Isu Perselingkuhan dan Dugaan Kecurangan Akademik di Kalangan Mahasiswa
Sebuah isu yang mengejutkan kini tengah menggemparkan dunia pendidikan, terkait seorang mahasiswi yang diduga menjalin hubungan gelap dengan oknum dekan untuk meraih predikat Cumlaude. Kabar ini kini menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial, memicu kegaduhan di lingkungan kampus.
Menurut informasi yang beredar, mahasiswi berinisial MCS diduga sengaja memanfaatkan kedekatan spesial dengan sang dekan agar proses kelulusannya dengan predikat pujian tersebut berjalan mulus. Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan rekan seangkatan, karena mereka merasa bahwa kompetensi akademik MCS tidak sebanding dengan prestasi yang diraihnya.
Isu ini pertama kali muncul melalui unggahan akun TikTok @awselingkuhhh serta @awselingkuh yang menyeret nama salah satu perguruan tinggi di kawasan Jakarta Timur. Hubungan terlarang antara MCS dan dekannya disinyalir kuat menjadi ‘pelicin’ utama baginya untuk menyabet predikat Cumlaude dalam prosesi wisuda yang digelar pada November 2025 lalu.
Selain dugaan perselingkuhan dengan dekan, narasi yang beredar juga menuding bahwa MCS berselingkuh dengan rekan satu angkatannya berinisial TS yang diketahui sudah berstatus suami orang. Hal ini semakin memperkuat spekulasi bahwa ada intervensi dari pihak tertentu dalam proses pemberian nilai akademik.
Kecurigaan Mendalam dari Teman Satu Angkatan
Pengumuman kelulusan MCS dengan predikat Cumlaude secara spontan memicu tanda tanya besar di kalangan mahasiswa yang mengetahui rekam jejak akademiknya. Salah satu rekan satu angkatannya berinisial TR secara blak-blak menunjukkan kejanggalan yang dirasakan oleh para mahasiswa selama masa perkuliahan.
Menurut kesaksian TR, performa akademik wanita tersebut tergolong biasa-biasa saja dan tidak pernah menunjukkan prestasi yang menonjol di kelas. Ia mempertanyakan bagaimana seorang mahasiswa semasa belajar dulu di kampus tidak terlalu menonjol secara akademik tapi bisa meraih predikat Cum Laude.
Melihat bola salju isu yang semakin liar di media sosial, TR mendesak agar pihak rektorat segera mengambil tindakan tegas dan tidak membiarkan masalah ini berlarut-larut. Ia menuntut adanya langkah nyata berupa transparansi dan pengusutan tuntas guna membuktikan apakah ada penyimpangan prosedur dalam pemberian nilai akademik tersebut.
“Kami mendesak agar segera klarifikasi, transparansi dan audit internal terhadap pemberian predikat Cum Laude tersebut,” tegasnya. Bagi TR, intervensi dari pihak kampus sangat krusial untuk menjaga integritas institusi serta memastikan bahwa gelar akademik didapatkan melalui jalur prestasi yang murni.
“Supaya mahasiswa berprestasi tidak ikut terdampak. Ini juga demi publik percaya bahwa predikat Cum Laude tidak diperoleh dari kedekatan, pengaruh atau relasi personal,” tambahnya.
Pihak Kampus Masih Memilih Bungkam
Upaya jurnalis untuk mendapatkan konfirmasi resmi mengenai kebenaran skandal memalukan ini dari pihak kampus sejauh ini masih menemui jalan buntu. Amir Santoso, yang namanya sempat dikaitkan sebagai pimpinan kampus, memberikan klarifikasi singkat bahwa dirinya sudah tidak lagi memiliki otoritas di institusi tersebut.
“Tidak mengikuti masalah tersebut, maaf saya tidak punya (nomor telepon rektor),” ucap Amir yang mengaku sudah memasuki masa pensiun sejak tahun 2023. Usaha konfirmasi kemudian diarahkan kepada nomor resmi Lembaga Marketing dan Humas kampus yang tercantum pada laman situs web resmi mereka.
Pada awalnya, staf bagian humas sempat memberikan respons cepat terhadap pesan yang dikirimkan oleh pihak media. “Sore kak, isu apa ya kak?,” tanyanya kembali saat menanggapi pesan awal. Namun, suasana berubah drastis setelah pihak media menjelaskan secara rinci mengenai isu perselingkuhan dan dugaan kecurangan predikat Cumlaude tersebut.
Nomor resmi Humas kampus tersebut mendadak berhenti merespons, pesan tidak lagi dibalas, dan setiap panggilan telepon yang masuk langsung ditolak secara sepihak. Hingga laporan ini dipublikasikan, belum ada keterangan tertulis maupun pernyataan resmi dari manajemen kampus terkait skandal yang kini mencoreng marwah dunia pendidikan tersebut.







