Kebijakan Pemerintah Jawa Barat untuk Memastikan Akses Pendidikan yang Merata
Pemerintah Jawa Barat (Jabar) kini tengah memperhatikan proses seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dengan lebih serius. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap berbagai tantangan yang dihadapi oleh para peserta didik dalam mengakses pendidikan. Salah satu permasalahan utama yang muncul adalah sistem PCMB (Pemetaan Calon Murid Baru) yang berlaku khusus di Jawa Barat.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, Pemprov Jabar menawarkan solusi yang bertujuan untuk memperluas akses pendidikan dan memastikan tidak ada anak yang putus sekolah akibat keterbatasan daya tampung. Solusi ini melibatkan keikutsertaan puluhan SMA dan SMK swasta yang akan menjadi tujuan calon murid yang tidak tertampung di sekolah negeri pada sistem nasional.
Pemprov Jabar telah menyiapkan sebanyak 700 sekolah yang tersebar di 40 SMA dan 19 SMK. Selain itu, pihak pemerintah juga akan menanggung seluruh biaya atau memberikan pembebasan biaya bagi siswa dari keluarga miskin ekstrem serta kelompok desil 1, 2, dan 3 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Tidak hanya itu, bantuan perlengkapan sekolah juga disiapkan untuk mendukung para siswa tersebut.
Keikutsertaan Sekolah Swasta dalam Kebijakan SPMB
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerataan pendidikan di Jawa Barat dengan melibatkan sekolah swasta sebagai mitra strategis pemerintah. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengonfirmasi hal ini melalui akun Tiktok pribadinya, Senin (15/6/2026) lalu.
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa para calon murid yang akan bersekolah di SMA/SMK swasta kerja sama tidak akan dipungut biaya karena adanya skema beasiswa. Ia juga menyampaikan bahwa nanti akan masuk era di mana anak-anak sekolah negeri dan sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi tidak dipungut biaya oleh sekolah.
“Biayanya sudah diberikan dalam bentuk beasiswa Pancawaluya, sehingga kita memasuki sebuah era di mana negara bertanggung jawab atas pendidikan warganya,” katanya.
Daftar Sekolah Swasta Gratis di Priangan Timur
Adapun, kebijakan ini akan berlaku untuk seluruh unit di Jabar, tak terkecuali di Priangan Timur. Sebanyak 13 sekolah swasta telah ditandai sebagai sekolah yang akan diikutsertakan dalam kebijakan ini, yang tersebar di 7 Kota dan Kabupaten.
Sekolah Menengah Akhir (SMA)
Kabupaten Sumedang
SMA Islam Terpadu Insan Sejahtera: 72 muridKabupaten Garut
SMAS Ciledug Al Musaddadiyah: 256 muridKota Tasikmalaya
SMAS Muhammadiyah Tasikmalaya: 144 muridKabupaten Tasikmalaya
SMAS Islam Cipasung: 144 muridKabupaten Ciamis
SMAS Plus Informatika: 252 murid
SMAS Plus Darussalam: 90 muridKota Banjar
SMAS Al Azhar: 72 muridKabupaten Pangandaran
SMAS Muhammadiyah Pangandaran: 144 murid
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Kabupaten Garut
SMKS Ciledug Al Musaodadiyah: 540 murid
SMKS YPPT Garut: 432 muridKota Tasikmalaya
SMK Manangga Pratama: 144 murid
SMK Al Ikhwan: 144 muridKabupaten Pangandaran
SMKS Putera Pangandaran: 288 murid
Jadwal Pembukaan SMBP Swasta
Jalur swasta menjadi opsi terakhir dari seleksi nasional ini. Secara tidak langsung, jalur ini menjadi tahap lanjutan atau bisa jadi akhir setelah penerimaan di sekolah negeri dan penyanggah.
Pendaftaran SPMB Tahap 2 akan dibuka mulai 30 Juni 2026 hingga 6 Juli 2026. Verifikasi dan masa sanggah akan berlangsung pada periode yang sama. Rapat Dewan Guru akan dilaksanakan pada 8 Juli 2026, kemudian pengumuman kelulusan Tahap 2 akan diumumkan pada 10 Juli 2026. Daftar ulang Tahap 2 akan berlangsung pada 13 hingga 14 Juli 2026.







