataan Baharudin soal Nepotisme Viral Lagi
    • Kunci Jawaban PAI Kelas 11 SMA Halaman 325: Perkembangan Islam Abad Modern
    • Ini yang terjadi pada tekanan darah saat kamu minum air lebih banyak
    • 5 Makanan Legendaris Surabaya yang Harus Dicoba
    • Review drama Korea Perfect Crown, penuh intrik dan ringan!
    • Cek Jadwal & Harga Tiket Bus AKAP Bali ke Jawa Sabtu (11/4)
    • Trump Ancam Gunakan “Senjata Terkuat” Jika Negosiasi AS-Iran Gagal, 24 Jam Menentukan Nasib
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Uni Eropa Minta Hentikan Serangan di Lebanon

    Uni Eropa Minta Hentikan Serangan di Lebanon

    adm_imradm_imr15 April 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Uni Eropa Minta Penghentian Segera Permusuhan di Lebanon

    Pada hari Kamis (9/4/2026), Uni Eropa menyerukan penghentian segera permusuhan di Lebanon, mengingat banyaknya korban jiwa yang terjadi akibat konflik yang sedang berlangsung. Seruan ini datang setelah Israel meluncurkan serangan terbesarnya di Lebanon sejak perang dengan Hizbullah kembali meletus pada awal Maret 2026. Dalam waktu 10 menit saja, Israel mengebom lebih dari 100 sasaran di seluruh negeri, yang mengakibatkan 303 orang tewas dan 1.150 lainnya luka-luka.

    Serangan tersebut terjadi di tengah gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang menurut banyak pihak juga mencakup Lebanon. Perwakilan Tinggi Uni Eropa, Kaja Kallas, dalam sebuah pernyataan menyampaikan bahwa semua pihak harus segera menghentikan permusuhan dan mematuhi hukum humaniter internasional serta melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil.

    Uni Eropa Minta Semua Pihak Hormati Gencatan Senjata

    Kallas juga mendesak semua pihak untuk sepenuhnya menghormati kesepakatan gencatan senjata dan menjamin kebebasan navigasi serta perjalanan yang bebas dan aman melalui Selat Hormuz. Ia menekankan pentingnya diplomasi dalam menyelesaikan berbagai masalah yang tersisa dan mendorong semua pihak untuk terlibat dengan itikad baik menuju tercapainya kesepakatan yang berkelanjutan.

    “Sekarang adalah waktunya merancang strategi komprehensif untuk perdamaian abadi di Timur Tengah,” tambahnya.

    Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Akibat Serangan Israel di Lebanon

    AS dan Iran telah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi oleh Pakistan pada Rabu (8/4/2026). Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Iran setuju untuk mengizinkan kapal-kapal melintasi Selat Hormuz yang sempat ditutup. Laporan juga menyebutkan bahwa Teheran akan mengenakan tarif bagi kapal yang melintas di jalur perairan penting tersebut guna mendanai upaya rekonstruksi negara itu.

    Namun, gencatan senjata tersebut kini terancam runtuh setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran di berbagai wilayah Lebanon pada Rabu. Iran dan Pakistan menyatakan bahwa Lebanon merupakan bagian dari kesepakatan tersebut. Namun, AS dan Israel justru menegaskan sebaliknya.

    Pada Jumat (10/4/2026), seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa Israel dan Lebanon akan mengadakan pembicaraan di Washington pekan depan. Pengumuman ini muncul ketika Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan para menterinya untuk mengupayakan perundingan langsung dengan Lebanon yang berfokus pada pelucutan senjata Hizbullah.

    Israel Terapkan Kebijakan Eskalasi Melalui Normalisasi

    Dilansir dari Al Jazeera, Abid Abou Shhadeh, seorang analis politik dan aktivis yang berbasis di Israel, mengatakan bahwa Tel Aviv pada dasarnya tidak tertarik pada diplomasi atau perundingan apa pun dengan Lebanon. Namun, dengan menyetujui perundingan dengan Lebanon di AS, Israel berupaya menjalankan apa yang disebutnya sebagai kebijakan eskalasi melalui normalisasi.

    Dalam praktiknya, Israel akan terus melanjutkan perang di Lebanon selatan, sembari tetap melakukan perundingan dengan pemerintah di Beirut. Abou Shhadeh menilai pendekatan ini juga menguntungkan pemerintah Lebanon karena membantu mengurangi pengaruh Hizbullah.

    Situasi Kemanusiaan di Lebanon Memburuk

    Serangan Israel yang terus-menerus menyebabkan situasi kemanusiaan di Lebanon semakin memburuk. Rumah sakit di Lebanon mulai kehabisan pasokan medis penting, sementara beberapa laporan menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump mengatakan Israel akan mengurangi serangan ke Lebanon.

    Selain itu, 63 negara dan Uni Eropa telah mengecam serangan terhadap pasukan PBB UNIFIL di Lebanon, yang menunjukkan meningkatnya kekhawatiran internasional terhadap konflik yang semakin memanas.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Trump Ancam Gunakan “Senjata Terkuat” Jika Negosiasi AS-Iran Gagal, 24 Jam Menentukan Nasib

    By adm_imr15 April 20261 Views

    Kalender Jawa April 2026: Weton dan Hijriyah, Apa Weton Tanggal 11?

    By adm_imr15 April 20261 Views

    Oposisi Taiwan Berharap Akhiri Ketegangan dengan Tiongkok

    By adm_imr15 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Identitas Perempuan Terbongkar di Malam Pertama, Ini Pembelaan Rey

    15 April 2026

    Harta Bupati Tulungagung yang Diamankan KPK, Dulu Pemilik Toko Material

    15 April 2026

    Bank Dunia Turunkan Proyeksi Ekonomi, Hermawan Soroti Kekuatan Dalam Negeri

    15 April 2026

    OTT KPK di Tulungagung: Bupati Gatut Ditangkap, Pernyataan Baharudin soal Nepotisme Viral Lagi

    15 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?