Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Lima destinasi keluarga di Pasuruan yang wajib dikunjungi

    20 Mei 2026

    SMPN 4 Kepanjen Disorot, Rp250 Juta Per Bulan dan Rp6 Miliar Per Tahun Ke Mana Larinya Uang Itu?

    20 Mei 2026

    Kebijakan Datang di Tengah Luka: Kehadiran Awai Buet Dudoe Pike, Teulah Akhe Keupeu Lom Guna

    20 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 20 Mei 2026
    Trending
    • Lima destinasi keluarga di Pasuruan yang wajib dikunjungi
    • SMPN 4 Kepanjen Disorot, Rp250 Juta Per Bulan dan Rp6 Miliar Per Tahun Ke Mana Larinya Uang Itu?
    • Kebijakan Datang di Tengah Luka: Kehadiran Awai Buet Dudoe Pike, Teulah Akhe Keupeu Lom Guna
    • Kapten Bruno Moreira Bawa Trio Maut Hadapi Semen Padang
    • 5 kesalahan umum dalam pengelolaan stok, aliran kas terganggu
    • Peran dua pelaku begal motor di Lampung, penembak polisi tewas
    • Tiga Jenis Ibadah Haji di Bulan Dzulhijjah: Ifrad, Qiran, dan Tamattu
    • Makna Kelelahan, Tanda-Tanda, Contoh, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya
    • 5 Makanan Berbahaya, Salah Satunya Bisa Jadi Favoritmu
    • Pendaftaran Beasiswa SCG Sharing the Dream 2026: Terbuka untuk Umum, Deadline 1 Juni
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»7 Pernyataan Penting Guru Besar, Akademisi, dan Civitas UGM tentang Perjanjian Dagang AS-RI

    7 Pernyataan Penting Guru Besar, Akademisi, dan Civitas UGM tentang Perjanjian Dagang AS-RI

    adm_imradm_imr6 Maret 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perjanjian Dagang Bilateral ART: Kekhawatiran atas Kedaulatan Indonesia

    Guru besar dan civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan pernyataan sikap terkait perjanjian perdagangan bilateral Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat. Perjanjian ini ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington, pada Kamis (20/2/2026). Dalam pernyataannya, UGM menilai bahwa proses ratifikasi ART tidak melibatkan DPR, sehingga berpotensi melanggar UUD 1945.

    Isi ART yang Menguntungkan Amerika Serikat

    Perjanjian ART disebut lebih menguntungkan Amerika Serikat, sementara Indonesia akan diberatkan dengan kewajiban amandemen puluhan regulasi. Hal ini dinilai berisiko menggerus kedaulatan ekonomi dan politik luar negeri bebas aktif Indonesia. Menurut analisis dari para akademisi UGM, isi ART dapat mengancam kesejahteraan rakyat dan kedaulatan negara.

    Proses Ratifikasi yang Tidak Sesuai Konstitusi

    Proses penandatanganan perjanjian ART tidak didasari dengan konsultasi yang menyertakan DPR dan disahkan dengan UU. Hal ini dinilai melanggar beberapa pasal dalam UUD 1945, seperti pasal 11, serta UU 24/2000 pasal 10, UU 7/2014 Pasal 84, dan Putusan MK no: 13/PUU-XVI/2018. Oleh karena itu, UGM menyerukan agar pemerintah melakukan koreksi terhadap perjanjian tersebut.

    Kewajiban Amandemen Regulasi yang Berat

    Ketentuan dalam ART memerlukan Indonesia untuk mengamandemen puluhan UU/PP/Kepres/Perpres/PBI/POJK dan Permen, serta menyusun puluhan UU/Kepres/PP/Perpres dan Permen baru. Hal ini membutuhkan sumber daya finansial, waktu, dan tenaga yang besar. Selain itu, konsekuensi dari ART menciptakan beban ekonomi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

    Risiko Terhadap Kedaulatan Ekonomi dan Politik

    Beberapa klausul dalam perjanjian ART berisiko terhadap kedaulatan Indonesia sebagai negara yang sejak merdeka mengembangkan politik luar negeri bebas dan aktif. Di antaranya adalah kewajiban kepatuhan kebijakan di masa depan, meski kebijakan belum ada, serta penentuan kebijakan secara unilateral oleh USA. Selain itu, transmisi kebijakan USA kepada Indonesia terhadap negara ketiga juga menjadi kekhawatiran.

    Kajian Lintas Disiplin dan Penyebaran Informasi

    UGM menghimbau kepada para akademisi di seluruh Indonesia untuk bersama-sama melakukan kajian multi disiplin terkait dampak ART bagi perekonomian dan kedaulatan Indonesia. Hasil-hasil kajian tersebut perlu disebarluaskan kepada masyarakat melalui berbagai media. Setidaknya terdapat 8 (delapan) materi perjanjian yang bertentangan dengan ketentuan pokok pada UUD 1945.

    Keputusan Pemerintah yang Bijaksana

    Pemerintah perlu mengambil keputusan secara bijaksana dengan mengedepankan kesejahteraan rakyat dan kedaulatan negara dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Berbagai kompleksitas terkait ART seperti putusan Mahkamah Agung USA perlu dijadikan pertimbangan. Jika ratifikasi dari perjanjian ART tidak mengakomodasi tujuan-tujuan yang tercantum di dalam Undang-Undang maupun UUD 1945, pemerintah hendaknya melakukan renegosiasi, menunda atau membatalkan pelaksanaannya.

    Komitmen UGM untuk Memperkuat Kedaulatan Indonesia

    Para akademisi UGM siap mendukung setiap upaya memperkuat dan meneguhkan kedaulatan Indonesia di berbagai bidang dan lini kehidupan. Dengan demikian, UGM berharap agar pemerintah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan luar negeri yang berpihak pada agresor, termasuk dalam hal penandatanganan perjanjian ART.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Peran Rahasia Mario Aji dan Veda Ega Pratama! Kiandra Ramadhipa Bongkar Kunci Mental Baja untuk Bersaing di Dunia

    By adm_imr20 Mei 20261 Views

    Seniman Jakarta-Milan Berkolaborasi, Wagub Rano: Seni Harus Dekat dengan Masyarakat

    By adm_imr20 Mei 20261 Views

    Buku Jokowi Kosong, Karya Bonatua Silalahi Terbukti

    By adm_imr20 Mei 20263 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Lima destinasi keluarga di Pasuruan yang wajib dikunjungi

    20 Mei 2026

    SMPN 4 Kepanjen Disorot, Rp250 Juta Per Bulan dan Rp6 Miliar Per Tahun Ke Mana Larinya Uang Itu?

    20 Mei 2026

    Kebijakan Datang di Tengah Luka: Kehadiran Awai Buet Dudoe Pike, Teulah Akhe Keupeu Lom Guna

    20 Mei 2026

    Kapten Bruno Moreira Bawa Trio Maut Hadapi Semen Padang

    20 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?