Persik Kediri Kembali Kalah, Lini Belakang Jadi Sorotan
Persik Kediri kembali mengalami kekalahan di kandang sendiri setelah dihancurkan oleh Bhayangkara FC dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Jumat (20/2/2026). Tim tuan rumah harus menerima kekalahan dengan skor 3-4 dari lawannya. Tiga gol yang dicetak oleh Persik Kediri berasal dari Kiko (33′), Jose Enrique (51′) dan Ernesto Gomez (64′). Sementara itu, empat gol kemenangan Bhayangkara FC dipersembahkan oleh Slavko Damjanovic (5′), Nehar Sadiki (38′), Privat Mbarga (59′) dan Henri Doumbia (87′).
Kekecewaan terhadap lini belakang Persik Kediri menjadi sorotan utama setelah pertandingan. Salah satu pemain yang menjadi sasaran kritik adalah Hamra Hehanussa, bek asing yang ditempatkan di lini belakang. Meskipun sebelumnya jarang mendapat perhatian dari para penggemar, kinerjanya kali ini dinilai tidak memenuhi ekspektasi.
Kritik dari Para Penggemar
Banyak komentar pedas yang muncul dari para penggemar Persik Kediri melalui media sosial. Beberapa di antaranya menyebutkan:
- “Bek ajur ket wingi gak enek evaluasi yo,” tulis @dhiky.apr
- “Mainmu wes apik, mung minus back mu tok!!” tulis @storyof_persikkediri
- “Kat kae panggah bek e ae wes dievaluasi durung behh bek tengah panggah kesalahan terus,” tulis @khama.a_prastyo.77
- “Rausah nyalahne wasit, bekmu mendo kabeh!” tNgarep nibo nangi, mburi mode plonga plongoulis @_arfmuh
- “Ngarep nibo nangi, mburi mode plonga plongo,” tulis @fendy.kriuk
- “Diserang pisan kebobol, diserang pisan kebobol. jane pieee bek mu i,” tulis @vabyann
- “Golek bek seng kereng kyk bio paulin bos @arthurirawan,” tulis @diky_bahtiar
Jalannya Pertandingan
Pertandingan dimulai dengan tekanan kuat dari tuan rumah, Persik Kediri. Namun, Bhayangkara FC yang memiliki winger cepat berhasil menjawab serangan tersebut. Di menit ke-4, Bhayangkara FC mendapatkan tendangan bebas yang diumpankan oleh Privat Mbarga ke kotak penalti. Ryo Matsumura melakukan backheel yang gagal dihentikan oleh Leo Navacchio, tetapi kemudian Slavko Damjanovic sukses mencetak gol pertama untuk tim tamu.
Di babak pertama, Bhayangkara FC terus mengancam dengan beberapa peluang. Pada menit ke-33, Kiko sukses menyamakan kedudukan untuk Persik Kediri. Namun, hanya lima menit kemudian, Nehar Sadiki mencetak gol kedua bagi Bhayangkara FC. Skor akhir babak pertama menjadi 1-2 untuk keunggulan Bhayangkara FC.
Di babak kedua, Persik Kediri langsung menekan dan berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Jose Enrique di menit ke-51. Sayangnya, hanya delapan menit kemudian, Privat Mbarga kembali membawa Bhayangkara FC unggul 3-2. Ernesto Gomez mencetak gol ketiga untuk Persik Kediri di menit ke-64, tetapi tak lama kemudian, Bhayangkara FC kembali unggul 3-4 melalui gol Henri Doumbia.
Susunan Pemain
Dalam susunan pemainnya, Marcos Reina memilih beberapa pemain non berpengalaman untuk mengisi line up Persik Kediri. Beberapa nama yang dimainkan termasuk Kadek Rendy dan Ady Eko. Sementara itu, Ezra Walian dan Adrian Luna turut serta dalam formasi serangan. Jose Enrique juga diturunkan sebagai bomber.
Di sisi Bhayangkara FC, Paul Munster memilih untuk menyimpan Sho Yamamoto sebagai cadangan dan berpotensi dimainkan di babak kedua. Privat Mbarga, Ryo Matsumura, Moussa Sidibe, dan Henri Doumbia masuk dalam line up utama.
Susunan Pemain Persik Kediri
Pelatih: Marcos Reina
Leo Navacchio, Kiko, Hamra Hehanussa, Chechu Menneses, Kadek Rendy, Ady Eko, Jon Toral, Adrian Luna, Ernesto Gomez, Ezra Walian dan Jose Enrique
Cadangan:
Yandi Sofyan, Novri Setiawan, Vava Yagalo, Moch Supriadi, Rifqi Ray, Husna Al Malik, Wigi, Henhen Herdiana, Irkham Mila, Syahrian Abimanyu, Rodrigo Dias, Yandi Sofyan dan Bayu Otto.
Susunan Pemain Bhayangkara FC
Pelatih : Paul Munster
Muchamad Aqil Savik (GK), Frengky Missa, I Putu Gede, Nehar Sadiki, Slavko Damjanovic, Moises Wolschick, Henry Doumbia, Wahyu Subo Seto, Moussa Sidibe dan Privat Mbarga
Cadangan:
Awan Sethi, Rakasurya Handika, Leo Da Silva, Ginanjar Wahyu, Ilija Spasojevic, Firza Andika, Sani Rizki, Dendy Sulistyawan, Rahmat Syawal, Sho Yamamoto dan Ryan Kurnia.







