Berita
Top 3 Dunia
Pada hari Minggu, 25 Januari 2026, berita utama diawali oleh pernyataan Dino Patti Djalal, ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), mengenai keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace). Di urutan kedua, pemerintahan Donald Trump rencananya akan memulangkan migran Iran dari Amerika Serikat di tengah aksi protes besar-besaran yang menewaskan ribuan orang di negara tersebut. Sementara itu, di urutan ketiga, agen Petugas Imigrasi Amerika Serikat (ICE) kembali menembak dan membunuh satu orang lagi di kota Minneapolis, Amerika Serikat.
Top 3 Dunia
1. Catatan Dino Patti Djalal tentang RI Gabung Dewan Perdamaian
Ketua sekaligus pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal meminta pemerintah memberikan penjelasan mengenai keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace). Permintaan ini disampaikan setelah keputusan Indonesia bergabung dalam badan internasional yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dino menilai bahwa keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian merupakan kebijakan strategis dengan konsekuensi jangka panjang. Ia merujuk pada sembilan poin yang ia sampaikan melalui akun X-nya. “Menurut saya, itu legitimate policy question (pertanyaan kebijakan yang sah) dan memang perlu dijawab,” ujarnya saat dihubungi Tempo pada Jumat, 23 Januari 2026.
Ia menekankan bahwa keputusan untuk bergabung dalam lembaga internasional penting semestinya disertai ruang untuk pertanyaan kritis. “Ya kan enggak mungkin kita masuk suatu organisasi yang penting tanpa ada pertanyaan kritis,” ujarnya.
2. Trump Bersiap Deportasi Massal Warga Iran dari AS
Pemerintahan Donald Trump berencana memulangkan migran Iran dari Amerika Serikat di tengah aksi protes besar-besaran yang menewaskan ribuan orang di negara tersebut. Penerbangan deportasi tersebut akan menjadi yang pertama ke Iran sejak dimulainya pemberontakan massal di negara tersebut. Puncaknya adalah awal Januari yang menyebabkan ribuan orang meninggal dunia di Iran.
Presiden Trump telah berulang kali mengancam akan melancarkan serangan militer ke Iran sebagai tanggapan atas tindakan keras tersebut. Ia menarik kembali ancaman tersebut setelah mengatakan Teheran menangguhkan eksekusi yang direncanakan.
Dewan Nasional Iran-Amerika (NIAC) mengatakan pada Kamis bahwa mereka telah mengetahui bahwa pemerintahan Trump berencana memulai kembali penerbangan deportasi ke Iran, setelah deportasi sebelumnya pada September dan Desember. “Pemerintahan yang sama yang berjanji kepada rakyat Iran bahwa bantuan sedang dalam perjalanan di tengah penindakan brutal kini secara paksa mengirim rakyat Iran kembali ke dalam bahaya,” kata presiden NIAC, Jamal Abdi.
3. Agen ICE Tembak Mati Perawat di Minneapolis
Agen Petugas Imigrasi Amerika Serikat (ICE) kembali menembak dan membunuh satu orang lagi di kota Minneapolis, Amerika Serikat. Menurut orang tua korban, pria itu diidentifikasi sebagai Alex Pretti, seorang perawat unit perawatan intensif. Penembakan terjadi di tengah penindakan imigrasi, yang memicu protes dan seruan baru agar Presiden Donald Trump segera menarik petugas bersenjata lengkap dari kota tersebut.
Kepala Kepolisian Minneapolis, Brian O’Hara, mengatakan kepada wartawan bahwa seorang pria berusia 37 tahun meninggal di rumah sakit pada hari Sabtu, 24 Januari 2026 setelah ditembak beberapa kali. Pria tersebut adalah warga Minneapolis dan warga negara AS, kata O’Hara.
Penembakan mematikan terjadi di tengah pengerahan pasukan penegak hukum imigrasi AS dan agen federal lainnya selama berminggu-minggu ke Minneapolis. Penggerebekan dilakukan sebagai bagian dari upaya anti-imigrasi Trump.






