PT Jababeka Tbk (KIJA) Resmikan Pabrik Mini LNG di Pasuruan
PT Jababeka Tbk (KIJA) secara resmi mengoperasikan pabrik mini liquefied natural gas (LNG) di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang, Pasuruan, Jawa Timur. Investasi yang dikeluarkan mencapai sekitar US$16,9 juta atau setara dengan Rp 284,24 miliar berdasarkan kurs Rp 16.818 per dolar AS. Proyek ini dikembangkan melalui entitas anaknya, PT Likuid Nusantara Gas sebagai perusahaan patungan.
Dalam struktur kepemilikan saham, PT Jababeka Infrastruktur, salah satu entitas anak Jababeka, memiliki 60% saham. Sementara itu, PT Fortius Development Asia dan pemegang saham perorangan masing-masing memiliki 20%. Wakil Direktur Utama Jababeka Budianto Liman menyampaikan bahwa pabrik mini LNG ini menjadi fasilitas pertama yang dikelola swasta di Pulau Jawa. Fasilitas ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 1 hektare dan akan mengolah serta mendistribusikan LNG dengan kapasitas produksi awal sebesar 2,5 million standard cubic feet per day (MMSCFD) per hari. Potensi ekspansi hingga 4 MMSCFD per hari juga telah dipertimbangkan.
“Kami yakin fasilitas ini dapat berkontribusi pada penyediaan energi yang lebih rendah emisi dan kompetitif bagi pelaku industri, khususnya di Pulau Jawa dan sekitarnya,” ujar Budianto dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (13/2).
Peran Pemerintah dalam Pengembangan Energi Bersih
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menilai kehadiran fasilitas ini selaras dengan upaya pemerintah untuk memperluas akses energi yang lebih bersih dan efisien bagi sektor industri. Menurutnya, pabrik mini LNG ini adalah kilang pertama di Pulau Jawa. Ia berharap pabrik ini mampu mengoptimalkan pemanfaatan gas domestik untuk industri, pembangkit listrik, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Bahkan, fasilitas ini berpotensi didistribusikan ke berbagai wilayah Indonesia, meningkatkan efisiensi anggaran.
“Pada akhirnya akan terjadi efisiensi dan dalam jangka panjang masyarakat bisa mendapatkan energi yang cukup dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Yuliot.
Target Kapasitas Produksi dan Ekspansi
CEO PT Likuid Nusantara Gas Wira Rahardj menjelaskan bahwa pihaknya siap bekerja sama dengan perusahaan maupun pelaku usaha yang ingin beralih ke energi rendah emisi. Saat ini, operasional pabrik mini LNG didukung armada distribusi menggunakan iso tank berukuran 20 dan 40 kaki untuk melayani kebutuhan konsumen ritel hingga perusahaan distributor.
Pada tahap awal, perusahaan telah menyalurkan gas alam cair ke wilayah Jawa Timur dan Bali, baik dari sisi kualitas maupun distribusi. Ia menambahkan bahwa fasilitas ini mampu mendukung perusahaan yang ingin beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan.
“Saat ini kami telah bekerja sama dengan beberapa konsumen, termasuk PGN Gagas,” ujarnya.
Selanjutnya, PT Likuid Nusantara Gas menargetkan peningkatan kapasitas produksi pada tahap berikutnya dari 2,5 MMSCFD per hari menjadi 4 MMSCFD per hari melalui penambahan dua unit mesin pengolahan LNG. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan permintaan energi industri, khususnya di wilayah Jawa Timur, Bali, dan sekitarnya. Perusahaan berharap realisasi ekspansi kapasitas tersebut dapat tercapai pada paruh kedua 2027.
“Dengan kapasitas yang lebih besar, kami optimistis dapat menjangkau lebih banyak konsumen sekaligus memperkuat peran kami dalam mendukung transisi energi di sektor industri,” kata Wira Rahardja.







