Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Alumni Inspiratif Berbagi Pengalaman di Acara Pelepasan Wisudawan FIS

    27 April 2026

    Gempa 2,3 SR Guncang Jember, Cek Informasi BMKG

    27 April 2026

    Di tengah tekanan saham perbankan, BI diprediksi tetap tahan suku bunga, apa dampaknya?

    27 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 27 April 2026
    Trending
    • Alumni Inspiratif Berbagi Pengalaman di Acara Pelepasan Wisudawan FIS
    • Gempa 2,3 SR Guncang Jember, Cek Informasi BMKG
    • Di tengah tekanan saham perbankan, BI diprediksi tetap tahan suku bunga, apa dampaknya?
    • Pengusaha kehilangan Rp7,2 juta setelah 250 kg telur raib oleh TNI palsu, alasan bazar sembako
    • Anak Batuk Pilek Setiap Bulan, Wajar atau Tidak? Ini Penjelasan Dokter
    • 5 Ayam Goreng Lezat di Semarang yang Wajib Dicoba Pecinta Kuliner
    • DPRD Badung Kritik Rendahnya Serapan dan Promosi Wisata
    • Gubernur Sulut YSK Tonton Film Songko Bersama Masyarakat
    • Indonesia-Malaysia Cari Minyak ke Rusia, Emas Hitam Moskow Jadi Sasaran Ukraina
    • Wuling Eksion PHEV Masuk Pasar, Siap Hadapi Kompetitor SUV Hybrid
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»7 Alasan Perut Cepat Kenyang Saat Berbuka

    7 Alasan Perut Cepat Kenyang Saat Berbuka

    adm_imradm_imr21 Februari 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Mekanisme Biologis yang Menyebabkan Cepat Kenyang Saat Berbuka Puasa

    Azan Maghrib akhirnya terdengar. Setelah menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam, tubuh seperti bersiap menyambut makanan pertama. Namun, sering kali yang terjadi justru sebaliknya, baru beberapa suap tetapi perut sudah terasa penuh. Ternyata, fenomena ini bukan hanya sugesti. Ada mekanisme biologis yang bekerja cepat begitu makanan masuk kembali ke sistem pencernaan setelah periode tidak makan dan minum dalam waktu lama. Berikut penjelasan ilmiahnya.

    Hormon Grelin Turun Tajam Setelah Makan

    Selama puasa, hormon grelin, yang dikenal sebagai “hormon lapar”, meningkat untuk merangsang nafsu makan. Namun, kadarnya menurun secara signifikan segera setelah makanan dikonsumsi. Penurunan cepat ini mengirim sinyal ke otak bahwa asupan energi sudah tersedia, sehingga rasa lapar mereda lebih cepat dari yang dibayangkan.

    Lonjakan Hormon Kenyang dari Usus

    Begitu nutrisi mencapai usus kecil, tubuh melepaskan hormon kenyang seperti GLP-1 (glucagon-like peptide-1) dan peptide YY (PYY). Keduanya memperlambat pengosongan lambung dan meningkatkan rasa kenyang. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa GLP-1 berperan penting dalam regulasi nafsu makan dan memberi sinyal ke pusat kenyang di otak. Sementara itu, PYY terbukti meningkatkan rasa kenyang bergantung pada dosis setelah makan. Setelah seharian tidak makan, respons hormonal ini bisa terasa lebih kuat.

    Lambung yang Kosong Lebih Sensitif Terhadap Peregangan



    Lambung memiliki reseptor peregangan (mechanoreceptors). Ketika makanan masuk dan dinding lambung mengembang, reseptor ini mengirim sinyal kenyang melalui saraf vagus ke otak. Karena lambung relatif kosong selama puasa, volume kecil makanan pertama sudah cukup memicu sinyal peregangan yang kuat.

    Respons Insulin Terhadap Makanan Manis

    Berbuka sering diawali dengan kurma atau minuman manis. Karbohidrat sederhana cepat menaikkan kadar glukosa darah. Tubuh merespons dengan melepaskan insulin. Menurut sebuah studi, fluktuasi cepat glukosa dan insulin berperan dalam regulasi nafsu makan dan sensasi kenyang. Lonjakan ini bisa memberi rasa “cukup” secara cepat, meski energi total belum besar.

    Perubahan Kecepatan Pengosongan Lambung

    Pengosongan lambung tidak selalu konstan. Studi menunjukkan bahwa hormon usus seperti GLP-1 memperlambat pengosongan lambung setelah makan. Artinya, makanan pertama saat berbuka bertahan lebih lama di lambung, menciptakan sensasi penuh lebih lama.

    Dehidrasi Ringan Memengaruhi Persepsi Kenyang



    Puasa menyebabkan kehilangan cairan. Rehidrasi cepat saat berbuka (minum dalam jumlah cukup) dapat memberi efek volume di lambung. Para ahli menekankan bahwa keseimbangan cairan berperan penting dalam fungsi fisiologis normal. Minum sebelum atau bersamaan dengan makan bisa membuat lambung terasa lebih cepat penuh.

    Faktor Psikologis dan Reward Otak

    Setelah periode restriksi makan, sistem reward otak menjadi lebih responsif terhadap makanan. Studi neurobiologis menunjukkan keterlibatan dopamin dalam regulasi nafsu makan dan kepuasan makan. Rasa lega dan puas saat berbuka turut memperkuat persepsi kenyang. Tubuh tidak hanya merespons secara fisik, tetapi juga emosional.

    Apakah Ini Normal?



    Ya. Cepat kenyang saat berbuka adalah respons fisiologis yang wajar. Tubuh sedang menyeimbangkan kembali sistem energi, hormon, dan pencernaan setelah periode tanpa asupan. Agar tetap nyaman:

    • Mulai dengan cairan dan porsi kecil.
    • Makan secara perlahan.
    • Beri jeda 10–15 menit sebelum menambah porsi.

    Tubuh punya sistem canggih untuk mengatur kapan kita lapar dan kenyang. Saat berbuka, sistem itu bekerja sangat efisien.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Wall balls: latihan kardio dan kekuatan yang menguji kemampuan

    By adm_imr26 April 20261 Views

    Ramalan Kesehatan Zodiak Besok Minggu 19 April: Leo Tersinggung, Sagitarius Makan Biji Labu

    By adm_imr26 April 20260 Views

    Pelajaran Kesembuhan Yulia Baltschun: Bangkit Setelah Dikhianati

    By adm_imr26 April 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Alumni Inspiratif Berbagi Pengalaman di Acara Pelepasan Wisudawan FIS

    27 April 2026

    Gempa 2,3 SR Guncang Jember, Cek Informasi BMKG

    27 April 2026

    Di tengah tekanan saham perbankan, BI diprediksi tetap tahan suku bunga, apa dampaknya?

    27 April 2026

    Pengusaha kehilangan Rp7,2 juta setelah 250 kg telur raib oleh TNI palsu, alasan bazar sembako

    27 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?