Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Navigasi Ruang Digital Secara Sehat Demi Menjaga Kesehatan Mental Dan Hubungan Sosial Nyata

    Navigasi Ruang Digital Secara Sehat Demi Menjaga Kesehatan Mental Dan Hubungan Sosial Nyata

    11 October 2026
    Seni Menolak Tanpa Rasa Guilt: Cara Membangun Batasan Diri Demi Kesehatan Mental

    Seni Menolak Tanpa Rasa Guilt: Cara Membangun Batasan Diri Demi Kesehatan Mental

    11 October 2026
    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia

    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia

    11 October 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sunday, 11 October 2026
    Trending
    • Navigasi Ruang Digital Secara Sehat Demi Menjaga Kesehatan Mental Dan Hubungan Sosial Nyata
    • Seni Menolak Tanpa Rasa Guilt: Cara Membangun Batasan Diri Demi Kesehatan Mental
    • Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia
    • Jembatan Kata yang Meruntuhkan Tembok Sunyi Antara Orang Tua dan Anak Remaja
    • Mengendalikan Keinginan Impulsif Saat Diskon Besar Membanjiri Aplikasi Belanja Anda
    • Strategi Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Cuaca Pancaroba Mulai Menerjang Komunitas
    • Diduga Skandal Cinta Terlarang. Perselingkuhan Oknum Guru SD dan Pegawai Bank BUMN Terbongkar
    • Menjembatani Jurang Antara Ijazah Perguruan Tinggi dan Realitas Dunia Kerja Industri Kreatif
    • Jempol Cepat Berbuah Petaka: Bahaya Rumor Digital dan Urgensi Tabayyun di Media Sosial
    • Seni Merawat Diri Tanpa Kuras Kantong Melalui Kebiasaan Sederhana Berdampak Besar
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hukum»Cara Negara-negara Mengatasi Sindikat Scam Asia Tenggara

    Cara Negara-negara Mengatasi Sindikat Scam Asia Tenggara

    adm_imradm_imr1 February 20267 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perang Melawan Jaringan Penipuan Daring di Asia

    Perang melawan jaringan penipuan daring kini berkembang menjadi isu global yang melibatkan pemerintah, lembaga penegak hukum, dan organisasi internasional. Kasus-kasus terbaru menunjukkan bagaimana sindikat scam lintas negara tidak hanya merugikan korban secara finansial, tetapi juga memicu pelanggaran HAM serius. Asia Tenggara muncul sebagai pusat operasi scam digital berskala besar yang menargetkan korban di negara-negara Barat.

    Korea Selatan Mulai Bertindak Tegas

    Pengadilan di Seoul pekan lalu memulai sidang terhadap 46 warga Korea Selatan, sebagian besar pria berusia 20-an, yang didakwa terlibat dalam operasi penipuan daring di Kamboja. Sejak pertengahan Oktober, pemerintah Korea Selatan telah memulangkan 107 warganya dari Kamboja, di mana otoritas memperkirakan lebih dari 1.000 warga Korea bekerja di kompleks scam, baik secara “sukarela maupun tidak sukarela.”

    Upaya repatriasi ini dipicu kemarahan publik atas kematian seorang mahasiswa Korea Selatan berusia 22 tahun. Ia dilaporkan dibujuk ke Kamboja lalu dipaksa bekerja di pusat scam. Jasadnya ditemukan dengan luka-luka yang konsisten dengan penyiksaan. Hasil autopsi menunjukkan, ia “meninggal akibat penyiksaan berat, dengan banyak memar dan luka di sekujur tubuhnya,” menurut pernyataan pengadilan Kamboja.

    Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menegaskan, “Tanggung jawab terbesar pemerintah adalah melindungi nyawa dan keselamatan rakyat kami.” Ia menambahkan, “Kami harus melindungi para korban dan dengan cepat memulangkan mereka yang terlibat dalam insiden ini kembali ke Korea.”

    Korea Selatan juga bergabung dengan Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura dalam menjatuhkan sanksi terhadap Prince Holding Group di Kamboja, jaringan multinasional yang pendirinya dituduh menjalankan penipuan skala besar di Asia Tenggara—tuduhan yang dibantah perusahaan tersebut.

    Asia Tenggara Jadi Pusat Industri Scam

    Asia Tenggara telah menjadi pusat utama operasi scam digital. PBB memperkirakan pada 2023 lebih dari 200.000 orang diperdagangkan ke negara-negara seperti Myanmar, Laos, dan Kamboja dengan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi. Mereka kemudian dipaksa bekerja di pusat scam raksasa yang menjadi bagian dari industri penipuan siber bernilai miliaran dolar.

    Operasi ini banyak berlokasi di wilayah konflik terpencil, terutama di sepanjang perbatasan Thailand dengan Kamboja dan Myanmar. Bentrokan terbaru antara pasukan Thailand dan Kamboja bahkan mencakup serangan ke lokasi yang dicurigai sebagai kompleks scam.

