Pelatihan Kreatif dan Edukasi Kelistrikan di Rumah BUMN Gunungkidul
Di sebuah ruangan sederhana di Gunungkidul, suasana terasa lebih hidup dari biasanya. Puluhan tangan tampak sibuk merangkai manik-manik dan kawat menjadi gantungan kunci yang berwarna-warni. Tawa dan diskusi ringan mengisi ruangan tersebut.
Bagi 20 peserta yang hadir, hari itu bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan awal dari harapan baru untuk mengembangkan usaha mereka. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Rumah BUMN Gunungkidul, yang menggabungkan workshop keterampilan kreatif dengan edukasi kelistrikan dari PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Wonosari.
Kombinasi yang mungkin terdengar sederhana ini memiliki dampak besar bagi pelaku usaha kecil. Salah satu peserta yang memimpin sesi pelatihan adalah Hartini, pemilik DF Craft (Dapur Flanel). Ia tidak hanya sebagai instruktur, tetapi juga contoh nyata bahwa usaha rumahan bisa berkembang jika dijalani dengan konsisten.
“Awalnya hanya membuat kerajinan kecil dari rumah. Namun ketika ditekuni dan terus mengikuti tren, ternyata pasarnya luas. Kuncinya konsisten dan mau belajar,” kata Hartini.
Dari usaha kecil tersebut, Hartini kini mampu membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Baginya, bertumbuh bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang berbagi kesempatan.
Peran Listrik dalam Pengembangan UMKM
Di sisi lain, listrik menjadi denyut nadi yang sering kali tak terlihat dalam perjalanan UMKM. Mesin jahit, peralatan produksi, hingga pencahayaan, semuanya bergantung pada pasokan listrik yang aman dan andal.
Manajer PLN ULP Wonosari, Irwin Julian, menegaskan bahwa pemahaman kelistrikan yang tepat dapat membantu UMKM lebih efisien dalam mengelola biaya usaha.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Ketika pelaku usaha memahami penggunaan listrik yang aman, efisien, dan tepat daya, maka biaya operasional bisa ditekan dan keuntungan bisa lebih optimal,” ujarnya.
Ia juga mengajak para pelaku usaha memanfaatkan PLN Mobile sebagai solusi layanan terpadu dari PT PLN (Persero). “Lewat PLN Mobile, pelaku usaha bisa mengakses layanan kelistrikan dalam satu aplikasi, mulai dari pembelian token, tambah daya, hingga pelaporan gangguan. Ini bagian dari transformasi digital PLN untuk mendukung kemudahan berusaha,” tambahnya.
Komitmen PLN dalam Mendukung Ekonomi Daerah
General Manager PLN UID Jawa Tengah dan DIY, Bramantyo Anggun Pambudi, menegaskan bahwa kehadiran PLN melalui Rumah BUMN bukan sekadar program pendampingan, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“PLN tidak hanya menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga ingin menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat. Melalui Rumah BUMN, kami memastikan UMKM memiliki akses literasi kelistrikan, pendampingan usaha, hingga penguatan kapasitas agar mampu naik kelas dan berdaya saing,” ungkap Bramantyo.
Menurutnya, ketika kreativitas masyarakat bertemu dengan dukungan infrastruktur dan edukasi yang tepat, pertumbuhan ekonomi daerah akan bergerak lebih cepat dan berkelanjutan.
Saat ini, PT PLN (Persero) mengelola 26 Rumah BUMN dan 8 HUB UMK di berbagai provinsi di Indonesia. Salah satunya berada di bawah pengelolaan PLN UID Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta melalui Rumah BUMN Gunungkidul yang aktif melakukan pendampingan, coaching, serta dukungan pemasaran bagi mitra binaannya.
Harapan untuk UMKM yang Lebih Tangguh
Di akhir sesi, gantungan kunci sederhana hasil karya peserta tersusun rapi di atas meja. Mungkin nilainya belum seberapa, namun di baliknya tersimpan semangat, keberanian memulai, dan keyakinan bahwa usaha kecil pun bisa membawa perubahan besar.
Melalui sinergi edukasi, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha, PLN berharap UMKM di Gunungkidul makin tangguh dan berdaya saing. Dengan UMKM yang kuat, roda ekonomi daerah pun dapat bergerak lebih cepat dan berkelanjutan.






