Close Menu
Info Malang Raya
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Berita *Terbaru*
Menjaga Jiwa Sang Juara: Sisi Gelap Tekanan Media dan Ekspektasi Kejuaraan Dunia

Menjaga Jiwa Sang Juara: Sisi Gelap Tekanan Media dan Ekspektasi Kejuaraan Dunia

31 October 2026
Bahaya Ghibah Digital: Menimbang Konsekuensi Hukum dan Pentingnya Tabayyun di Internet

Bahaya Ghibah Digital: Menimbang Konsekuensi Hukum dan Pentingnya Tabayyun di Internet

31 October 2026
Hitung Cermat Total Biaya Kepemilikan Mobil Listrik versus Mobil Bensin di Indonesia

Hitung Cermat Total Biaya Kepemilikan Mobil Listrik versus Mobil Bensin di Indonesia

31 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
Sunday, 1 November 2026
Trending
  • Menjaga Jiwa Sang Juara: Sisi Gelap Tekanan Media dan Ekspektasi Kejuaraan Dunia
  • Bahaya Ghibah Digital: Menimbang Konsekuensi Hukum dan Pentingnya Tabayyun di Internet
  • Hitung Cermat Total Biaya Kepemilikan Mobil Listrik versus Mobil Bensin di Indonesia
  • Seni Merawat Silaturahmi di Tengah Menumpuknya Kesibukan Kerja Tanpa Harus Mengorbankan Waktu Istirahat
  • Menjaga Kehangatan Keluarga dengan Menjalin Kedekatan Emosional Bersama Anak di Tengah Kepungan Gawai
  • Strategi Taktis Membangun Dana Darurat dari Nol Tanpa Mengganggu Kebutuhan Bulanan
  • Panduan Cerdas Memilih Bahan Makanan Segar di Pasar Tradisional untuk Masakan Lezat
  • Strategi Mengelola Stres Kerja Modern Tanpa Mengorbankan Profesionalisme dan Produktivitas Harian
  • Menimbang Kesejahteraan Guru Honorer dan Pertaruhan Kualitas Pendidikan di Sekolah Negeri
  • Rahasia Ketahanan Raksasa Eropa Menjaga Konsistensi Juara di Tengah Himpitan Jadwal Padat
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
Info Malang RayaInfo Malang Raya
Login
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Info Malang Raya
  • Malang Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Kajian Islam
  • Login
Home»Kesehatan»7 Alasan Perut Cepat Kenyang Saat Berbuka

7 Alasan Perut Cepat Kenyang Saat Berbuka

adm_imradm_imr21 February 202621 Views
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Mekanisme Biologis yang Menyebabkan Cepat Kenyang Saat Berbuka Puasa

Azan Maghrib akhirnya terdengar. Setelah menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam, tubuh seperti bersiap menyambut makanan pertama. Namun, sering kali yang terjadi justru sebaliknya, baru beberapa suap tetapi perut sudah terasa penuh. Ternyata, fenomena ini bukan hanya sugesti. Ada mekanisme biologis yang bekerja cepat begitu makanan masuk kembali ke sistem pencernaan setelah periode tidak makan dan minum dalam waktu lama. Berikut penjelasan ilmiahnya.

Hormon Grelin Turun Tajam Setelah Makan

Selama puasa, hormon grelin, yang dikenal sebagai “hormon lapar”, meningkat untuk merangsang nafsu makan. Namun, kadarnya menurun secara signifikan segera setelah makanan dikonsumsi. Penurunan cepat ini mengirim sinyal ke otak bahwa asupan energi sudah tersedia, sehingga rasa lapar mereda lebih cepat dari yang dibayangkan.

Lonjakan Hormon Kenyang dari Usus

Begitu nutrisi mencapai usus kecil, tubuh melepaskan hormon kenyang seperti GLP-1 (glucagon-like peptide-1) dan peptide YY (PYY). Keduanya memperlambat pengosongan lambung dan meningkatkan rasa kenyang. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa GLP-1 berperan penting dalam regulasi nafsu makan dan memberi sinyal ke pusat kenyang di otak. Sementara itu, PYY terbukti meningkatkan rasa kenyang bergantung pada dosis setelah makan. Setelah seharian tidak makan, respons hormonal ini bisa terasa lebih kuat.

Lambung yang Kosong Lebih Sensitif Terhadap Peregangan



Lambung memiliki reseptor peregangan (mechanoreceptors). Ketika makanan masuk dan dinding lambung mengembang, reseptor ini mengirim sinyal kenyang melalui saraf vagus ke otak. Karena lambung relatif kosong selama puasa, volume kecil makanan pertama sudah cukup memicu sinyal peregangan yang kuat.

