Peristiwa Pemukulan yang Menimpa Wakil Ketua Umum PSI
Peristiwa pemukulan yang menimpa Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald A Sinaga atau lebih dikenal sebagai Bro Ron, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, menjadi perhatian publik. Insiden ini viral di media sosial dan menimbulkan berbagai versi cerita dari pihak-pihak terkait.
Kombes Manang Angkat Bicara
Kombes Manang Soebeti, Auditor Kepolisian Madya TK II Itwasum Polri, turut menyampaikan pandangan mengenai kasus ini melalui media sosial. Ia memberikan apresiasi terhadap kinerja Polsek Metro Menteng yang dinilai cepat dalam menangani kasus tersebut.
“Good job Kapolsek Metro Menteng. Preman pemukul @brorondm udah masuk kandang,” tulisnya.
Dalam tangkapan layar percakapan, Kapolsek AKBP Braiel Rondonuwu juga memastikan penanganan kasus telah berjalan. “Untuk perkara Pak Ronald (Bro Ron) sudah kami tangani, terduga pelaku sudah kami amankan untuk diproses,” tulisnya.
Pengakuan Ical–Andi
Pria yang disebut sebagai Ical mengklaim bahwa dirinya justru lebih dulu menjadi korban pemukulan dan penghinaan oleh Bro Ron sebelum insiden yang viral terjadi. Ia mengatakan bahwa Bro Ron datang langsung dengan ucapan-ucapan yang tidak pantas dan bahkan diduga rasis.
“Ia (Bro Ron) datang langsung ngoceh-ngoceh, ngomong-ngomonog, maki-maki saya, nah maki-maki plus dia rasis ditambah tonjok di ulu hati saya,” ujar Ical seperti dikutip dari video Bang Rani Stones via akun Misstweet di X pada Selasa (5/5/2026).
Ical juga membantah bahwa dirinya memiliki hubungan apa pun dengan Waketum PSI tersebut. Menurutnya, tindakan pemukulan yang kemudian terjadi merupakan bentuk reaksi atas perlakuan yang ia terima.
Sementara itu, rekannya, Andi, juga memberikan pernyataan terkait insiden tersebut. Ia mengakui melakukan pemukulan terhadap Bro Ron. Namun, ia menyebut tindakan itu dipicu emosi setelah mendengar dugaan hinaan bernuansa rasis terhadap Ical.
“Saya akui saya salah pukul dia, tapi saya enggak terima orang tua saya dihina, dimaki terus kata-kata kasar dan rasis keluar dari mulutnya. Ketiga abis mukul itu, Bro Ron sendiri dan dua temannya balik juga nyerang saya. bahkan ketika saya jatuh, saya bangkit dipukul pakai kursi,” katanya.
Dua Versi Bertolak Belakang
Versi Ical menyebut adanya makian hingga dugaan rasisme yang memicu keributan. Namun, Bro Ron membantah tegas tuduhan tersebut.
“Tidak ada pernyataan rasis dan tidak ada pemukulan duluan dari saya. Kalau saya pukul duluan, silakan proses hukum,” ujarnya.
Ia juga menegaskan tuduhan rasis tidak masuk akal. “Pernyataan rasis tidak mungkin ada. Sopir saya ada di lokasi dan dari suku yang sama dengan mereka,” tambahnya.
Konflik Dipicu Urusan Firma Hukum dan Gaji Karyawan
Menurut Bro Ron, insiden bermula dari persoalan audiensi terkait gaji karyawan PT SPS di kantor firma hukum MPP. “Kita tidak larang mereka mengamankan kantor, tetapi teman-teman SKS keberatan meninggalkan lantai 4 gedung,” jelasnya.
Situasi ini disebut memicu ketegangan antara kedua pihak di lokasi.
Saling Lapor
Ical menyatakan telah mengambil langkah hukum dengan melakukan visum dan melapor ke polisi. “Saya sudah visum dan melaporkan kejadian ini,” ujarnya.
Langkah ini membuka peluang kasus berlanjut, dengan kedua pihak sama-sama membawa versi masing-masing ke ranah hukum.