    Di Myanmar, pusat-pusat scam dilaporkan berkembang pesat dan membiayai kedua pihak dalam perang saudara yang sedang berlangsung. Para pekerja pusat scam umumnya warga negara Asia dan sering kali merupakan korban perdagangan manusia. Sementara itu, target utama penipuan adalah masyarakat di negara-negara Barat berbahasa Inggris.

    Angka Kerugian Global Akibat Scam

    Dalam laporan State of the Scams 2025, GASA memperkirakan kerugian global akibat scam mencapai 442 miliar dollar AS (sekitar Rp 7.416 triliun) dalam 12 bulan hingga Oktober 2025. Angka tersebut kemungkinan lebih tinggi karena banyak korban tidak melaporkan kerugiannya.

    GASA juga menemukan bahwa 57 persen orang dewasa di dunia mengalami setidaknya satu bentuk penipuan dalam setahun terakhir. Jenis penipuan yang marak meliputi belanja daring, investasi, dan penipuan asmara yang oleh pelaku disebut “pig butchering”—istilah untuk “menggemukkan” korban dengan membangun kepercayaan, sering melalui hubungan romantis fiktif. Setelah korban percaya, mereka dibujuk mentransfer dana ke platform investasi kripto palsu yang kemudian dicuci melalui berbagai rekening di Asia, sehingga hampir mustahil dilacak kembali.

    Amerika Serikat Jadi Target Utama

    Biro Investigasi Federal (FBI) memperkirakan industri scam di Asia Tenggara merugikan warga AS sebesar 9 hingga 10 miliar dollar AS (sekitar Rp 151 hingga 167 triliun) per tahun. Laporan GASA menyebutkan, dalam 12 bulan hingga Oktober 2025, total 64,8 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.087 triliun) dicuri dari warga Amerika, dengan rata-rata kerugian 1.087 dollar AS (sekitar Rp 18 juta) per korban. Rata-rata warga AS kini menghadapi upaya penipuan setiap hari.

    Sebagai respons, otoritas AS membentuk Scam Center Strike Force pada November, satuan tugas lintas lembaga untuk menyelidiki, membongkar, dan menuntut pusat-pusat scam serta pihak yang membiayainya. “Kantor saya tidak akan tinggal diam ketika perusahaan kejahatan terorganisasi China ini menguras rekening bank warga Amerika yang bekerja keras,” ujar Jaksa AS Jeanine Pirro saat peluncuran satuan tugas tersebut.

    AS juga bekerja sama dengan Inggris pada 2025 untuk menjatuhkan sanksi terhadap individu dan entitas yang mengoperasikan pusat scam ilegal di Asia Tenggara. Australia dan Singapura turut memperkuat regulasi perlindungan warga dari penipuan serta bekerja sama dalam operasi penegakan hukum dan sanksi.

    Peran China

    Banyak pusat scam besar di Asia Tenggara disebut dijalankan oleh jaringan kriminal asal China. Pemerintah China telah menutup sejumlah pusat scam di Kamboja dan Myanmar—namun hanya yang menargetkan warga China. Laporan ke Kongres AS pada Juli menemukan sedikit bukti keterkaitan langsung antara jaringan kriminal ini dengan pemerintah China atau Partai Komunis China, meski aktivitas mereka memperparah konflik regional melalui korupsi dan kejahatan.

    Meski sanksi dan penyelidikan meningkat, negara-negara seperti Korea Selatan dan bahkan AS cenderung enggan mengkritik langsung pemerintah China atau Kamboja. Mereka lebih memilih menargetkan jaringan kriminalnya. Menurut Sims, selama Phnom Penh menunjukkan kerja sama minimum untuk menjaga citra tetap “relevan secara strategis”, negara-negara Barat cenderung menoleransi praktik scam skala industri yang justru menargetkan warga mereka sendiri.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Diduga Skandal Cinta Terlarang. Perselingkuhan Oknum Guru SD dan Pegawai Bank BUMN Terbongkar

    By redaksi10 October 20262,078 Views

    Awalnya Dikira Selingkuh, Pengakuan Pegawai Taman Krida Budaya Ini Justru Bikin Syok!

    By redaksi8 October 202612,993 Views

    Gembong narkoba Basri ditangkap, punya aset kapal-apartemen

    By adm_imr25 August 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Navigasi Ruang Digital Secara Sehat Demi Menjaga Kesehatan Mental Dan Hubungan Sosial Nyata

    Navigasi Ruang Digital Secara Sehat Demi Menjaga Kesehatan Mental Dan Hubungan Sosial Nyata

    11 October 2026
    Seni Menolak Tanpa Rasa Guilt: Cara Membangun Batasan Diri Demi Kesehatan Mental

    Seni Menolak Tanpa Rasa Guilt: Cara Membangun Batasan Diri Demi Kesehatan Mental

    11 October 2026
    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia

    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia

    11 October 2026
    Jembatan Kata yang Meruntuhkan Tembok Sunyi Antara Orang Tua dan Anak Remaja

    Jembatan Kata yang Meruntuhkan Tembok Sunyi Antara Orang Tua dan Anak Remaja

    11 October 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 February 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 June 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?