Respons Insulin Terhadap Makanan Manis

Berbuka sering diawali dengan kurma atau minuman manis. Karbohidrat sederhana cepat menaikkan kadar glukosa darah. Tubuh merespons dengan melepaskan insulin. Menurut sebuah studi, fluktuasi cepat glukosa dan insulin berperan dalam regulasi nafsu makan dan sensasi kenyang. Lonjakan ini bisa memberi rasa “cukup” secara cepat, meski energi total belum besar.

Perubahan Kecepatan Pengosongan Lambung

Pengosongan lambung tidak selalu konstan. Studi menunjukkan bahwa hormon usus seperti GLP-1 memperlambat pengosongan lambung setelah makan. Artinya, makanan pertama saat berbuka bertahan lebih lama di lambung, menciptakan sensasi penuh lebih lama.

Dehidrasi Ringan Memengaruhi Persepsi Kenyang



Puasa menyebabkan kehilangan cairan. Rehidrasi cepat saat berbuka (minum dalam jumlah cukup) dapat memberi efek volume di lambung. Para ahli menekankan bahwa keseimbangan cairan berperan penting dalam fungsi fisiologis normal. Minum sebelum atau bersamaan dengan makan bisa membuat lambung terasa lebih cepat penuh.

Faktor Psikologis dan Reward Otak

Setelah periode restriksi makan, sistem reward otak menjadi lebih responsif terhadap makanan. Studi neurobiologis menunjukkan keterlibatan dopamin dalam regulasi nafsu makan dan kepuasan makan. Rasa lega dan puas saat berbuka turut memperkuat persepsi kenyang. Tubuh tidak hanya merespons secara fisik, tetapi juga emosional.

Apakah Ini Normal?



Ya. Cepat kenyang saat berbuka adalah respons fisiologis yang wajar. Tubuh sedang menyeimbangkan kembali sistem energi, hormon, dan pencernaan setelah periode tanpa asupan. Agar tetap nyaman:

  • Mulai dengan cairan dan porsi kecil.
  • Makan secara perlahan.
  • Beri jeda 10–15 menit sebelum menambah porsi.

Tubuh punya sistem canggih untuk mengatur kapan kita lapar dan kenyang. Saat berbuka, sistem itu bekerja sangat efisien.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Berita Terkait

Strategi Mengelola Stres Kerja Modern Tanpa Mengorbankan Profesionalisme dan Produktivitas Harian

Strategi Mengelola Stres Kerja Modern Tanpa Mengorbankan Profesionalisme dan Produktivitas Harian

By adm_imr31 October 20261 Views
Rahasia Meningkatkan Produktivitas Kerja Melalui Pola Tidur Malam yang Berkualitas

Rahasia Meningkatkan Produktivitas Kerja Melalui Pola Tidur Malam yang Berkualitas

By adm_imr29 October 20261 Views
Seni Mengendalikan Kebisingan Kerja Tanpa Mengorbankan Kebahagiaan dan Kesehatan Mental

Seni Mengendalikan Kebisingan Kerja Tanpa Mengorbankan Kebahagiaan dan Kesehatan Mental

By adm_imr26 October 20261 Views
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
Menjaga Jiwa Sang Juara: Sisi Gelap Tekanan Media dan Ekspektasi Kejuaraan Dunia

Menjaga Jiwa Sang Juara: Sisi Gelap Tekanan Media dan Ekspektasi Kejuaraan Dunia

31 October 2026
Bahaya Ghibah Digital: Menimbang Konsekuensi Hukum dan Pentingnya Tabayyun di Internet

Bahaya Ghibah Digital: Menimbang Konsekuensi Hukum dan Pentingnya Tabayyun di Internet

31 October 2026
Hitung Cermat Total Biaya Kepemilikan Mobil Listrik versus Mobil Bensin di Indonesia

Hitung Cermat Total Biaya Kepemilikan Mobil Listrik versus Mobil Bensin di Indonesia

31 October 2026
Seni Merawat Silaturahmi di Tengah Menumpuknya Kesibukan Kerja Tanpa Harus Mengorbankan Waktu Istirahat

Seni Merawat Silaturahmi di Tengah Menumpuknya Kesibukan Kerja Tanpa Harus Mengorbankan Waktu Istirahat

31 October 2026
Berita Populer

HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

Kota Malang 1 April 2026

Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

29 April 2026

Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

28 February 2026

Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

4 June 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
© 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?