Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah yang Terus Berlanjut
Konflik antara presenter Ruben Onsu dengan mantan istrinya, Sarwendah, terus memanas. Tidak hanya berhenti pada perdebatan di pengadilan, kini perselisihan ini juga mengundang perhatian publik melalui berbagai video dan pernyataan yang saling dikemukakan oleh keduanya.
Video CCTV yang Memicu Perdebatan
Pihak Ruben Onsu, yang diwakili kuasa hukumnya, Minola Sebayang, membongkar sebuah video CCTV yang menunjukkan pertengkaran antara Ruben dan Sarwendah. Video tersebut menjadi bahan perbincangan setelah dibagikan secara viral. Dalam video tersebut, Sarwendah tampak marah kepada Ruben di hadapan anak-anak mereka.
Sarwendah kemudian memberikan klarifikasi melalui unggahan di Instagram pribadinya. Ia menjelaskan kronologi kejadian yang membuatnya emosi. Menurut Sarwendah, peristiwa tersebut terjadi pada 4 Maret 2024 pukul 21.20 WIB. Pemicunya adalah soal sewa rumah di Pondok Indah, Jakarta Selatan, yang akan segera berakhir.
Sarwendah mengklaim bahwa ia mengusulkan untuk kembali ke rumah lama setelah masa sewa berakhir. Namun, Ruben justru memilih menyewa apart-hotel senilai Rp120 juta selama satu bulan. Hal ini menurut Sarwendah tidak sesuai dengan prioritas kebutuhan keluarga, terutama anak-anak.
Ia juga meminta agar tanggal pindah diundur dari 8 Agustus ke 12 Agustus. Alasannya, anak-anak masih dalam liburan sekolah dan ingin mengurus perpindahan sendiri. Namun, permintaan ini tidak dipenuhi, sehingga memicu perdebatan.
Emosi yang Meledak
Dalam perdebatan tersebut, Ruben membanting pintu, yang membuat suasana semakin memanas. Emosi Sarwendah meledak-ledak karena beberapa hal yang selama ini ia pendam selama 11 tahun menikah. Termasuk soal nafkah anak yang sempat mandek selama tiga bulan dan pembangunan rumah di Cilandak yang juga terhenti.
Sarwendah menjelaskan bahwa kemarahan yang terlihat dalam video bukan hanya disebabkan oleh masalah tanggal pindah, tetapi akumulasi dari banyak hal yang selama ini tidak bisa ia sampaikan.
Isu Perselingkuhan
Dalam video tersebut, Sarwendah juga menyentuh isu perselingkuhan yang diduga dilakukan oleh Ruben Onsu. Ia menyebut bahwa ada dugaan Ruben berselingkuh dua kali. Menurut Sarwendah, ia mengetahui adanya transfer uang besar kepada sosok selingkuhannya.
“Dan saya mengungkapkan perselingkuhan beliau di video itu,” katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa pada 2017, Ruben mengakui kesalahan dan meminta maaf. Namun, kepercayaan itu kembali runtuh ketika ia mengetahui adanya pengeluaran besar untuk selingkuhannya saat kondisi keuangan keluarga sedang sulit.
Respons dari Ruben Onsu
Respons dari Ruben Onsu datang melalui unggahan di Instagram. Ia mempertanyakan pihak yang lebih dahulu berkomentar tentang masalah rumah tangganya. “Lah kan dari dulu juga kite udah diem, yg dulu ngoceh trs siapa?” tulis Ruben.
Ia juga menyinggung pernyataan Sarwendah yang menyinggung dirinya dengan sebutan “Cong”. Ruben mempertanyakan apakah Sarwendah pernah memikirkan kembali pernyataan tersebut jika posisinya dibalik.
Selain itu, Ruben menanggapi kesan bahwa Sarwendah merasa terpojok. Menurutnya, pihaknya hanya memberikan jawaban terhadap pernyataan yang sebelumnya telah disampaikan oleh Sarwendah.
Masalah Hak Asuh Anak
Konflik ini bermula dari permasalahan hak asuh anak. Setelah perceraian pada 2024, Ruben merasa tidak mendapatkan haknya untuk bertemu kedua putrinya. Akibatnya, gugatan hak asuh anak diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan saat ini masih dalam tahap mediasi.
Kini, pihak Ruben dan Sarwendah saling membuka fakta mengenai apa yang sebenarnya terjadi selama ini.
Pesan dan Harapan Sarwendah
Dalam klarifikasinya, Sarwendah juga menyampaikan pesan untuk anak-anaknya. Ia ingin semua masalah segera diselesaikan agar tidak memberikan dampak buruk bagi anak-anak.
Sarwendah menyadari bahwa suatu hari nanti anak-anaknya akan tumbuh dewasa dan mengetahui berbagai persoalan yang terjadi antara dirinya dengan Ruben. Karena itu, ia menitipkan pesan agar anak-anak tidak menyalahkan diri sendiri atas konflik orang tua mereka.
“Ini adalah kesalahan kami sebagai orang tua, bukan kesalahan kalian,” ujarnya. Ia juga menyampaikan rasa bangganya memiliki kedua putrinya. Baginya, anak-anak merupakan alasan utama untuk terus bertahan menghadapi berbagai persoalan.









