Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Trump Ancam Iran: Buka Selat Hormuz atau Pembangkit Listrik Dihancurkan

    11 April 2026

    Promo es krim spesial hari ini: beli 2 gratis 1 di Alfamart dan Indomaret

    11 April 2026

    Destinasi wisata keluarga di Boyolali hanya bayar parkir

    11 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 11 April 2026
    Trending
    • Trump Ancam Iran: Buka Selat Hormuz atau Pembangkit Listrik Dihancurkan
    • Promo es krim spesial hari ini: beli 2 gratis 1 di Alfamart dan Indomaret
    • Destinasi wisata keluarga di Boyolali hanya bayar parkir
    • Berita Terkini: Persekat Tegal Tak Kalah dari Bekasi City, Samakan Skor
    • 18 Juta Keluarga Penerima Bansos 2026, Segera Periksa NIK KTP Anda!
    • Fakta Bebasnya Anggota DPRD Saripah, PDIP hingga Pengacara Minta Komisi III Panggil Kapolres
    • WIKA kehilangan Rp1,8 triliun per tahun akibat Whoosh
    • Harga HP Xiaomi dan POCO Terbaru: Xiaomi 17, Redmi Note 15, Poco X8, Poco F8 Pro, Redmi 15R
    • 5 Lagu Legendaris yang Sering Muncul di Film, Pasti Kenal!
    • Cara tucking baju untuk gaya lebih rapi
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»Jejak Intelektual KH Cholil Nafis: Dari Pesantren ke Panggung Nasional

    Jejak Intelektual KH Cholil Nafis: Dari Pesantren ke Panggung Nasional

    adm_imradm_imr22 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kehidupan KH Cholil Nafis: Dari Santri ke Tokoh Nasional

    KH Muhammad Cholil Nafis adalah salah satu tokoh yang memiliki perjalanan hidup yang sangat menarik. Sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), ia memiliki kisah inspiratif yang menggambarkan bagaimana tradisi pesantren bisa menjadi fondasi untuk meraih kesuksesan di berbagai bidang.

    Akar Pesantren Sejak Dini

    Lahir dari keluarga yang memiliki latar belakang keagamaan dan kewirausahaan, KH Cholil Nafis tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan nilai-nilai agama. Ayahnya seorang pengusaha, sementara ibunya berasal dari keluarga kiai yang memiliki pesantren. Meski berasal dari latar belakang yang berbeda, ia tetap diberikan pendidikan agama yang kuat.

    Sejak kecil, ia sudah akrab dengan Al-Qur’an dan kitab kuning. Pendidikan dasarnya dimulai di Madura, lalu melanjutkan ke beberapa pesantren seperti Cerenguan, Sampang, dan Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan. Untuk jenjang Aliyah, ia kembali ke Madura dan belajar di Panyeppen, Pamekasan.

    Lingkungan pesantren itulah yang membentuk karakter dan cara pandangnya terhadap kehidupan. Ia menyebut bahwa kehidupannya selalu terjalin dengan dunia pesantren, baik dalam hal pendidikan maupun nilai-nilai keagamaan.

    Menjembatani Tradisi dan Akademik Modern

    Setelah menempuh pendidikan pesantren, KH Cholil melanjutkan studi tinggi dengan mengambil jurusan fikih perbandingan mazhab dan pendidikan agama Islam. Ia melanjutkan magister di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kemudian meraih gelar doktor dari University of Malaya dengan konsentrasi ekonomi syariah.

    Baginya, ilmu pesantren tidak boleh terbatas pada ruang-ruang tradisional. Ia percaya bahwa ilmu tersebut harus bisa berdialog dengan perkembangan zaman. “Pesantren, ilmu pesantren harus dikomunikasikan dengan perkembangan-perkembangan itu,” ujarnya.

    Meski begitu, identitas santri tetap melekat kuat dalam dirinya. Ia sering mengatakan bahwa bagi orang-orang santri, memakai sarung lebih enak daripada memakai celana.

    Keluarga yang Tumbuh dalam Tradisi Ilmu

    KH Cholil merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara. Sebagian besar anggota keluarganya juga menekuni dunia keagamaan dan pendidikan. Salah satu kakaknya aktif sebagai Wakil Ketua MUI Jawa Timur sekaligus Ketua PWNU Jawa Timur serta pengasuh pesantren.

    “Dari empat bersaudara, tiga saudara ini menekuni di keagamaan dan di pendidikan. Sama-sama pengasuh pesantren,” tuturnya.

    Kini, hanya dirinya yang menetap di Jakarta. Setelah menikah dengan perempuan Betawi, ia memilih tinggal di ibu kota. “Saya merantau, kebetulan mendapat istri orang Betawi. Jadi karena mendapat istri orang Betawi tidak pulang lagi ke Madura,” ujarnya.

    Dari Santri ke Tokoh Nasional

    Perjalanan KH Cholil Nafis menunjukkan bahwa tradisi pesantren bukan batas, melainkan fondasi. Dari ruang belajar sederhana di Madura hingga meraih doktor ekonomi syariah di luar negeri, ia menapaki jalan panjang yang dibangun atas disiplin ilmu dan ketekunan.

    Bagi KH Cholil, pesantren adalah tempat pembentukan karakter, bukan sekadar lembaga pendidikan. Jejak hidupnya menjadi gambaran bagaimana tradisi keagamaan dan pendidikan modern dapat berjalan beriringan, melahirkan ulama yang mampu berdialog dengan zaman tanpa kehilangan akar.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Menggerakkan Asosiasi Profesi Mengatasi Krisis Literasi

    By adm_imr11 April 20261 Views

    Doa Saat Musibah untuk Hati Tenang dan Kuat

    By adm_imr11 April 20261 Views

    Festival Autisme 2026: ‘Tak Lagi Sendiri’ Membangun Kepedulian

    By adm_imr11 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Trump Ancam Iran: Buka Selat Hormuz atau Pembangkit Listrik Dihancurkan

    11 April 2026

    Promo es krim spesial hari ini: beli 2 gratis 1 di Alfamart dan Indomaret

    11 April 2026

    Destinasi wisata keluarga di Boyolali hanya bayar parkir

    11 April 2026

    Berita Terkini: Persekat Tegal Tak Kalah dari Bekasi City, Samakan Skor

    11 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?